IHSG Awal Pekan Berakhir Turun 16,63 Poin, Pasar Saham Asia Mixed
Senin, 11 Maret 2019 - 16:33 WIB
IHSG Awal Pekan Berakhir Turun 16,63 Poin, Pasar Saham Asia Mixed
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan, Senin (11/3/2019) berakhir masih terpuruk untuk melanjutkan tren negatif sejak sesi siang. Setelah sempat menguat tipis pada pembukaan, IHSG harus berakhir menyusut minus 16,63 poin atau 0,26% ke level 6.366,43.
Sebelumnya pada sesi siang, bursa sahan Tanah Air masih berkutat di zona merah usai kehilangan 9,22 poin atau 0,14% menjadi 6.373,85 setelah pagi tadi dibuka naik 29,890 poin yang setara 0,47% ke level 6.412,96 atau meningkat dari penutupan Jumat (8/3) pada posisi 6.383,07.
Sektor saham dalam negeri hingga sesi sore kebanyakan melaju pada zona merah dipimpin kejatuhan terdalam sektor industri dasar hingga minus 1.14% untuk mengiringi kemerosotan pertanian sebesar 0,73%. Sedangkan kenaikan tertinggi dicetak perdagangan mencapai 0,26% serta cosumer bertambah 0,20%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp6,58 triliun dengan 12,35 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp558,60 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,27 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,71 triliun. Tercatat sebesar 180 saham menguat, 262 melemah dan 138 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) naik Rp525 menjadi Rp90.525, PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI) bertambah Rp300 menjadi Rp6.200 dan PT Bali Towerindo Sentra Tbk. (BALI) melonjak Rp290 ke posisi Rp1.455.
Saham-saham dengan pelemahan yakni PT Tembaga Mulia Semanan Tbk. (TBMS) turun Rp110 menjadi Rp800, PT Paninvest Tbk. (PNIN) jatuh Rp60 menjadi Rp1.205 serta PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) turun Rp40 menjadi Rp1.150.
Di sisi lain pasar saham Asia Pasifik diperdagangkan mixed pada awal pekan seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap pertumbuhan global. Investor cenderung berhati-hati terkait kemungkinan perlambatan ekonomi global setelah data penting di Amerika Serikat dan China meleset dari ekspektasi pekan lalu.
Bursa saham daratan China menanjak hingga sesi akhir, dimana Komposit Shanghai naik 1,92% menjadi 3.026,99 untuk mengiringi lesatan Komposit Shenzhen dengan tambahan mencapai sebesar 3,89% pada level 1.667,81.
Bank Rakyat China diharapkan melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut untuk mendorong pinjaman, sebagai upaya mendukung ekonomi negara yang melambat. Gubernur Yi Gang pada akhir pekan kemarin, menegaskan bahwa bank sentral tidak akan menggunakan nilai tukar untuk meningkatkan ekspornya atau sebagai alat dalam perang dagang.
Sementara Indeks Nikkei Jepang bergejolak setelah melalui sesi variatif hingga akhirnya ditutup menghijau usai meningkat 0,47% menjadi 21.125,09 ketika indeks Topix juga mendapatkan tambahan 0,57% di posisi 1.581,44. Saham Nissan menanjak naik 1,11% saat mantan bos perusahaan itu, Carlos Ghosn dilaporkan meminta izin dari Pengadilan Distrik Tokyo untuk menghadiri pertemuan dewan.
Ghosn, mantan Chairman Nissan, dibebaskan dari lembaga tahanan di Tokyo pekan lalu dengan jaminan USD9 juta setelah ditahan selama lebih dari 100 hari atas tuduhan pelanggaran keuangan. Dia menyebutkan tuduhan itu "tidak layak."
Indeks Kospi di Korea Selatan sendiri bergerak cenderung mendatar di level 2.138,10 usai meningkat tipis hanya 0,03% untuk mengiringi indeks utama Singapura dan Malaysia yang masih berjuang untuk mencetak keuntungan dalam perdagangan sore. Selanjutnya indeks Hang Seng, Hong Kong diperdagangkan naik 0,97%.
Tren negatif justru terlihat pada bursa patokan Australia, dimana ASX 200 turun 0,38% menjadi 6.180,20 karena sebagian besar sektor menurun. Sektor energi tercatat lebih rendah 1,55% karena cadangan minyak turun hingga membuat sahan Santos anjlok 2,16%, Oil Search lebih rendah 1,99% dan Woodside Petroleum turun 1,73%.
Sebelumnya pada sesi siang, bursa sahan Tanah Air masih berkutat di zona merah usai kehilangan 9,22 poin atau 0,14% menjadi 6.373,85 setelah pagi tadi dibuka naik 29,890 poin yang setara 0,47% ke level 6.412,96 atau meningkat dari penutupan Jumat (8/3) pada posisi 6.383,07.
Sektor saham dalam negeri hingga sesi sore kebanyakan melaju pada zona merah dipimpin kejatuhan terdalam sektor industri dasar hingga minus 1.14% untuk mengiringi kemerosotan pertanian sebesar 0,73%. Sedangkan kenaikan tertinggi dicetak perdagangan mencapai 0,26% serta cosumer bertambah 0,20%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp6,58 triliun dengan 12,35 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp558,60 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,27 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,71 triliun. Tercatat sebesar 180 saham menguat, 262 melemah dan 138 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) naik Rp525 menjadi Rp90.525, PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI) bertambah Rp300 menjadi Rp6.200 dan PT Bali Towerindo Sentra Tbk. (BALI) melonjak Rp290 ke posisi Rp1.455.
Saham-saham dengan pelemahan yakni PT Tembaga Mulia Semanan Tbk. (TBMS) turun Rp110 menjadi Rp800, PT Paninvest Tbk. (PNIN) jatuh Rp60 menjadi Rp1.205 serta PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) turun Rp40 menjadi Rp1.150.
Di sisi lain pasar saham Asia Pasifik diperdagangkan mixed pada awal pekan seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap pertumbuhan global. Investor cenderung berhati-hati terkait kemungkinan perlambatan ekonomi global setelah data penting di Amerika Serikat dan China meleset dari ekspektasi pekan lalu.
Bursa saham daratan China menanjak hingga sesi akhir, dimana Komposit Shanghai naik 1,92% menjadi 3.026,99 untuk mengiringi lesatan Komposit Shenzhen dengan tambahan mencapai sebesar 3,89% pada level 1.667,81.
Bank Rakyat China diharapkan melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut untuk mendorong pinjaman, sebagai upaya mendukung ekonomi negara yang melambat. Gubernur Yi Gang pada akhir pekan kemarin, menegaskan bahwa bank sentral tidak akan menggunakan nilai tukar untuk meningkatkan ekspornya atau sebagai alat dalam perang dagang.
Sementara Indeks Nikkei Jepang bergejolak setelah melalui sesi variatif hingga akhirnya ditutup menghijau usai meningkat 0,47% menjadi 21.125,09 ketika indeks Topix juga mendapatkan tambahan 0,57% di posisi 1.581,44. Saham Nissan menanjak naik 1,11% saat mantan bos perusahaan itu, Carlos Ghosn dilaporkan meminta izin dari Pengadilan Distrik Tokyo untuk menghadiri pertemuan dewan.
Ghosn, mantan Chairman Nissan, dibebaskan dari lembaga tahanan di Tokyo pekan lalu dengan jaminan USD9 juta setelah ditahan selama lebih dari 100 hari atas tuduhan pelanggaran keuangan. Dia menyebutkan tuduhan itu "tidak layak."
Indeks Kospi di Korea Selatan sendiri bergerak cenderung mendatar di level 2.138,10 usai meningkat tipis hanya 0,03% untuk mengiringi indeks utama Singapura dan Malaysia yang masih berjuang untuk mencetak keuntungan dalam perdagangan sore. Selanjutnya indeks Hang Seng, Hong Kong diperdagangkan naik 0,97%.
Tren negatif justru terlihat pada bursa patokan Australia, dimana ASX 200 turun 0,38% menjadi 6.180,20 karena sebagian besar sektor menurun. Sektor energi tercatat lebih rendah 1,55% karena cadangan minyak turun hingga membuat sahan Santos anjlok 2,16%, Oil Search lebih rendah 1,99% dan Woodside Petroleum turun 1,73%.
(akr)
Lihat Juga :