Kementan Distribusikan Bantuan ke Korban Tsunami Banten dan Lampung

Minggu, 30 Desember 2018 - 16:03 WIB
Kementan Distribusikan...
Kementan Distribusikan Bantuan ke Korban Tsunami Banten dan Lampung
A A A
JAKARTA - Bencana tsunami yang melanda Banten dan Lampung menjadi keprihatinan seluruh kalangan. Termasuk Kementerian Pertanian (Kementan) yang langsung bergerak cepat mendistribusikan bantuan kepada para korban tsunami Selat Sunda di Banten dan Lampung.

Melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan, pada akhir pekan ini, di Kabupaten Pandeglang, Kecamatan Cinangka dan Desa Bulakan, Serang, Balitbangtan Kementan menyerahkan bantuan pakaian, alat sholat, beras, bahan makanan cepat saji, telur, obat, sandal jepit serta air mineral.

"Segera setelah bencana, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten kami jadikan posko untuk menampung sumbangan karyawan dan karyawati maupun masyarakat," ujar Sekretaris Jenderal Kementan Syukur Iswantoro dalam siaran pers, Minggu (30/12/2018).

Syukur mengatakan, tim BPTP Kementan juga menyediakan posko bencana alam seperti yang diimbau Bupati Pandeglang Irma Narulita.

Bantuan yang telah diberikan di posko bencana alam Pandeglang yaitu masker N95, jas hujan, sarung tangan panjang, sepatu boot, lampu darurat. Bantuan langsung diserahkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi.

Sedangkan untuk korban bencana tsunami Selat Sunda di Lampung, Syukur mengungkapkan, bantuan diserahkan ke Kabupaten Lampung Selatan oleh tim BPTP Kementan Lampung.

Sambung dia menyebutkan, bantuan dari Kementan langsung diterima oleh PLT Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto.

"Kami akan terus pantau perkembangan informasi dari teman-teman di lapangan. Untuk mengetahui kebutuhan apa yang menjadi prioritas agar bantuan disalurkan maksimal dirasakan manfaatnya," ucapnya.

Gelombang tsunami di sekitar Selat Sunda diduga sementara akibat runtuhan material Gunung Anak Krakatau seluas 64 hektare. Runtuhan itu memicu terjadinya longsor bawah laut sehingga menimbulkan tsunami.

Kondisi air bertambah tinggi sebab sedang terjadi fenomena gelombang tinggi. Masa tanggap darurat di Banten ditetapkan selama 14 hari, sedangkan di Lampung diberlakukan 7 hari.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BMKG Ungkap Sudah 10...
BMKG Ungkap Sudah 10 Kali Tsunami Terjadi di Selat Sunda
Hasil Pemodelan BMKG,...
Hasil Pemodelan BMKG, Tsunami di Selat Sunda Akibat Gempa Magnitudo 8,7 Bisa Sampai Jakarta
4 Tsunami Dahsyat yang...
4 Tsunami Dahsyat yang Pernah Menghantam Daratan Indonesia
Sejarah Gempa dan Tsunami...
Sejarah Gempa dan Tsunami di Selat Sunda, 1903 Paling Dahsyat
Ancaman Megathrust dan...
Ancaman Megathrust dan Tsunami Selat Sunda hingga Jakarta, BPBD Mitigasi Bencana
BNPB Gelontorkan Dana...
BNPB Gelontorkan Dana Rp114 M Percepat Rehab Pascatsunami Selat Sunda
Berita Terkini
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
19 menit yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
1 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
3 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
3 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
3 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
3 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved