GenPi Lampung Gelar Pasar Lalang Waya Market

Selasa, 20 November 2018 - 20:21 WIB
GenPi Lampung Gelar...
GenPi Lampung Gelar Pasar Lalang Waya Market
A A A
JAKARTA - Inovasi demi inovasi terus dihadirkan Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Lampung. Setelah sukses dengan Festival Kanikan saat Festival Krakatau, GenPI Lampung menghadirkan destinasi digital baru yang diberinama Pasar Lalang Waya Market. Lokasinya di Elephant Park, Enggal, Bandar Lampung. Kegiatan ini dibuka 20 November 2018.

Lalang Waya sendiri diambil dari Bahasa Lampung. Artinya adalah bersukaria. Menurut Ketua Umum GenPI Lampung Dito Dwi Novrizal, semua pengunjung Lalang Waya diharapkan bersukaria.

"Lalang Waya Market adalah tindak lanjut dari suksesnya Festival Kanikan yang sudah dihelat pada medio Agustus 2018 lalu. Tujuannya masih sama, yakni ikut serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Lampung," ujar Dito.

Meski terinspirasi Kanikan, Dito menjelaskan jika konsep Lalang Waya berbeda. Lalang Waya menerapkan konsep Nomadic Market. Yang artinya, bisa digelar di mana saja. Namun Lalang Waya, tidak melepaskan identitas sebagai destinasi digital. Banyak spot foto yang instagramable yang dihadirkan. Terdapat juga pameran foto destinasi digital di seluruh Indonesia.

"Lalang Waya Market merupakan kolaborasi GenPI Lampung bersama Komunitas Lampung Foodies. Kami menyediakan 41 stan kuliner yang bakal memanjakan lidah pengunjung yang hadir," ungkapnya.

Yang bikin beda, pengisi stan adalah pilihan. Mereka dipilih berdasarkan hasil seleksi. Tercatat 312 pendaftar yang bersaing mendapatkan 41 stan. Kuliner-kuliner yang terpilih adalah kekinian dan hits. Namun, menu tradisional legendaris seperti kerak telor, sate padang, dan lain-lain tetap dihadirkan.

"Yang pasti rasanya harus enak dan halal. Menu yang disajikan pun harus berbeda antara satu stan dengan stan lainnya. Yang tak kalah penting, display juga harus bagus untuk dihadirkan di Lalang Waya Market," jelasnya.

Yang menarik adalah sistem pembayaran. Kali ini, GenPI Lampung bekerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) menghadirkan aplikasi My QR atau dengan sistem barcode. My QR memberikan bonus ketika top up, sampai 80% untuk pengguna baru.

Untuk lebih memeriahkan Lalang Waya Market, ditampilkan pula beragam atraksi yang seru dari kumpulan berbagai komunitas. Seperti Tari Tradisional, Beat Box, Dance, Fashion Show, Accoustic, dan lain-lain.

Ketua GenPI Nasional Mansyur Ebo memberikan apresiasinya. "Kami berharap hadirnya Lalang Waya Market dapat menjadi ajang berkumpulnya komunitas kreatif sekaligus menggerakkan roda ekonomi, khususnya di Lampung," tandasnya.

Pernyataan tidak jauh berbeda disampaikan Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi dan Media Don Kardono. "GenPI dituntut untuk selalu menghadirkan inovasi. Dan GenPI Lampung menerjemahkan hal tersebut dengan baik. Konsep yang dipakai juga unik dan kekinian, yaitu Nomadic Market. Konsep yang belum banyak digunakan," kata Don.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, wisatawan umumnya mengeluarkan 30%-40% dari total pengeluaran mereka untuk wisata kuliner dan belanja. Menurutnya, wisata kuliner mempunyai portofolio produk sempurna, karena size dan spread-nya besar, serta sustainability tinggi.

"Wisata kuliner memberikan kontribusi tertinggi bagi PDB (Pajak Domestik Bruto), yaitu 42%. Kedua adalah fashion 18% dan ketiga kriya 15% yang masuk dalam kategori belanja," ungkapnya.

Dengan alasan itu, Menpar memberikan apresiasi yang memberikan porsi besar untuk kuliner dan mengemasnya dengan menarik. "Ada creative value yang diterapkan GenPI di Lalang Waya Market. Ini inovasi yang luar biasa. Apalagi mereka mengenalkan Nomadic Market. Luar biasa," katanya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian Pariwisata...
Kementerian Pariwisata Jadikan Bissoloro sebagai Desa Wisata
Kemenpar Siapkan Sistem...
Kemenpar Siapkan Sistem API untuk Saring Hotel dan Vila Ilegal di OTA
Akademisi Sarankan Olahraga...
Akademisi Sarankan Olahraga dan Pariwisata Jadi Satu Kementerian
BPKP Kawal Akuntabilitas...
BPKP Kawal Akuntabilitas Program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
15 Desa di Bulukumba...
15 Desa di Bulukumba Terima Penghargaan dari Kementerian Pariwisata
Gaji PNS Kementerian...
Gaji PNS Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tahun 2024
Berita Terkini
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
17 menit yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
51 menit yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
1 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
1 jam yang lalu
Perluas Akses Pembiayaan...
Perluas Akses Pembiayaan EV, Mandiri Auto Deals 2026 Tawarkan Pengalaman Menarik
1 jam yang lalu
Pemerintah NSW Beri...
Pemerintah NSW Beri Jalur Cepat Proyek Sydney Senilai Rp25 T Besutan Iwan Sunito
2 jam yang lalu
Infografis
Membedah Chromebook...
Membedah Chromebook Pilihan Nadiem dan Perbandingannya dengan Pasar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved