Kementan Miliki Pusat Unggulan Iptek Tanaman Serat

Rabu, 26 Desember 2018 - 20:31 WIB
Kementan Miliki Pusat...
Kementan Miliki Pusat Unggulan Iptek Tanaman Serat
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini telah memiliki Pusat Unggulan Iptek (PUI) untuk tanaman serat. Pada Apresiasi Lembaga Litbang Tahun 2018 di Indonesia Conventional Exhibition (ICE) BSD Serpong, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah menetapkan Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) sebagai Pusat Unggulan IPTEK Serat. Penetapan Balittas sebagai PUI disambut antusias oleh jajaran peneliti dan staf pendukung.

Kepala Balittas Mohammad Cholid menyampaikan bahwa dengan penetapan ini, instansinya memperoleh dana insentif operasional Pengembangan Pusat Unggulan Iptek Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi setiap tahun selama maksimum 3 (tiga) tahun. Selain itu, sebagai PUI, Balittas juga akan mendapatkan kemudahan atau prioritas dalam meraih program insentif lain yang terdapat di Kemenristekdikti.

“PUI juga akan mendapatkan pembinaan secara kelembagaan. Ini ditujukan untuk meningkatkan kinerja dari sisi akademik dan komersialisasi hasil litbang sehingga dapat berkontribusi lebih besar dalam pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” terang Cholid saat dimintai keterangan, Rabu (26/12/2018).

Balittas telah mengusulkan untuk menjadi PUI sejak tahun 2016. Menurut Cholid, sebagai salah satu kebutuhan pokok dunia terhadap 4F (food, feed, fiber, dan fuel), tanaman serat sangat strategis untuk dikembangkan.

“Deklarasi FAO tentang International Year of Natural Fibres 2009 yang bertujuan untuk memunculkan kembali serat alam untuk bahan baku industri, semakin menunjukkan pentingnya tanaman serat sebagai penghasil serat alam untuk lebih dikembangkan secara intensif,” sebutnya.

Pada tahun 2018, Balittas berupaya untuk memenuhi kriteria PUI. Cholid menyampaikan pada tahun ini, ada penambahan kegiatan sinergi dengan lembaga litbang lain yang juga tergabung dalam PUI dan hilirisasi produk.

Sementara untuk meningkatkan public awareness, Balittas juga melakukan publikasi melalui media massa maupun website dan media sosial. “Kami mengundang stasiun televisi untuk meliput kegiatan lokakarya tanaman serat sekaligus untuk memperkenalkan tanaman serat kepada publik,” jelas Cholid.

Dalam masa pembinaannya sebagai PUI, Balittas akan mengembangkan 3 (tiga) kapasitas kelembagaan yang mencakup: kapasitas lembaga mengakses informasi (Sourcing Capacity), kapasitas riset (Research and Development Capacity), dan kapasitas diseminasi (Disseminating capacity).

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Kementan, Kuntoro Boga Andri menjelaskan, bahwa kemenristekdikti mengembangkan PUI dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas lembaga penelitian dan pengembangan (litbang) sehingga bisa menjadi lembaga litbang bertaraf internasional dalam bidang prioritas spesifik. Dengan pendayagunaan iptek dalam sektor produksi, diharapkan dapat menumbuhkan perekonomian nasional dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementan Dorong Generasi...
Kementan Dorong Generasi Milenial Terjun di Bidang Pertanian
Pengembangan Food Estate...
Pengembangan Food Estate Demi Jadikan Provinsi Kalteng Lumbung Pangan
Petani Parigi Moutong...
Petani Parigi Moutong Dimotivasi untuk Budidaya Jagung di Lahan Perkebunan Kelapa
Kabupaten Poso Dukung...
Kabupaten Poso Dukung Percepatan Tanam Melalui Sekolah Lapang
Jadikan Sektor Pertanian...
Jadikan Sektor Pertanian Sebagai Penyelamat Krisis
Kalau Bukan Penyuluh...
Kalau Bukan Penyuluh Siapa Lagi yang Bisa Menghubungkan Mentan dan Petani
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
7 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
8 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
8 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
9 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
9 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden dan Ibu Negara...
5 Presiden dan Ibu Negara Miliki Perbedaan Usia Sangat Jauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved