BI Rilis Instrumen Baru untuk Kendalikan Rupiah

Kamis, 27 September 2018 - 16:25 WIB
BI Rilis Instrumen Baru...
BI Rilis Instrumen Baru untuk Kendalikan Rupiah
A A A
JAKARTA - Bank Indonesi (BI) miliki kebijakan baru untuk memperkuat stabilitas rupiah. Salah satunya kebijakan untuk memberlakukan transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam rangka mempercepat pendalaman pasar valas serta memberikan alternatif instrumen lindung nilai bagi bank dan korporasi.

"Transaksi DNDF adalah transaksi forward yang penyelesaian transaksinya dilakukan secara netting dalam mata uang rupiah di pasar valas domestik. Kurs acuan yang digunakan adalah JISDOR untuk mata uang dolar AS terhadap Rupiah dan kurs tengah transaksi Bank Indonesia untuk mata uang non-dolar AS terhadap Rupiah," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis (27/9/2018).

Dia mengatakan, transaksi DNDF dapat dilakukan oleh bank dengan nasabah dan pihak asing untuk lindung nilai atas risiko nilai tukar rupiah dan wajib didukung oleh underlying transaksi berupa perdagangan barang dan jasa, investasi dan pemberian kredit Bank dalam valas.

"Untuk itu, pelaku pasar membutuhkan alternatif instrumen lindung nilai untuk mitigasi risiko nilai tukar," jelasnya.

Lepas dari itu, Perry mengatakan bahwa perkembangan ekonomi yang tetap positif didukung oleh Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah (SPPUR) yang aman, efisien, lancar, dan andal. Pada Agustus 2018, operasional sistem pembayaran tetap berlangsung lancar. Selain itu, beberapa transaksi di Sistem Pembayaran baik tunai maupun nontunai juga meningkat sejalan kegiatan ekonomi.

"Hal itu tercermin pada transaksi Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) yang meningkat 9,48% (yoy) pada Agustus 2018 dan nontunai ritel sistem pembayaran (ATM-Debit, Kartu Kredit dan Uang Elektronik) meningkat 13,6% (yoy) pada Juli 2018. Untuk pembayaran tunai (pengelolaan uang rupiah), posisi uang yang diedarkan (UYD) meningkat 10,2% (yoy) sejalan dengan kebutuhan transaksi masyarakat dan pola musimannya," paparnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Menguat 1,21%,...
Rupiah Menguat 1,21%, Bos BI: Lebih Perkasa dari Peso Filipina dan Baht Thailand Cs
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD,...
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD, Gubernur BI Sebut Lebih Kuat Dibanding Peso, Rupee dan Baht
Rupiah Tembus Rp16.420...
Rupiah Tembus Rp16.420 per USD, Bos BI Ungkap Apa yang Terjadi
Gubernur BI: Rupiah...
Gubernur BI: Rupiah Terus Menguat Kalahkan Malaysia, Filipina dan Thailand
Rupiah Ambles Tembus...
Rupiah Ambles Tembus Rp17 Ribu, Perry Warjiyo Blak-blakan Soal Strategi Intervensi BI
7 Jurus BI Kuatkan Rupiah...
7 Jurus BI Kuatkan Rupiah usai Terkapar di Rp17.425, Pembelian Dolar Diperketat
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
1 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
3 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
4 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
14 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
14 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
15 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved