BI: Ketidakpastian Pasar Keuangan Global Berkurang

Kamis, 21 Februari 2019 - 18:29 WIB
BI: Ketidakpastian Pasar...
BI: Ketidakpastian Pasar Keuangan Global Berkurang
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai pertumbuhan ekonomi dunia masih melambat namun tidak berarti resesi. Artinya ketidakpastian pasar keuangan global mulai berkurang.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan masih lambatnya pertumbuhan ekonomi dunia disebabkan akibat melambatnya ekonomi Amerika Serikat, yang dipengaruhi oleh terbatasnya stimulus fiskal, permasalahan struktural tenaga kerja, dan menurunnya keyakinan pelaku usaha.

"Pertumbuhan ekonomi Eropa juga melambat, antara lain dipengaruhi oleh berlanjutnya permasalahan struktural ekonomi dan keuangan, pelemahan ekspor dan dampak ketidakpastian penyelesaian masalah Brexit," terang Perry di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Begitu pula dengan ekonomi China yang tumbuh melambat disebabkan konflik dagang dengan AS serta menurunnya permintaan domestik akibat dampak proses deleveraging yang masih berlangsung.

Karena masih melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia, Perry mengatakan harga komoditas global juga akan menurun, termasuk harga minyak dunia. Sehingga normalisasi kebijakan moneter di negara maju yang cenderung tidak seketat perkiraan semula dan ketidakpastian di pasar keuangan global yang berkurang.

Perkembangan ekonomi dunia yang masih melambat akan memberi tantangan dalam mendorong ekspor, kendati di sisi lain meningkatkan aliran masuk modal asing ke negara berkembang, seperti Indonesia.

Menghadapi itu, Bank Indonesia akan terus memastikan kelancaran dan ketersediaan sistem pembayaran nasional, baik terhadap sistem yang dioperasikan oleh Bank Indonesia maupun yang diselenggarakan oleh industri, termasuk menjamin keamanan dan kelancaran sistem pembayaran.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
Penuh Gejolak, Perry...
Penuh Gejolak, Perry Warjiyo Ramal Ekonomi Global 2023 Hanya Tumbuh 2,7%
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Global, BI Tahan Suku Bunga Acuan Tetap 4%
Gubernur BI Peringatkan...
Gubernur BI Peringatkan Dunia Tak Baik-baik Saja, Dihantui 3 Tantangan Besar
BRI Pede Gejolak Ekonomi...
BRI Pede Gejolak Ekonomi Global Tak Berdampak Signifikan ke Indonesia
BI Beberkan Tekanan...
BI Beberkan Tekanan Global yang Bakal Menerjang Indonesia
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
1 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
4 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
4 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
14 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
15 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
16 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved