IHSG Berakhir Jatuh ke Level 6.419, Bursa Asia Melesat
Rabu, 13 Februari 2019 - 16:42 WIB
IHSG Berakhir Jatuh ke Level 6.419, Bursa Asia Melesat
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup memerah pada akhir sesi perdagangan, Rabu (13/2/2019) setelah dalam dua sesi sebelumnya merayap naik di zona hijau. Pada sesi penutupan, IHSG berbalik melemah usai kehilangan 7,21 poin atau 0,11% ke posisi 6.419,12.
Pada sesi siang tadi, bursa saham Tanah Air kokoh dengan tambahan 11,99 poin atau setara 0,19% menjadi 6.438,31 ketika pada sesi pagi menguat 25,70 poin menjadi 6.452,02. Kemarin, bursa saham Tanah Air jatuh ke posisi 6.426,33 usai kehilangan 68,68 poin atau 1,06%.
Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan sore mayoritas bergerak mixed alias variatif. Sektor dengan kenaikan tertinggi yaitu industri dasar yang menanjak 1,49% sedangkan pelemahan terdalam terjadi pada sektor keuangan yang jatuh 0,87%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp9,56 triliun dengan 15,46 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp1,38 triliun dengan aksi jual asing sebesar Rp3,98 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,60 triliun. Tercatat sebesar 229 saham menguat, 225 saham melemah dan 130 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Indonesian Paradise Property Tbk. (INPP) naik Rp110 menjadi Rp740, PT First Media Tbk. (KBLV) bertambah Rp65 menjadi Rp585 dan PT Paninvest Tbk. (PNIN) meningkat Rp65 menjadi Rp1.210.
Sementara saham-saham dengan pelemahan yakni PT Lippo General Insurance Tbk. (LPGI) turun Rp340 menjadi Rp3.960, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menyusut Rp250 ke posisi Rp8.650 serta PT Cita Mineral Investindo Tbk. (CITA) berkurang Rp120 menjadi Rp1.510.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, pasar saham utama Asia berakhir lebih tinggi usai diterpa sentimen positif dari perkembangan pembicaraan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China. Tercatat komposit Shenzhen naik 2,012% menjadi 8.171,21 untuk mengiringi pemulihan Komposit Shanghai setelah sempat mengalami kerugian sebelum untuk bangkit kembali dengan tambahan 1,84% dan meningkat ke posisi 2.721,07.
Sementara itu indeks Hang Seng di Hong Kong menguat mencapai sebesar 1.16% atau 326,28 poin di level 28,497.59 hingga sesi perdagangan sore. Selanjutnya indeks Nikkei Jepang memperpanjang tren kenaikan dari sebelumnya lewat tambahan 1,34% hingga ditutup pada posisi 21.144,48 saat indeks Topix naik 1,06% dan bertengger ke level 1.589,33.
Peningkatan juga terlihat pada indeks Kospi, Korea Selatan dengan merayap tipis hanya 0,5% dan berakhir menghijau di level 2.201,48. Bursa patokan Australia yakni ASX 200 justru tergelincir 0,25 poin menjadi 6.063,6. Saham perusahaan minyak Beach Energy melonjak 5,33% setelah merilis peningkatan pendapatan penjualan dan perbaikan pedoman dalam laporan setengah tahun untuk tahun keuangan 2019.
Pada sesi siang tadi, bursa saham Tanah Air kokoh dengan tambahan 11,99 poin atau setara 0,19% menjadi 6.438,31 ketika pada sesi pagi menguat 25,70 poin menjadi 6.452,02. Kemarin, bursa saham Tanah Air jatuh ke posisi 6.426,33 usai kehilangan 68,68 poin atau 1,06%.
Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan sore mayoritas bergerak mixed alias variatif. Sektor dengan kenaikan tertinggi yaitu industri dasar yang menanjak 1,49% sedangkan pelemahan terdalam terjadi pada sektor keuangan yang jatuh 0,87%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp9,56 triliun dengan 15,46 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp1,38 triliun dengan aksi jual asing sebesar Rp3,98 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,60 triliun. Tercatat sebesar 229 saham menguat, 225 saham melemah dan 130 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Indonesian Paradise Property Tbk. (INPP) naik Rp110 menjadi Rp740, PT First Media Tbk. (KBLV) bertambah Rp65 menjadi Rp585 dan PT Paninvest Tbk. (PNIN) meningkat Rp65 menjadi Rp1.210.
Sementara saham-saham dengan pelemahan yakni PT Lippo General Insurance Tbk. (LPGI) turun Rp340 menjadi Rp3.960, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menyusut Rp250 ke posisi Rp8.650 serta PT Cita Mineral Investindo Tbk. (CITA) berkurang Rp120 menjadi Rp1.510.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, pasar saham utama Asia berakhir lebih tinggi usai diterpa sentimen positif dari perkembangan pembicaraan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China. Tercatat komposit Shenzhen naik 2,012% menjadi 8.171,21 untuk mengiringi pemulihan Komposit Shanghai setelah sempat mengalami kerugian sebelum untuk bangkit kembali dengan tambahan 1,84% dan meningkat ke posisi 2.721,07.
Sementara itu indeks Hang Seng di Hong Kong menguat mencapai sebesar 1.16% atau 326,28 poin di level 28,497.59 hingga sesi perdagangan sore. Selanjutnya indeks Nikkei Jepang memperpanjang tren kenaikan dari sebelumnya lewat tambahan 1,34% hingga ditutup pada posisi 21.144,48 saat indeks Topix naik 1,06% dan bertengger ke level 1.589,33.
Peningkatan juga terlihat pada indeks Kospi, Korea Selatan dengan merayap tipis hanya 0,5% dan berakhir menghijau di level 2.201,48. Bursa patokan Australia yakni ASX 200 justru tergelincir 0,25 poin menjadi 6.063,6. Saham perusahaan minyak Beach Energy melonjak 5,33% setelah merilis peningkatan pendapatan penjualan dan perbaikan pedoman dalam laporan setengah tahun untuk tahun keuangan 2019.
(akr)
Lihat Juga :