Kawasan Ekonomi Khusus Diminta Punya Teknologi Mitigasi Bencana

Kamis, 27 Desember 2018 - 14:03 WIB
Kawasan Ekonomi Khusus...
Kawasan Ekonomi Khusus Diminta Punya Teknologi Mitigasi Bencana
A A A
JAKARTA - Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menyatakan bahwa pengelola KEK harus memiliki teknologi yang bisa memprediksi terjadinya bencana. Hal ini untuk mengantisipasi kerugian yang diakibatkan dari bencana tersebut.

Hal ini berkaca pada pengalaman KEK Tanjung Lesung yang rusak akibat diterjang tsunami di Selat Sunda beberapa waktu lalu. Selain itu, KEK Palu pun juga terdampak tsunami yang terjadi di wilayah tersebut belum lama ini.

"Indonesia ini kan ring of fire, jadi kalau misalnya tidak boleh ada investasi, itu berarti satu Indonesia tidak ada investasi, jadi yang harus disiapkan adalah mitigasinya," ujar Sekretaris Dewan Nasional KEK Eno Suharto Pranoto di Gedung Kemenko bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (27/12/2018).

Sejatinya, pemerintah sudah melengkapi kawasan tersebut dengan Standard Operational Procedur (SOP), sumber daya yang terlatih dan sadar bencana, jalur evakuasi, hingga tempat evakuasi di kawasan tersebut. Namun, untuk KEK Tanjung Lesung yang terlewat adalah sistem peringatan dini (early warning system) sebelum terjadi bencana.

"Tanjung Lesung sebenarnya sudah ada semua, cuma kan kemarin yang miss itu early warning system saja. Karena mungkin, saya tidak tahu sih, mungkin masih harus dikoordinasikan lagi dengan semua pihak. Ini kan bukan gempa, tapi karena aktivitas Gunung Anak Krakatau," imbuh dia.

Oleh sebab itu, kedepannya pengelola KEK diminta untuk memiliki teknologi yang bisa memprediksi bencana. "Iya, karena kami ke depannya akan meminta supaya mereka punya teknologi baru yang bisa prediksi bencana dan sebagainya," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BMKG Ungkap Sudah 10...
BMKG Ungkap Sudah 10 Kali Tsunami Terjadi di Selat Sunda
4 Tsunami Dahsyat yang...
4 Tsunami Dahsyat yang Pernah Menghantam Daratan Indonesia
Hasil Pemodelan BMKG,...
Hasil Pemodelan BMKG, Tsunami di Selat Sunda Akibat Gempa Magnitudo 8,7 Bisa Sampai Jakarta
KEK Industropolis Batang...
KEK Industropolis Batang Dorong Kemitraan Strategis Indonesia–Jepang Percepat Investasi High-Tech
Banten West Java Tunjukan...
Banten West Java Tunjukan Komitmen Menjadi Sport Tourism Unggulan
Sejarah Gempa dan Tsunami...
Sejarah Gempa dan Tsunami di Selat Sunda, 1903 Paling Dahsyat
Berita Terkini
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
26 menit yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
1 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
1 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
1 jam yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
2 jam yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
Punya Pasukan Khusus...
Punya Pasukan Khusus Terbesar di Dunia, Korut Berani Ledek AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved