AS-China Susun Draf Komitmen Akhiri Perang Dagang

Jum'at, 22 Februari 2019 - 12:33 WIB
AS-China Susun Draf...
AS-China Susun Draf Komitmen Akhiri Perang Dagang
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) dan China mulai menyusun draf komitmen untuk mengatasi sejumlah masalah dalam konflik dagang kedua negara.

Perkembangan ini merupakan kemajuan terbesar untuk mengakhiri perang dagang yang telah berlangsung tujuh bulan. Dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia itu saling menerapkan tarif terhadap beragam produk bernilai ratusan miliar dolar hingga melemahkan pertumbuhan ekonomi global, mengganggu jaringan suplai dan mengacaukan manufaktur.

Saat para pejabat menggelar perundingan tingkat tinggi pada Kamis (21/2) dan Jumat (22/2) di Washington, mereka masih jauh dari tuntutan pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk perubahan struktural ekonomi China.

“Draf komitmen yang disusun itu akan mendorong kesepakatan muncul dalam perundingan kedua pihak,” ungkap sejumlah sumber yang terlibat dalam negosiasi tersebut pada Reuters.

Kedua pihak berupaya mencapai kesepakatan pada 1 Maret, batas waktu 90 hari penghentian perang dagang yang disepakati Trump dan Presiden China Xi Jinping saat bertemu di Argentina akhir tahun lalu.

“Negosiator AS dan China menyusun enam nota kesepahaman (mou) pada sejumlah isu struktural seperti transfer teknologi secara paksa dan pencurian siber, hak kekayaan intelektual, jasa, mata uang, pertanian dan penghalang non-tarif untuk perdagangan,” papar dua sumber yang mengetahui perkembangan dalam perundingan itu.

Pertemuan antara pejabat AS dan China pekan lalu di Beijing diisi dengan kedua pihak saling menukar dokumen dan menyusun sejumlah kewajiban. Proses itu menjadi negosiasi dagang yang sesungguhnya, sehingga pada akhir pekan kedua pihak tetap berada di Beijing untuk bekerja. Mereka pun kemudian memutuskan bertemu lagi di Washington.

Nota kesepahaman itu mencakup isu paling kompleks yang mempengaruhi hubungan dagang antara kedua negara dan dari perspektif AS akan mengakhiri tarif yang diterapkan AS pada produk impor asal China.

Meski demikian, masih ada kemungkinan perundingan dagang itu gagal menghasilkan kesepakatan. “Tapi pembahasan nota kesepahaman itu langkah penting agar China menandatangani prinsip-prinsip luas dan komitmen khusus untuk isu-isu penting,” ungkap seorang sumber yang mengetahui perkembangan dalam negosiasi tersebut.

Sejumlah sumber pemerintah China menjelaskan, dua negara secara mendasar akan mencapai kesepakatan untuk menghindari ketidakseimbangan perdagangan. Meski demikian masih ada beberapa perbedaan yang harus diatasi.

“Dapat dikatakan kita sekarang dalam fase lari cepat dan tim negosiasi bekerja menuju kesepakatan dalam batas waktu itu, tapi beberapa masalah masih sulit untuk diatasi,” ujar seorang pejabat China. (Muh Shamil)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kinerja ALMI Terpukul...
Kinerja ALMI Terpukul Kondisi Perekonomian Global
Tak Pernah Terjadi Sebelumnya,...
Tak Pernah Terjadi Sebelumnya, China Mampu Tundukkan AS
China Menyerah? Xi Jinping...
China Menyerah? Xi Jinping Sebut Tak Ada Pemenang dalam Perang Dagang Melawan AS
Perang Dagang China...
Perang Dagang China dan AS Makin Panas, Beijing Terapkan Tarif 15%
Perang Dagang Mereda?...
Perang Dagang Mereda? Trump Beri Angin Segar Industri Otomotif dengan Pelonggaran Tarif Impor!
Trump Bakal Berlakukan...
Trump Bakal Berlakukan Tarif 100% ke China, Ancaman Perang Dagang Kembali Menggema
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
5 jam yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
5 jam yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
5 jam yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
5 jam yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
6 jam yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
6 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved