15 Negara Bakal Dapat Negosiasi Istimewa dari AS, Bagaimana Indonesia?

Senin, 28 April 2025 - 11:00 WIB
loading...
15 Negara Bakal Dapat...
Swiss disebut menjadi salah satu dari 15 negara yang mendapatkan hak istimewa untuk melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) terkait kebijakan tarif impor terbaru. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Swiss disebut menjadi salah satu dari 15 negara yang mendapatkan hak 'istimewa' untuk melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) terkait kebijakan tarif impor terbaru. Belum diungkap secara rinci, deretan negara ini bakal dibantu mencapai kesepakatan setelah tarif AS menghantam puluhan negara dan mengguncang pasar global.

Presiden Swiss, Karin Keller-Sutter dalam sebuah wawancara dengan SRF mengaku, "puas" dengan pembicaraan di Washington minggu ini yang mencakup konferensi Dana Moneter Internasional (IMF) dan pertemuan dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent.

"Amerika Serikat telah mendefinisikan sekelompok 15 negara yang ingin mencari... solusi cepat dalam hal tarif ini. Swiss adalah bagian dari kelompok 15 negara ini," katanya kepada wartawan secara terpisah di Washington.

Baca Juga: Bos Perusahaan AS Ramai-ramai Teriak Soal Dampak Tarif Trump

Tidak dibeberkan secara jelas siapa 14 negara lain yang masuk dalam daftar, tetapi Ia mengatakan kepada SRF bahwa, "AS bakal melakukan – saya akan mengatakan agak istimewa – negosiasi dan menemukan solusi" dengan kelompok itu,".

Sebelumnya pemerintahan Trump menghentikan beberapa rencana tarif yang paling ketat, produk yang diimpor dari Swiss telah ditetapkan bakal dikenakan tarif 31% - lebih tinggi dari tarif 20% pada barang-barang asal Uni Eropa. Diketahui Swiss bukan merupakan anggota blok 27 negara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
China Komitmen Borong...
China Komitmen Borong Produk Pertanian AS Senilai Rp301 Triliun hingga 2028
Demi Gencatan Dagang...
Demi Gencatan Dagang Berlanjut, China Beri Sinyal Terima Kenaikan Tarif AS
Bank Dunia: Ketidakpastian...
Bank Dunia: Ketidakpastian Global Lebih Mengancam Ekonomi Asia Dibanding Tarif Trump
Tolak Perang Tarif Pajak,...
Tolak Perang Tarif Pajak, IKPI Usulkan Ini saat RDPU dengan DPR
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Rekomendasi
Kasus Eks Jampidsus...
Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diyakini Terus Berkembang, Eks Penyidik KPK: Ikuti Aliran Uangnya
Polda Papua: Mortir...
Polda Papua: Mortir Sisa PD II di Biak Meledak saat Digergaji 5 Orang
Benarkah Semua Orang...
Benarkah Semua Orang yang Datang ke Gunung Kawi Mencari Pesugihan?
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved