Rupiah Akhir Pekan Ditutup Mencoba Pulih, Euro Dekati Level Terbaik
Jum'at, 22 Februari 2019 - 17:05 WIB
Rupiah Akhir Pekan Ditutup Mencoba Pulih, Euro Dekati Level Terbaik
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Jumat (22/2/2019) ditutup mencoba untuk pulih, meski tidak terlalu besar dan tetap berada di kisaran level Rp14.057/USD. Tren perlawan mata uang Garuda mengiringi euro yang melaju mendekati level tertinggi dalam dua pekan saat Dolar Australia rebound usai tergelincir sebelumnya.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah hingga sesi akhir perdagangan naik tipis menjadi Rp14.055/USD dibandingkan penutupan Kamis, kemarin Rp14.066/USD. Rupiah sepanjang sesi perdagangan akhir pekan bergerak pada level Rp14.047 hingga Rp14.080/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona merah dengan berada pada level Rp14.079/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah masih lesu usai kembali jatuh dari posisi perdagangan sebelumnya Rp14.057/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg terlihat juga balik melawan untuk menanjak ke posisi Rp14.057/USD dibandingkan kemarin Rp14.070/USD. Rupiah di perdagangan Jumat terlihat bergerak di kisaran Rp14.052-Rp14.085/USD.
Sementara data SINDOnews bersumber dari Limas, menunjukkan pergerakan rupiah sedikit lebih baik saat menghadapi mata uang Negeri Paman Sam. Rupiah pada penutupan perdagangan meningkat dengan berada di level Rp14.055/USD setelah bertengger sebelumnya Rp14.062/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Euro bertahan di dekat posisi tertinggi dua minggu pada perdagangan hari Jumat karena investor menunggu tanda-tanda bagaimana nasib ekonomi zona euro. Sementara dolar Australia rebound setelah China membantah telah melarang impor batu bara negara itu.
Data yang lemah sejak Januari telah merusak dukungan untuk euro dan mendorong investor untuk menurunkan ekspektasi inflasi mereka. Tetapi harapan meredanya konflik perdagangan AS-China mendorong euro untuk naik 0,2% pada hari Jumat, menjadi 1,1351 terhadap dolar AS (USD).
Analis menilai prospek euro difokuskan pada apakah perlambatan baru-baru ini dalam pertumbuhan Eropa kemungkinan akan berlarut-larut. Sedangkan dolar Australia rebound setelah jatuh lebih dari 1% setelah Reuters, melaporkan pelabuhan China Dalian telah melarang impor batu bara Australia tanpa batas.
Namun China mengatakan pada hari Jumat impor akan terus berlanjut, tetapi bea cukai telah meningkatkan pemeriksaan kargo asing. Kondisi tersebut membuat mata uang Aussie naik tertinggi hari ini di level 0,7117 saat melawan USD, atau berakhir 0,4% lebih tinggi.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah hingga sesi akhir perdagangan naik tipis menjadi Rp14.055/USD dibandingkan penutupan Kamis, kemarin Rp14.066/USD. Rupiah sepanjang sesi perdagangan akhir pekan bergerak pada level Rp14.047 hingga Rp14.080/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona merah dengan berada pada level Rp14.079/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah masih lesu usai kembali jatuh dari posisi perdagangan sebelumnya Rp14.057/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg terlihat juga balik melawan untuk menanjak ke posisi Rp14.057/USD dibandingkan kemarin Rp14.070/USD. Rupiah di perdagangan Jumat terlihat bergerak di kisaran Rp14.052-Rp14.085/USD.
Sementara data SINDOnews bersumber dari Limas, menunjukkan pergerakan rupiah sedikit lebih baik saat menghadapi mata uang Negeri Paman Sam. Rupiah pada penutupan perdagangan meningkat dengan berada di level Rp14.055/USD setelah bertengger sebelumnya Rp14.062/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Euro bertahan di dekat posisi tertinggi dua minggu pada perdagangan hari Jumat karena investor menunggu tanda-tanda bagaimana nasib ekonomi zona euro. Sementara dolar Australia rebound setelah China membantah telah melarang impor batu bara negara itu.
Data yang lemah sejak Januari telah merusak dukungan untuk euro dan mendorong investor untuk menurunkan ekspektasi inflasi mereka. Tetapi harapan meredanya konflik perdagangan AS-China mendorong euro untuk naik 0,2% pada hari Jumat, menjadi 1,1351 terhadap dolar AS (USD).
Analis menilai prospek euro difokuskan pada apakah perlambatan baru-baru ini dalam pertumbuhan Eropa kemungkinan akan berlarut-larut. Sedangkan dolar Australia rebound setelah jatuh lebih dari 1% setelah Reuters, melaporkan pelabuhan China Dalian telah melarang impor batu bara Australia tanpa batas.
Namun China mengatakan pada hari Jumat impor akan terus berlanjut, tetapi bea cukai telah meningkatkan pemeriksaan kargo asing. Kondisi tersebut membuat mata uang Aussie naik tertinggi hari ini di level 0,7117 saat melawan USD, atau berakhir 0,4% lebih tinggi.
(akr)