Kemenperin Kirim Bantuan Bagi Korban Tsunami Selat Sunda

Kamis, 03 Januari 2019 - 00:10 WIB
Kemenperin Kirim Bantuan...
Kemenperin Kirim Bantuan Bagi Korban Tsunami Selat Sunda
A A A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung pemulihan pascabencana tsunami yang melanda Banten dan Lampung dengan mendistribusikan bantuan ke posko-posko bantuan, baik di Pandeglang, Banten serta di Lampung.

"Semoga bantuan yang kami salurkan dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita para korban bencana tsunami Selat Sunda," ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (2/1/2019).

Bantuan yang telah diberikan, antara lain 804 dus air mineral, 115 dus biskuit, serta 40 dus sereal cepat saji, yang diserahkan Kemenperin pada hari Kamis (27/12) melalui posko bantuan di Kantor Pemda Pandeglang, Banten.

Selanjutnya, bantuan berupa makanan, minuman, alas tidur, selimut, alat mandi, obat-obatan dan barang kebutuhan lainnya yang dihimpun oleh unit kerja Kemenperin di Lampung disalurkan lewat posko bantuan di Lampung sejak Jumat (28/12).

Kemudian, pada Senin (31/12), Kemenperin kembali menyampaikan bantuan dengan tujuan posko bantuan di Kantor Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten, yang terdiri dari 2.630 dus air mineral, 598 dus minuman berenergi, 100 dus susu, 200 dus makanan ringan, 40 dus sereal siap saji, 140 dus mi instan serta 14 dus lampu darurat.

Selain bantuan berupa keperluan sehari-hari bagi masyarakat yang terdampak bencana, Kemenperin Bersama industri menyampaikan bantuan berupa alat berat di Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten, pada hari Rabu (26/12).

"Dengan bantuan berupa alat berat, Kemenperin dan industri berharap dapat membantu proses pemulihan di lokasi yang mengalami kerusakan akibat terdampak tsunami, agar aktivitas bisa berjalan normal kembali," ujar Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar.

Ia menambahkan, industri pariwisata mengalami dampak dari peristiwa alam tersebut. "Di sana ada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata," ungkapnya.

Sebagai informasi, tsunami di perairan Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu (22/12) lalu mengakibatkan 431 korban jiwa dan 7.200 korban luka-luka, serta menimbulkan kerugian material seperti 1.778 unit rumah rusak, 78 unit usaha penginapan dan warung rusak, serta 434 perahu dan kapal rusak. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga menyebutkan, sekitar 46 ribu orang mengungsi dan masih membutuhkan bantuan logistik dan kebutuhan sehari-hari.

Sebelumnya, Menperin menyampaikan bahwa industri yang berlokasi di Cilegon dan Serang tidak terdampak bencana tsunami tersebut. "Industri sudah mengantisipasi dan memitigasi bencana seperti tsunami dan gempa, jadi standarnya lebih tinggi," ujar Airlangga.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BMKG Ungkap Sudah 10...
BMKG Ungkap Sudah 10 Kali Tsunami Terjadi di Selat Sunda
Hasil Pemodelan BMKG,...
Hasil Pemodelan BMKG, Tsunami di Selat Sunda Akibat Gempa Magnitudo 8,7 Bisa Sampai Jakarta
4 Tsunami Dahsyat yang...
4 Tsunami Dahsyat yang Pernah Menghantam Daratan Indonesia
Sejarah Gempa dan Tsunami...
Sejarah Gempa dan Tsunami di Selat Sunda, 1903 Paling Dahsyat
Menperin Turun Langsung...
Menperin Turun Langsung Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pabrik Makanan Ini
Inovatif dalam Teknologi,...
Inovatif dalam Teknologi, 11 Perusahaan Raih Penghargaan Rintek
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
2 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
2 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
3 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
3 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
4 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved