Rupiah Naik Tipis di Awal Sesi Iringi Lesatan Dolar AS

Rabu, 06 Maret 2019 - 10:35 WIB
Rupiah Naik Tipis di...
Rupiah Naik Tipis di Awal Sesi Iringi Lesatan Dolar AS
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Rabu (6/3/2019) naik tipis setelah dalam beberapa hari terakhir melaju di zona merah. Perbaikan mata uang Garuda mengiringi dolar AS yang masih berdiri kokoh mendekati level terbaiknya dalam dua pekan.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka mencoba pulih menjadi Rp14.129/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah balik menguat, meski tidak terlalu besar untuk menghentikan kinerja negatif kemarin Rp14.146/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga menanjak ke posisi Rp14.125/USD. Rupiah menunjukkan perlawanan di tengah pekan untuk menjadi sinyal perbaikanusai sebelumnya parkir di level Rp14.145/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi masih terkapar menjadi Rp14.140/USD dengan pergerakan harian Rp14.115 hingga Rp14.140/USD. Peringkat tersebut menjadi sinyal keterpurukan rupiah dibandingkan kemarin Rp14.105/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange menguat tipis ke level Rp14.126/USD dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp14.127/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.122-Rp14.137/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, dolar mempertahankan kenaikan terhadap rivalnya pada perdagangan Rabu setelah imbal hasil AS lebih tinggi ditambah data yang lebih baik dari yang diperkirakan. Sementara mitra Australianya terpukul setelah angka pertumbuhan ekonomi yang mengecewakan untuk kuartal terakhir.

Dolar Australia tergelincir 0,4% ke level terendah dua bulan menjadi 0,7052 terhadap USD karena data yang dirilis pada hari sebelumnya menjadi sinyal perlambatan domestik dan mendukung ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga tahun ini.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik untuk sesi kelima berturut-turut semalam mencapai level tertinggi dua minggu di 97,008. Sedangkan hari ini diperdagangkan pada posisi 95,698 untuk mengawali perdagangan, Rabu.

Euro turun di level 1,1300 terhadap USD, melayang di dekat posisi terendah dua minggu versus greenback di tengah perkiraan bahwa pertemuan Bank Sentral Eropa pada hari Kamis akan menunjukkan penundaan kenaikan suku bunga sampai tahun depan dan segera meluncurkan kembali pinjaman bank jangka panjang untuk melawan perlambatan ekonomi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Rupiah Punya Peluang...
Rupiah Punya Peluang Saat Penguatan Dollar AS Tertahan di Tengah Sikap Wait and See
Rupiah Tengah Pekan...
Rupiah Tengah Pekan Dibuka Loyo ke Rp14.853/USD Iringi Kejatuhan Pounds
Berita Terkini
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
46 menit yang lalu
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
2 jam yang lalu
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
3 jam yang lalu
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
4 jam yang lalu
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
4 jam yang lalu
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
5 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved