Industri Tambang Tak Sekadar Mendulang Uang

Kamis, 03 Januari 2019 - 23:45 WIB
Industri Tambang Tak Sekadar Mendulang Uang
Industri Tambang Tak Sekadar Mendulang Uang
A A A
Hari mulai gelap, lampu-lampu jalan sudah menyala. Selepas maghrib, hujan mulai turun. Air hujan yang tercurah dari langit tidak deras, namun cukup untuk mendinginkan suhu udara di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). "Perjalanan ke Tabalong sekitar enam hingga tuhuh jam,''ujar Syarifudin (29), sopir kendaraan carter kepada SINDOnews pertengahan Desember 2018 silam.

Meskipun jaraknya cukup jauh, sekitar 270 kilometer, namun Syarifudin memastikan perjalanan akan menyenangkan karena kualitas jalan di Kalsel mulus dan rata. Meskipun tinggal di Martapura, namun Syarifudin hampir setiap hari mendapat orderan untuk mengantarkan rombongan ke kota-kota lain di Kalsel.

Mobil dipacu dengan kecepatan sedang keluar kota Banjarmasin melewati Kabupaten Banjar. Setengah perjalanan, tepatnya di Kecamatan Binuang, di Kabupaten Tapin, Syarifudin memperlambat laju mobilnya karena lalu lintas agak padat. Persis di depan rumah mewah bercat putih. "Itu rumah pengusaha batubara yang dulu mengundang artis dari Jakarta untuk pesta pernikahan anaknya,"ujarnya. Rumah megah itu tampak berdiri kokoh seolah menjadi ikon di kota itu.

Perjalanan berlanjut hingga melintasi kawasan Hulu Sungai Selatan,Hulu Sungai Utara, dan Balangan. Benar yang diucapkan Syarifudin, ruas jalan yang dilintasi semuanya mulus. Tak sekalipun mobil memperlambat lajunya untuk menghindari melabrak lubang menganga di tengah jalan. Bahkan, bisa dikatakan, ruas jalan di sepanjang Banjarmasin-Tabalong kualitasnya lebih bagus dibandingkan ruas jalan pantai utara Jawa.

Padahal, di Kalsel, banyak juga truk-truk berukuran besar milik perusahaan tambang yang melintas. "Meskipun banyak truk tambang tapi jalanan di Kalsel semua mulus,"ungkapnya.

Di Kalsel banyak perusahaan tambang besar yang menjalankan bisnisnya. Sebut saja ABM Investama, Bayan Resources dan Adaro Energy yang ketiganya merupakan perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Masih ada perusahaan-perusahaan tambang lain dengan skala menengah dan kecil di kawasan itu."Perusahaan tambang di Kalsel sudah menunjukkan komitmennya untuk menerapkan good mining practise sehingga dampak positifnya sudah bisa dirasakan oleh masyarakat. Salah satunya dari pembangunan infrastruktur,"tegas tokoh masyarakat Kalsel Habib Hasyim Arsal Al Habsyi kepada SINDOnews.

Dia menilai, kepedulian perusahaan tambang di Kalsel terhadap lingkungan dan masyarakat tampak dari banyaknya fasilitas publik yang dibangun dengan bantuan perusahaan-perusahaan tambang. Tak hanya perusahaan tambang milik pengusaha lokal, tapi juga perusahaan-perusahaan tambang nasional. "Ini juga membuktikan bahwa perusahaan-perusahaan tambang tidak melulu mengejar keuntungan. Tapi mereka juga memperhatikan lingkungan dan masyarakat di sekitar tambang,"ujar Hasyim Arsal.

Dia bercerita, perusahaan-perusahaan tambang banyak yang melakukan program corporate social responsibility (CSR) yang berkaitan langsung dengan masyarakat. Selain itu, kontribusi perusahaan tambang di Kalsel juga memberikan efek positif terhadap kehidupan sosial masyarakat, termasuk memberikan dampak positif bagi kesehatan dan pendidikan. Ini karena banyak perusahaan tambang yang peduli terhadap kesehatan dan pendidikan.

Sayangnya, belakangan produksi tambang di Kalsel kurang menggembirakan. Dari data Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), tercatat produksi tambang batubara di provinsi itu hingga September 2018 hanya mencapai sekitar 75,4 juta ton. Produksi itu berasal dari perusahaan pemegang izin usaha penambangan (IUP) maupun perusahaan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B).

Penurunan produksi tambang di Kalsel sudah di rasakan sejak 2014 silam. Pada 2014, produksi batubara mencapai 171,2 juta ton, namun pada 2015 turun menjadi 147,4 juta ton. Sempat naik pada 2016, menjadi 151,7 juta ton, namun sepanjang 2017, produksi batubara di kawasan itu hanya mencapai 148 juta ton.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1223 seconds (10.101#12.26)