AS Menolak Setop Operasional Pesawat Boeing 737 Max

Rabu, 13 Maret 2019 - 14:05 WIB
AS Menolak Setop Operasional...
AS Menolak Setop Operasional Pesawat Boeing 737 Max
A A A
NEW YORK - Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) menolak untuk menghentikan operasional serta menangguhkan semua penerbangan dengan pesawat Boeing 737 Max, meskipun ada tekanan dari para senator dan serikat pekerja. FAA mengatakan review menunjukkan "tidak ada masalah kinerja sistemik" sehingga tidak ada dasar untuk mengkandangkan pesawat Boeing 737 Max.

Seperti diketahui gelombang boikot terhadap pesawat Boeing 737 Max terus terjadi, setelah sebuah pesawat Ethiopian Airlines jatuh pada hari Minggu hingga menewaskan semua orang di dalamnya yang berjumlah 157. Penolakan memakai pesawat Boeing 737 Max di wilayah udara mereka telah dilakukan beberapa negera yakni Inggris, China, Uni Eropa, Australia, Singapura maupun Indonesia.

Senator Ted Cruz dari Partai Republik yang mengepalai sebuah subkomite di bidang penerbangan dan ruang angkasa, mengatakan "Saya percaya akan bijaksana bagi AS jika untuk sementara menangguhkan operasional pesawat 737 Max sampai FAA mengkonfirmasi keselamatan pesawat ini dan penumpang mereka."

Sementara Senator dari Partai Demokrat Edward Markey dan Richard Blumenthal telah menulis surat kepada FAA - yang mereka sebut sebagai "polisi keselamatan penerbangan kami" berisikan permintaan Boeing 737 Max harus dihentikan sampai agen dapat secara meyakinkan menentukan bahwa pesawat dapat dioperasikan dengan aman.

Selanjutnya Elizabeth Warren yang juga dari Demokrat mengutarakan, bahwa FAA harus mengikuti jejak negara lain "secepatnya" dan "mengeluarkan pesawat-pesawat ini dari langit". Sedangkan Senator Partai Republik Mitt Romney mengatakan: "Melihat kehati-hatian yang sangat besar bagi publik yang memakai jasa penerbangan, FAA harus menghentikan 737 Max 8 sampai kita menyelidiki penyebab kecelakaan baru-baru ini dan memastikan kelaikan pesawat."

Namun FAA mengatakan bahwa otoritas penerbangan sipil lainnya belum "memberikan data kepada kami yang menuntut tindakan". Boeing sendiri telah mengkonfirmasi bahwa selama beberapa bulan terakhir ini telah mengembangkan "peningkatan perangkat lunak untuk kontrol penerbangan" bagi pesawat, namun dengan yakni mereka mengatakan semuanya aman untuk terbang.

Peringatan


Peringatan juga datang dari para pekerja maskapai yang menginginkan FAA untuk mengkandangkan Boeing 737 Max. Perhimpunan Pramugari Penerbangan-CWA mengatakan pihaknya menyerukan FAA agar untuk sementara menghentikan armada 737 MAX di AS sebagai pencegahan.

"AS memiliki sistem penerbangan teraman di dunia, tetapi orang Amerika mencari kepemimpinan di masa ketidakpastian ini. FAA harus bertindak tegas untuk mengembalikan kepercayaan publik pada sistem," ujar Presiden CWA Sara Nelson seperti dilansir BBC.

Asosiasi Pilot mengatakan kepada anggotanya "Penting bagi Anda untuk mengetahui bahwa jika Anda merasa tidak aman untuk menggunakan 737 Max, Anda tidak akan dipaksa untuk menerbangkannya."

Southwest Airlines dan American Airlines, yang merupakan operator utama Boeing 737 Max sejauh ini terus menggunakan pesawat. Meski Southwest Airlines menawarkan penumpang yang dijadwalkan terbang dengan salah satu pesawat Boeing , kesempatan untuk mengubah pemesanan mereka. American Airlines mengatakan "kebijakan standar untuk perubahan masih berlaku".
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
NTSB Pastikan Pintu...
NTSB Pastikan Pintu Boeing 737 Max 9 yang Terlepas saat Terbang Buatan Malaysia
FAA Desak Boeing Periksa...
FAA Desak Boeing Periksa Ulang Semua Pintu 737 Max 9
Boeing 737 MAX Kembali...
Boeing 737 MAX Kembali Mengudara di Langit Brasil
Tuntut Boeing, AS Minta...
Tuntut Boeing, AS Minta Semua Pesawat 737 Max 9 Dilarang Terbang
Ini Spesifikasi Boeing...
Ini Spesifikasi Boeing 787-9 Dreamliner yang Mengalami Turbulensi Parah
Boeing Diminta Mengaku...
Boeing Diminta Mengaku Bersalah Atas Tragedi 737 MAX Lion Air atau Diadili
Berita Terkini
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
10 menit yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
1 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
9 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
10 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
10 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved