Bank Indonesia Beri Ruang Rupiah Terus Menguat Lewat DNDF

Senin, 07 Januari 2019 - 15:06 WIB
Bank Indonesia Beri...
Bank Indonesia Beri Ruang Rupiah Terus Menguat Lewat DNDF
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) akan terus memberikan ruang bagi mata uang rupiah untuk terus menguat yang saat ini melesat hingga Rp14.003/USD, salah satunya dengan mengefektifkan transaksi Domestic Non Deliverable Forward (DNDF). BI akan membuka lelang DNDF dan dilanjutkan dengan intervensi bilateral melalui delapan broker secara kuat.
"Bank Indonesia tetap memberikan ruang bagi Rupiah untuk menguat,dan mengawal penguatan tersebut termasuk dengan membuka lelang DNDF pada pukul 8.30 WIB dan dilanjutkan dengan intervensi bilateral melalui delapan broker secara "firm"," ujar Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsah saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Senin (7/1/2019).(Baca Juga: BI Rilis Instrumen Baru untuk Kendalikan Rupiah )
Meningkatnya aktivitas BI di pasar DNDF, selain untuk memastikan kurs offshore NDF terkendali, juga sebagai dukungan penuh bagi berkembangnya pasar DNDF agar lebih likuid dan efisien

"Sudah terdapat 13 bank yang aktif di pasar intrbank DNDF, sejumlah investor asing bertransaksi untuk hedging investasi di saham, dan sejumlah korporasi termasuk satu BUMN sudah melakukan transaksi. Selain dalam dollar USD/IDR, transaksi DNDF nasabah juga sudah ada yang melakukan dalam YEN/IDR dan Euro/IDT," katanya

Sebab, bila transaksi DNDF ini terus berkembang terang dua dan banyak digunakan untuk hedging maka akan membantu men "smoothing" pembelian valas di dalam negeri, sehingga Rupiah bisa lebih stabil. Penguatan rupiah terjadi di tengah optimisme yang mewarnai pasar keuangan global atas prospek hasil negosiasi kesepakatan sengketa dagang AS dan China serta perubahan sikap Chairman FOMC The Fed atas laju suku bunga AS ke depan.

The Fed menyiratkan akan lebih fleksibel dan bakal menunggu perkembangan data ekonomi, serta siap melakukan perubahan dalam kebijakan suku bunga ke depan. Selain itu, bank sentral AS mulai melunak atas rencana proses penarikan likuiditas dari sistem keuangan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Menguat 1,21%,...
Rupiah Menguat 1,21%, Bos BI: Lebih Perkasa dari Peso Filipina dan Baht Thailand Cs
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD,...
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD, Gubernur BI Sebut Lebih Kuat Dibanding Peso, Rupee dan Baht
Rupiah Tembus Rp16.420...
Rupiah Tembus Rp16.420 per USD, Bos BI Ungkap Apa yang Terjadi
Rupiah Bakal Menguat...
Rupiah Bakal Menguat di Juli dan Agustus 2026, Gubernur BI Yakin Stabil usai Bertemu Prabowo
Gubernur BI: Rupiah...
Gubernur BI: Rupiah Terus Menguat Kalahkan Malaysia, Filipina dan Thailand
Rupiah Ambles Tembus...
Rupiah Ambles Tembus Rp17 Ribu, Perry Warjiyo Blak-blakan Soal Strategi Intervensi BI
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
1 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
1 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
11 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
12 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
13 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
13 jam yang lalu
Infografis
Rupiah Digital Akan...
Rupiah Digital Akan Diperkenalkan pada Forum G20 Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved