Rupiah Ditutup Merayap, Pounds Jatuh Saat Pembicaraan Brexit Terhenti
Senin, 11 Maret 2019 - 17:12 WIB
Rupiah Ditutup Merayap, Pounds Jatuh Saat Pembicaraan Brexit Terhenti
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Senin (11/3/2019) ditutup merayap naik, meskipun cenderung masih tertekan dengan berada di kisaran Rp14.290/USD. Perlawanan tipis kurs rupiah mengiringi kejatuhan Poundsterling saat pembicaraan Brexit antara Inggris dan Uni Eropa (UE) menemui jalan buntu.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg terlihat mencoba keluar dari tekanan, pada perdagangan spot exchange naik tipis ke level Rp14.290/USD dibandingkan penutupan Jumat, kemarin Rp14.314/USD. Rupiah mengawali perdagangan pekan ini dengan bergerak di kisaran Rp14.277 hingga Rp14.334/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di sesi akhir perdagangan merayap hingga menuju posisi lebih baik menjadi Rp14.288/USD dibandingkan penutupan sebelumnya Rp14.310/USD. Rupiah sepanjang perdagangan, bergerak pada level Rp14.220-Rp14.333/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona merah dengan berada pada level Rp14.324/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah ambruk dari posisi perdagangan akhir pekan kemarin Rp14.223/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah bergerak stagnan pada posisi Rp14.270/USD hingga sesi akhir perdagangan hari ini atau tidak berubah dari sesi sebelumnya. Kurs rupiah masih memperlihatkan tren tak berdaya saat berhadap dengan USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Poundsterling jatuh untuk hari kesembilan berturut-turut pada perdagangan hari Senin karena pembicaraan antara Inggris dan Uni Eropa menemui jalan buntu menjelang pemungutan suara pada Brexit di parlemen. Dimana Perdana Menteri Theresa May sendiri diperkirakan akan kalah.
Pounds merosot 0,2% pada level 1,3 terhadap USD untuk menyentuh posisi terendah dalam tiga minggu. Selanjutnya Poundsterling juga berjuang melawan euro pada 86,52 dengan lebih rendah 0,3% hari ini.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg terlihat mencoba keluar dari tekanan, pada perdagangan spot exchange naik tipis ke level Rp14.290/USD dibandingkan penutupan Jumat, kemarin Rp14.314/USD. Rupiah mengawali perdagangan pekan ini dengan bergerak di kisaran Rp14.277 hingga Rp14.334/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di sesi akhir perdagangan merayap hingga menuju posisi lebih baik menjadi Rp14.288/USD dibandingkan penutupan sebelumnya Rp14.310/USD. Rupiah sepanjang perdagangan, bergerak pada level Rp14.220-Rp14.333/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona merah dengan berada pada level Rp14.324/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah ambruk dari posisi perdagangan akhir pekan kemarin Rp14.223/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah bergerak stagnan pada posisi Rp14.270/USD hingga sesi akhir perdagangan hari ini atau tidak berubah dari sesi sebelumnya. Kurs rupiah masih memperlihatkan tren tak berdaya saat berhadap dengan USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Poundsterling jatuh untuk hari kesembilan berturut-turut pada perdagangan hari Senin karena pembicaraan antara Inggris dan Uni Eropa menemui jalan buntu menjelang pemungutan suara pada Brexit di parlemen. Dimana Perdana Menteri Theresa May sendiri diperkirakan akan kalah.
Pounds merosot 0,2% pada level 1,3 terhadap USD untuk menyentuh posisi terendah dalam tiga minggu. Selanjutnya Poundsterling juga berjuang melawan euro pada 86,52 dengan lebih rendah 0,3% hari ini.
(akr)