Maskapai Tarif Murah Germania Terancam Bangkrut

Kamis, 07 Februari 2019 - 00:04 WIB
Maskapai Tarif Murah...
Maskapai Tarif Murah Germania Terancam Bangkrut
A A A
BERLIN - Maskapai penerbangan bertarif rendah yakni Germania telah mengajukan kebangkrutan perusahaan dan bakal membatalkan semua penerbangannya dalam waktu dekat. Maskapai swasta yang bermarkas di Berlin tersebut memiliki tujuan penerbangan ke seluruh Eropa, Afrika dan Timur Tengah serta sudah mengangkut lebih dari empat juta penumpang per tahun.

Seperti dilansir BBC, pihak perusahaan menyalahkan kenaikan harga bahan bakar pesawat dan fluktuasi mata uang sebagai dua faktor penyebab kebangkrutan. "Kami akhirnya gagal menyelesaikan upaya pembiayaan kami untuk memenuhi kebutuhan likuiditas jangka pendek. Kami sangat menyesal bahwa, sebagai akibatnya, kami tidak punya pilihan selain mengajukan kebangkrutan," kata Direktur Pelaksana Karsten Balke.

Perusahaan mengatakan bahwa penumpang yang telah memesan penerbangan sebagai bagian dari paket harus menghubungi operator tur bersangkutan untuk membuat pengaturan yang berbeda. Tetapi menambahkan bahwa orang yang memesan langsung dengan maskapai tidak berhak untuk penerbangan pengganti.

Kondisi ini menjadi pukulan bagi industri penerbangan Jerman, setelah sebelumnya maskapai terbesar kedua di negara itu, Air Berlin mengajukan kebangkrutan pada Agustus 2017. Hal tersebut seakan menjadi penegasan terkait persoalan anggaran serat keuangan di antara maskapai berbiaya murah.

Pada awal pekan, Ryanair membukukan kerugian kuartalan pertamanya sejak Maret 2014, ketika mengumumkan menelan kerugian 19,6 juta euro untuk tiga bulan terakhir tahun 2018. Dan minggu lalu, Norwegian Air merilis bakal mengincar pendanaan senilai 3 miliar kroner Norwegia (268 juta poundsterling) melalui penerbitan hak, dalam upaya menguatkan keuangan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemenhub Izinkan Maskapai...
Kemenhub Izinkan Maskapai Sesuaikan Tarif Penerbangan
Siap-siap! Warga Negara...
Siap-siap! Warga Negara Asing Bebas Keluar Masuk RI Dua Minggu Lagi
Scoot Berikan Pengalaman...
Scoot Berikan Pengalaman Perjalanan Wisata Unik di Kota Kasablanka
Sriwijaya Air Group...
Sriwijaya Air Group Sediakan Fasilitas Rapid Test bagi Calon Penumpang
Vietjet Luncurkan Rute...
Vietjet Luncurkan Rute Langsung Hanoi ke Melbourne
FlyJaya Resmi Jadi Maskapai...
FlyJaya Resmi Jadi Maskapai Terbaru di Indonesia, Terbang Perdana dari Halim ke Adisutjipto
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
6 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
6 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
7 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
7 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
8 jam yang lalu
Infografis
Marwah Piala Dunia 2026...
Marwah Piala Dunia 2026 Terancam, 5 Negara Berpotensi Absen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved