Genjot Lahan Rawa, Kementan Tetap Cetak Sawah Baru

Kamis, 07 Maret 2019 - 20:33 WIB
Genjot Lahan Rawa, Kementan...
Genjot Lahan Rawa, Kementan Tetap Cetak Sawah Baru
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan kegiatan cetak sawah baru selain gencar mengoptimasi lahan rawa. Hal ini untuk mewujudkan nawacita Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan persiapan menuju lumbung pangan dunia tahun 2045.

Diketahui, hingga pemerintahan Jokowi- JK berakhir, yang ditargetkan cetak sawah 1 juta hektare. Saat ini ternyata telah terwujud bahkan berlebih menjadi 1,16 juta hektare. Jumlah ini terbagi atas 900 ribu hektare dari optimalisasi lahan, dan lebih dari 211 ribu hektare dari cetak tanah baru.

Kegiatan cetak sawah Kementan melalui Direktorat Jenderal Sarana dan Prasana Pertanian terbagi dua. Pertama cetak sawah yang sebenarnya, dalam arti mengubah lahan tidur menjadi sawah serta optimalisasi lahan.

“Saat ini perluasan areal luas lahan sudah mencapai 900 ribu ha. Kita memang lebih banyak membuka lahan rawa. Perluasan areal sawah yang 1 juta hektare tersebut, 90 persennya dari optimasi rawa. Untuk saat ini, kegiatan cetak sawah sudah hampir 200 ribu ha. Jadi sudah lebih dari 1 juta ha,” terang Direktur Perluasan dan Perlindungan Lahan, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Indah Megahwati di Jakarta Kamis (7/3/2019).

Optimalisasi lahan yakni menambah areal luas tanam melalui optimalisasi lahan yang tidak produktif. Cetak sawah baru dilakukan bekerjasama dengan TNI di lahan-lahan tidur di luar Jawa antara lain Lampung, Sumatera Selatan (Sumsel), Pulau Kalimatan, dan Papua.

"Meskipun alih fungsi lahan terus berlanjut dan pertumbuhan penduduk sejak pemerintahan Jokowi-JK yang mencapai 12,8 juta jiwa dibanding tahun 2014, capaian produksi pertanian saat ini justru meningkat," ungkap Indah.

Tambahan konsumsi sebesar 1,7 juta ton pun dapat terpenuhi dari produksi dalam negeri. Ini dapat dicapai karena salah satunya karena bertambahnya luas tanam melalui optimalisasi lahan dan cetak sawah baru.

Indah mencatat perluasan dan optimasi lahan pada 2018 mencapai 1,16 juta hektare. Ini naik 358% dibanding 2013. Karenanya, kegiatan ini akan terus berlanjut mengingat manfaatnya untuk kedaulatan pangan di Nusantara.

Pelaksanaan kegiatan cetak sawah di Kementan pada 2015-2018 serta prakiraan kontribusi untuk penambahan produksi padi mencapai hampir 211 ribu ha lebih. Dengan kontribusi padi nasional sekitar 1,263 ton. Ini lantaran setiap sawah baru yang telah siap tanam langsung dimanfaatkan oleh petani.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Antisipasi Krisis Pangan,...
Antisipasi Krisis Pangan, Pemerintah Akan Buka Lahan Sawah 900 Ribu Hektare
Sawah Digadang-gadang...
Sawah Digadang-gadang Jadi Sumber Ekonomi Baru
Koalisi Masyarakat Sipil...
Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Rencana Cetak Sawah di Kalteng
Atasi Kendala Produksi...
Atasi Kendala Produksi Pertanian, Kementan Tambah Stok Pupuk Bersubsidi di Jawa Tengah
8 Hewan di Sawah dan...
8 Hewan di Sawah dan Dampaknya Terhadap Ekosistem Pertanian
Menteri Amran Pastikan...
Menteri Amran Pastikan Tim Cetak Sawah Siap Wujudkan Swasembada Pangan
Berita Terkini
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
1 jam yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
2 jam yang lalu
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
2 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
3 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
4 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
4 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved