Rangkaian Debat Capres Dimulai, Investor Mulai Wait and See
Kamis, 17 Januari 2019 - 15:06 WIB
Rangkaian Debat Capres Dimulai, Investor Mulai Wait and See
A
A
A
JAKARTA - Investor dinilai mulai mengambil sikap menunggu kepastian atau wait and see, jelang dimulainya rangkaian debat kedua calon presiden (capres) hari ini. Executive Director of Charta Politika Yunarto Wijaya menilai sikap tersebut wajar mengingat investor selalu akan melihat kaitan antara ekonomi dengan politik.
"Tapi mungkin sekarang wait and see lebih lama. Ini kampanye terlama dalam pemilu kita yaitu enam bulan. Selama itu mereka akan wait and see," ujarnya di Jakarta, Kamis (17/1/2019).
Sepanjang tahun 2018, kata Yunarto, kondisi pasar Indonesia mengalami volatilitas akibat sentimen negatif global. Terutama yang disebabkan oleh kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) dan isu perang dagang antara AS dan China.
Hal tersebut diperkirakan masih akan berlanjut di tahun 2019 dan ditambah dampak tahun politik di mana Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) akan dilangsungkan secara serentak pada 17 April 2019 mendatang.
"Kami melihat bahwa kondisi politik Indonesia saat ini masih cukup stabil menjelang Pilpres dan Pileg serentak di bulan April 2019 nanti. Walaupun tidak ada korelasi langsung antara peristiwa politik dengan performa ekonomi, namun tetap ada beberapa hal yang perlu dicermati oleh para investor," katanya.
Yunarto mengatakan, perubahan struktur pemerintahan dapat berdampak pada kebijakan-kebijakan ekonomi sebuah negara. Karena itu, investor akan bersikap menunggu. Namun, dia yakin pesta demokrasi tahun ini tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap kondisi ekonomi di Tanah Air.
"Kualitatif adem saja, pengalaman pemilu 2004, 2009, 2014 entah kebetulan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selalu positif," pungkasnya.
"Tapi mungkin sekarang wait and see lebih lama. Ini kampanye terlama dalam pemilu kita yaitu enam bulan. Selama itu mereka akan wait and see," ujarnya di Jakarta, Kamis (17/1/2019).
Sepanjang tahun 2018, kata Yunarto, kondisi pasar Indonesia mengalami volatilitas akibat sentimen negatif global. Terutama yang disebabkan oleh kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) dan isu perang dagang antara AS dan China.
Hal tersebut diperkirakan masih akan berlanjut di tahun 2019 dan ditambah dampak tahun politik di mana Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) akan dilangsungkan secara serentak pada 17 April 2019 mendatang.
"Kami melihat bahwa kondisi politik Indonesia saat ini masih cukup stabil menjelang Pilpres dan Pileg serentak di bulan April 2019 nanti. Walaupun tidak ada korelasi langsung antara peristiwa politik dengan performa ekonomi, namun tetap ada beberapa hal yang perlu dicermati oleh para investor," katanya.
Yunarto mengatakan, perubahan struktur pemerintahan dapat berdampak pada kebijakan-kebijakan ekonomi sebuah negara. Karena itu, investor akan bersikap menunggu. Namun, dia yakin pesta demokrasi tahun ini tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap kondisi ekonomi di Tanah Air.
"Kualitatif adem saja, pengalaman pemilu 2004, 2009, 2014 entah kebetulan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selalu positif," pungkasnya.
(fjo)
Lihat Juga :