Berantas Order Fiktif, GO-JEK Bangun Sistem Kecerdasan Buatan

Kamis, 14 Februari 2019 - 15:56 WIB
Berantas Order Fiktif,...
Berantas Order Fiktif, GO-JEK Bangun Sistem Kecerdasan Buatan
A A A
JAKARTA - Guna memberantas sindikat order fiktif, tak tanggung-tanggung, GO-JEK membangun sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). sistem tersebut diklaim mampu menangkal order fiktif hingga mencapai 98% dan memiliki akurasi deteksi penggunaan GPS palsu hingga 98%.

"GO-JEK membangun sistem kecerdasan buatan untuk melindungi mitra driver yang bekerja dengan jujur. Sistem tersebut dibuat khusus untuk mendeteksi dan mencegah perilaku curang," ujar Chief Operation Officer GO-JEK Hans Patuwo, di Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Banyaknya order fiktif yang diketahui menggunakan GPS Palsu atau GPS "Tuyul" sangat merugikan banyak pihak, termasuk mitra dan juga kenyamanan pelanggan. Karena itu, tegas Hans, sistem kecerdasan buatan itu diharapkan mampu mengentaskan masalah tersebut.

Namun, tak hanya berhenti di situ, untuk memberantas order fiktif GO-JEK juga menggandeng Polda Metro Jaya untuk menangkap sindikat pelaku. GOJEK dan Polda Metro Jaya, kata dia, berkomitmen untuk memproses secara hukum para pelaku order fiktif.

(Baca Juga: Begini Modus Pelaku Order Fiktif GO-JEK Menjalankan Aksinya)

Berdasarkan laporan GO-JEK yang diajukan pada 28 Januari 2018 kepada Unit Cyber Crime Polda Metro Jaya, telah berhasil ditangkap koordinator sindikat pelaku order fiktif.

"Kami sangat mengapresiasi keberhasilan Polda Metro Jaya dalam mengungkap kasus ini. Laporan dan bukti-bukti yang kami berikan diproses dengan cepat sehingga sindikat pelaku order fiktif dapat segera ditangkap untuk dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut. Ke depannya kami akan terus berkolaborasi dengan pihak kepolisian untuk menindak tegas kasus serupa," ujarnya.

Melalui komunikasi yang terjalin, imbuh Hans, GO-JEK bersama Polda Metro Jaya berkomitmen untuk memproses secara hukum oknum-oknum yang tergabung dalam sindikat pelaku order fiktif. Pihaknya akan terus menyampaikan berbagai bukti kuat untuk mengungkap sindikasi-sindikasi order fiktif.

"Proses ini adalah bagian prosedur yang telah kami jalani. Sampai dengan saat ini, kami telah memberikan sanksi kepada palaku curang yang masuk ke dalam aplikasi kami baik oknum mitra driver maupun pelanggan. Kami melihat bahwa jalur penindakan hukum perlu juga kami ambil sehingga memberikan efek jera," tutup Hans.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Naik Ojol, Gojek Imbau...
Naik Ojol, Gojek Imbau Penumpang Bawa Helm Sendiri
Mantan Petinggi Amazon...
Mantan Petinggi Amazon dan Microsoft Jadi CTO di Gojek
ORASKI Perjuangkan Kesejahteraan...
ORASKI Perjuangkan Kesejahteraan Pengemudi Online, Tolak Intervensi Berlebihan
Ekosistem Transportasi...
Ekosistem Transportasi Online Terjaga, ORASKI: Jangan Rusak dengan Regulasi Keliru Arah
Ribuan Pengemudi Angkutan...
Ribuan Pengemudi Angkutan Online di Malang Raya Mogok Massal, Ini Tuntutannya
Ojol Kembali Beroperasi,...
Ojol Kembali Beroperasi, Tapi Tidak Bisa Order di Zona Merah
Berita Terkini
Dirut Pertamina Patra...
Dirut Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan SPBU di Palembang Optimal
17 menit yang lalu
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
25 menit yang lalu
Permintaan Hunian Tetap...
Permintaan Hunian Tetap Tinggi, Alam Sutera Kembangkan Kawasan Residensial Baru
48 menit yang lalu
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
59 menit yang lalu
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
1 jam yang lalu
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
1 jam yang lalu
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved