Harga Avtur Disebut Kemahalan, Menkeu Sri Mulyani Kaji Penurunan PPN

Selasa, 12 Februari 2019 - 14:33 WIB
Harga Avtur Disebut...
Harga Avtur Disebut Kemahalan, Menkeu Sri Mulyani Kaji Penurunan PPN
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menanggapi mengenai harga avtur yang dinilai kemahalan yang berbuntut terhadap tiket pesawat yang menjadi tinggi. Mantan direktur Bank Dunia itu berencana mengevalusi kebijakan pajak pertambahan nilai (PPN).

Dia pun akan melihat implikasi PPN mengenai kenaikan harga avtur agar mencegah kompetisi yang tidak sehat dengan negara lainnya. "Kalau treatment PPN itu adalah sama, kita akan berlakukan sama. Jadi kita lihat supaya enggak ada kompetisi tidak sehat antara Indonesia dengan yang lainnya," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Dia menekankan jika harga avtur yang tinggi sama dengan kasus sebelumnya akan dikaji ulang. Sebab Ia mengaku dirinya selalu membandingkan harga avtur di Indonesia dengan beberapa negara lainnya

"Saya menyampaikan sama kayak Garuda pernah menyampaikan, kalau itu sifatnya adalah level playing field kita bersedia untuk mencompare dengan negara lain. Kita selalu dibandingkan dengan Singapura, Kuala lumpur," jelasnya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku telah menerima banyak keluhan terkait tingginya harga tiket pesawat untuk penerbangan di dalam negeri. Menurut Presiden, tingginya harga tiket pesawat ini karena harga bahan bakar pesawat yaitu avtur di Indonesia ternyata sangat mahal.

Jokowi mengatakan agar harga avtur kompetitif pilihannya hanya satu. Salah satunya harga bisa sama dengan harga internasional. Kalau tidak bisa, berarti pemerintah akan masukkan kompetitor yang lain sehingga terjadi kompetisi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Resiko Kenaikan Tarif...
Resiko Kenaikan Tarif PPN bagi Seluruh Sektor Ekonomi
Indonesia Kerek Jadi...
Indonesia Kerek Jadi 12% Saat Vietnam Turunkan PPN 8 Persen, Kemenkeu Ungkap Bedanya
Beras dan Daging Jadi...
Beras dan Daging Jadi Sasaran Pajak Sembako
Praktisi Hukum Minta...
Praktisi Hukum Minta Pemerintah Tinjau Ulang Rencana Kenaikan PPN
Siap-siap, Tarif PPN...
Siap-siap, Tarif PPN Bakal Naik 12% Mulai Tahun Depan
Duh, Tarif PPN Naik...
Duh, Tarif PPN Naik Jadi 11% Mulai April 2022
Berita Terkini
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
17 menit yang lalu
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
54 menit yang lalu
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
2 jam yang lalu
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
10 jam yang lalu
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
11 jam yang lalu
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
11 jam yang lalu
Infografis
Cilia Flores, Istri...
Cilia Flores, Istri Maduro yang Disebut Otak di Balik Kebijakan Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved