Didukung Perbankan, Kementan Optimistis Program Serasi Sukses

Minggu, 27 Januari 2019 - 21:01 WIB
Didukung Perbankan,...
Didukung Perbankan, Kementan Optimistis Program Serasi Sukses
A A A
JAKARTA - Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) optimistis program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) akan sukses. Apalagi, program ini mendapat dukungan dari kalangan perbankan.

Program ini akan memanfaatkan potensi lahan rawa yang sangat di beberapa wilayah di Tanah Air, dengan mekanisasi pertanian dan dijalankan dengan koperasi yang di korporasikan.

"500.000 hektare rawa di enam provinsi yakni Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Lampung, Jambi, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Tengah, bakal dimanfaatkan sebagai lahan pertanian produktif. Hal ini dilakukan untuk mendorong kesejahteraan petani berbasis koperasi yang dikoorporasikan melalui Serasi," ujar Dirjen PSP Kementan Dadih Permana dalam keterangan resmi, Minggu (27/1/2019).

Dia menyampaikan, pemanfaatan lahan rawa menjadi pertanian akan terintegrasi dengan peternakan, perkebunan dan persawahan. Amran mengatakan, Serasi akan dikerjakan bersinergi dengan lembaga pemerintahan lainnya.

"Guna mendukung capaian yang baik terkait pemanfaatan rawa untuk pertanian, maka juga didukung dengan pengembangan mekanisasi serta teknologi," lanjutnya.

Menurut Kepala Divisi Bisnis Usaha Kecil 2 Bank BNI, Bambang Setyatmojo, program Serasi merupakan sebuah terobosan baru untuk meningkatkan produktivitas pertanian dengan mengoptimalkan lahan rawa.

Yang lebih bagus lagi, tambahnya, luasannya yang luar biasa menjadikannya ideal untuk melakukan korporatisasi. "Kalau kita bikin usaha skalanya kecil itu tidak akan ekonomis. Kementan bilang 5.000 kemudian kan ada mekanisasi, ada penguatan kelembagaan petani, kemudian petani nanti produksinya bukan hanya gabah tapi juga beras, menurut saya akan luar biasa untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Produktifitasnya naik, kesejahteraan petani pasti naik," ujar Bambang.

Ia menceritakan Bank BNI saat ini sudah mengerjakan program pembiayaan dengan 60.000-an petani. Sementara untuk tahap awal program Serasi akan dibantu pemerintah. Mulai dari lahan, alat pertanian, benih, hingga pupuk. Dengan demikian beban terhadap perbankan akan lebih kecil.

"Nah apalagi ini sudah dibantu. Jadi kami stand by saja. Kalau nanti petani butuh pupuk karena subsidi pupuk kurang, kami akan bantu dengan pembiayaan. Termasuk juga untuk biaya hidup, dalam 4 bulan menunggu panen misalnya petani butuh biaya untuk kebutuhan hidup, kami bantu pembiayaan," tambah Bambang.

Bambang membayangkan jika 5.000 hektare lahan dengan korporatisasi yang lahannya sudah terkonsolidasi akan sangat menjanjikan. "Bandingkan kalau di Jawa yang 1 orang cuma 3.000 meter. Kalau ini 1 orang bisa 2 hektare, kemudian dikumpulkan dalam satu hamparan luas, terkonsentrasi. Irigasinya bisa diatur, masa tanamnya diatur, panennya juga begitu. Oke banget menurut saya," pungkas Bambang.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sinergikan Program Pertanian...
Sinergikan Program Pertanian Lewat Panen Semangka Manis Bersama
Kementan: Pandemi Tak...
Kementan: Pandemi Tak Halangi Capaian Program Sikomandan
Legislator di Daerah...
Legislator di Daerah Diharapkan Turut Dukung Program Pertanian
Program Food Estate...
Program Food Estate Bisa Mulus dengan Empat Pilar Ini
Penuhi Pangan bagi 273...
Penuhi Pangan bagi 273 Juta Penduduk Indonesia, Program Food Estate Dipercepat
Riwayat Pendidikan Mentan...
Riwayat Pendidikan Mentan Amran Sulaiman Pencetus Program Petani Milenial 2024
Berita Terkini
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
39 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Infografis
10 Pengusaha Sukses...
10 Pengusaha Sukses yang Memulai Bisnis di Usia 50 Tahun ke Atas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved