Waskita Precast Optimistis Tingkatkan Laba 10% di 2019

Kamis, 03 Januari 2019 - 18:01 WIB
Waskita Precast Optimistis...
Waskita Precast Optimistis Tingkatkan Laba 10% di 2019
A A A
JAKARTA - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) optimistis di tahun 2019 mampu mempertahankan kinerjanya. Pada tahun ini, WSBP menargetkan laba akan naik sekitar 10% dari 2018 dengan menggenjot nilai kontrak baru.

Direktur Utama WSBP Jarot Subana mengatakan, pihaknya menargetkan nilai kontrak baru 2019 mencapai Rp10,39 triliun. Hal ini berasal baik dari proyek internal maupun eksternal.

"Strategi dan pengembangan produk jadi strategi perusahaan untuk mengembangkan pasar eksternal. Segmen ini diharapkan terus meningkat dengan target kontribusi sebesar 40% pada 2019 ini," ujar Jarot di Jakarta, Kamis (3/1/2019).

Pada Januari 2019, kata dia, terdapat potensi nilai kontrak baru sekitar Rp2 triliun yang berasal dari pekerjaan tambahan proyek jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM); Cibitung-Cilincing; Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) dan proyek lainnya.

"Peningkatan kontribusi pasar eksternal salah satunya melalui pengembangan produk baru. WSBP juga menjaga sinergi dengan Grup Waskita untuk proyek-proyek yang bersifat pengembangan bisnis serta pengembangan produk lainnya," ujarnya.

Perolehan kontrak baru WSBP berasal dari proyek internal sebesar 63% yaitu proyek jalan tol Cibitung-Cilincing dan proyek lainnya. Sedangkan proyek yang berasal dari eksternal sebesar 37%, antara lain proyek jalan tol Pekanbaru-Dumai, Bandara Kulonprogo, Pelabuhan Patimban, dan proyek lainnya.

Sementara itu, Direktur Keuangan WSBP Anton YT Nugroho mengatakan pihaknya telah menerima pembayaran dari proyek turnkey jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) sebesar Rp1,6 triliun pada akhir 2018. Sebelumnya, pembayaran termin KBLM sudah terealisasi sebesar Rp665 miliar, dimana sebesar Rp250 miliar di antaranya merupakan pembayaran turnkey.

Dengan pembayaran tersebut, WSBP dapat menutup akhir tahun 2018 dengan membukukan arus kas (cashflow) operasional positif yang signifikan sekitar Rp1,1 triliun, dibandingkan 2017 yang minus Rp2,4 triliun dan 2016 yang minus Rp3 triliun.

"Pada 2018, arus kas dari operasional perusahaan surplus. Penerimaan termin yang sudah masuk mencapai Rp9,8 triliun, lalu kami terima lagi sampai akhir 2018 sebesar Rp1,6 triliun. Jadi, totalnya sekitar Rp11,4 triliun," ungkapnya.

Saat ini, WSBP masih menyisakan proyek turnkey Cimanggis-Cibitung. Pembayaran termin untuk proyek ini akan terealisasi pada 2019 dengan pembayaran termin sebesar Rp2,6 triliun.

Sementara itu, rasio posisi utang berbunga terhadap modal WSBP masih sebesar 0,77 kali, masih jauh dari batas yang ditentukan sebesar 2,5 kali. Dengan besaran ekuitas per kuartal III/2018 yang sebesar Rp7,45 triliun, WSBP masih memiliki kapasitas ruang pendanaan yang besar.

Adapun hingga pertengahan Desember 2018, WSBP berhasil membukukan nilai kontrak baru (NKB) sebesar Rp6,51 triliun atau 99,2% dari target nilai kontrak baru sepanjang 2018 yang sebesar Rp6,56 triliun.

Sebagai produsen beton pracetak (precast) terbesar di Tanah Air, konsistensi WSBP dalam penambahan kapasitas juga dibarengi dengan pengembangan produk baru, antara lain rumah precast, tiang listrik beton, dan bantalan kereta api.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waskita Beton Precast...
Waskita Beton Precast Incar Kontrak Baru Rp5 Triliun, Intip Strateginya..
Melonjak 29,1%, Pendapatan...
Melonjak 29,1%, Pendapatan WSBP di Triwulan III Tembus Rp1,33 Triliun
Dirut PT Waskita Beton...
Dirut PT Waskita Beton Precast Ditetapkan sebagai Tersangka
Jaga Likuiditas, WSBP...
Jaga Likuiditas, WSBP Tempuh Restrukturisasi Keuangan
Satu Tersangka Baru...
Satu Tersangka Baru Kasus Korupsi PT Waskita Beton Precast
Kejagung Periksa 2 Mantan...
Kejagung Periksa 2 Mantan Pejabat PT Waskita Beton
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
6 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
6 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
7 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
7 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
7 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved