Malaysia Batalkan Proyek Kereta Api yang Didukung China

Minggu, 27 Januari 2019 - 14:05 WIB
Malaysia Batalkan Proyek...
Malaysia Batalkan Proyek Kereta Api yang Didukung China
A A A
KUALA LUMPUR - Menteri ekonomi Malaysia mengatakan bahwa Negeri Jiran itu akan membatalkan proyek East Coast Rail Link (ECRL) dengan kontraktor China Communications Construction Co (CCCC). Malaysia beralasan biaya untuk proyek senilai USD20 miliar (sekitar Rp280 triliun) tersebut terlalu besar.

Di sisi lain, Mohamed Azmin Ali memberikan jaminan bahwa Malaysia tetap akan menerima investasi dari China berdasarkan kasus per kasus. "Kabinet telah membuat keputusan ini karena biaya untuk mengembangkan ECRL terlalu besar dan kami tidak memiliki kapasitas finansial," kata Azmin seperti dikutip dari Reuters, Minggu (27/1/2019).

Pemerintah Malaysia, kata dia, masih menentukan berapa yang harus dibayar CCCC untuk biaya pembatalan proyek. Bunga atas proyek itu mencapai setengah miliar ringgit atau sekira USD120 juta per tahun.

"Kami tidak sanggup menanggung ini, jadi proyek ini harus dihentikan tanpa memengaruhi hubungan baik kami dengan China," tegasnya.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan Agustus lalu bahwa proyek kereta api itu akan dibatalkan untuk saat ini, tetapi pemerintah sejak itu mengatakan sedang dalam negosiasi dengan CCCC mengenai masa depan jalur kereta api itu.

Dia juga mengumumkan pada bulan Agustus pembatalan proyek lain yang didukung China, pipa gas alam di negara bagian Sabah, Malaysia Timur.

Sejak berkuasa Mei lalu, Mahathir berulangkali berjanji untuk menegosiasikan ulang atau membatalkan apa yang disebutnya kesepakatan infrastruktur yang tidak adil dengan China yang disahkan oleh pendahulunya Najib Razak.

Proyek ECRL adalah salah satu proyek infrastruktur China di Malaysia yang pekerjaannya ditangguhkan sambil menunggu pembahasan mengenai harga dan tuduhan korupsi.

Proyek ECRL adalah salah satu yang terbesar yang ditandatangani oleh China di bawah inisiatif tanda tangan Belt and Road, serta salah satu proyek kereta api terbesar milik kontraktor negara, CCCC.

Komisi Tinjauan Ekonomi dan Keamanan AS mengeluarkan laporan yang memeringkat ECRL sebagai proyek Belt and Road terbesar kedua berdasarkan estimasi biaya, setelah proyek kereta api kecepatan tinggi Moskow-Kazan senilai UD21,4 miliar di Rusia.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gandeng Straits Oil...
Gandeng Straits Oil Tools, Bakri Pipeline Ekspansi Bisnis ke Malaysia
Rayakan 20 Tahun Dedikasi,...
Rayakan 20 Tahun Dedikasi, Mastrotto Meluncurkan Proyek Baru
United E-Motors Ekspansi...
United E-Motors Ekspansi ke Malaysia
MS Glow Bersiap Besarkan...
MS Glow Bersiap Besarkan Ekspansi di Malaysia
Ekspansi Bisnis, Ecommerce...
Ekspansi Bisnis, Ecommerce Milik Djarum Rambah Malaysia
Sstt..! Ternyata Baru...
Sstt..! Ternyata Baru Malaysia Investor Asing yang Ikut Tender Jalan Tol di RI
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
4 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
5 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
6 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
6 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
7 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
9 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved