IHSG Jumat Pagi Menyusut, Saham Asia Jatuh Saat Bursa China Anjlok 2%
Jum'at, 08 Maret 2019 - 09:35 WIB
IHSG Jumat Pagi Menyusut, Saham Asia Jatuh Saat Bursa China Anjlok 2%
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan, Jumat (8/3/2019) dibuka turun pada awal sesi setelah merosot hingga 20,710 poin atau setara 0,32% menjadi 6.437,25. Kejatuhan bursa saham Tanah Air mengiringi kebanyakan bursa Asia yang juga memerah dipimpin anjloknya indeks China melebihi 2%.
Sebelumnya pada perdagangan, Rabu (6/3) kemarin sebelum libur, IHSG berakhir menghijau untuk melangkapi raihan positif sepanjang hari ini. Hingga akhir sesi, IHSG ditutup menguat ke level 6.457,96 dengan tambahan 16.68 poin atau 0.26%.
Penurunan IHSG pagi ini dipicu antara lain oleh kemerosotan harga saham Astra International Tbk (ASII), Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Bank Mandiri Tbk (BMRI), Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).
Hingga pukul 09.25 WIB, harga saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp300 triliun, yaitu ASII turun 2,39% jadi Rp7.150 per unit. Adapun harga saham UNVR turun 0,26% ke Rp48.775, BMRI turun 1,06% jadi Rp7.000, BBRI turun 0,77% ke Rp3.870, dan TLKM turun 0,78% jadi Rp3.790 per saham.
Di sisi lain saham-saham Asia berjatuhan pada sesi pagi perdagangan, Jumat untuk mengiringi Wall Street yang juga melanjutkan tren negatif. Sentimen negatif datang saat investor masih bergular dengan kekhawatiran baru atas keadaan ekonomi global.
Bursa saham daratan China anjlok paling dalam, dengan Komposit Shanghai turun lebih dari 2,4% dan Komposit Shenzhen merosot hingga mencapai 2,311%. Selanjutnya indeks Nikkei 225 Jepang tergelincir 1,53% pada sesi pembukaan terserat kejatuhan sahan kelas berat seperti Fast Retailing, Softbank dan Fanuc.
Tren pelamahan juga terlihat pada indeks Topix usai tergelincir 1,29%. Di Korea Selatan, indeks Kospi jatuh hingga 0,98% karena produsen mobil Hyundai Motor melihat penurunan sahamnya lebih dari 2%.
Sementara itu, bursa patokan Australia yakni ASX 200 lebih rendah sekitar 0,9% dengan pergerakan sektor-sektor cenderung mixed alias variatif. Subindex keuangan yang sangat tertekan turun sekitar 1,6% karena saham perbankan terpeleset.
Sebelumnya pada perdagangan, Rabu (6/3) kemarin sebelum libur, IHSG berakhir menghijau untuk melangkapi raihan positif sepanjang hari ini. Hingga akhir sesi, IHSG ditutup menguat ke level 6.457,96 dengan tambahan 16.68 poin atau 0.26%.
Penurunan IHSG pagi ini dipicu antara lain oleh kemerosotan harga saham Astra International Tbk (ASII), Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Bank Mandiri Tbk (BMRI), Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).
Hingga pukul 09.25 WIB, harga saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp300 triliun, yaitu ASII turun 2,39% jadi Rp7.150 per unit. Adapun harga saham UNVR turun 0,26% ke Rp48.775, BMRI turun 1,06% jadi Rp7.000, BBRI turun 0,77% ke Rp3.870, dan TLKM turun 0,78% jadi Rp3.790 per saham.
Di sisi lain saham-saham Asia berjatuhan pada sesi pagi perdagangan, Jumat untuk mengiringi Wall Street yang juga melanjutkan tren negatif. Sentimen negatif datang saat investor masih bergular dengan kekhawatiran baru atas keadaan ekonomi global.
Bursa saham daratan China anjlok paling dalam, dengan Komposit Shanghai turun lebih dari 2,4% dan Komposit Shenzhen merosot hingga mencapai 2,311%. Selanjutnya indeks Nikkei 225 Jepang tergelincir 1,53% pada sesi pembukaan terserat kejatuhan sahan kelas berat seperti Fast Retailing, Softbank dan Fanuc.
Tren pelamahan juga terlihat pada indeks Topix usai tergelincir 1,29%. Di Korea Selatan, indeks Kospi jatuh hingga 0,98% karena produsen mobil Hyundai Motor melihat penurunan sahamnya lebih dari 2%.
Sementara itu, bursa patokan Australia yakni ASX 200 lebih rendah sekitar 0,9% dengan pergerakan sektor-sektor cenderung mixed alias variatif. Subindex keuangan yang sangat tertekan turun sekitar 1,6% karena saham perbankan terpeleset.
(akr)
Lihat Juga :