Rupiah Ditutup Loyo Saat Pounds Membaik
Rabu, 13 Maret 2019 - 17:31 WIB
Rupiah Ditutup Loyo Saat Pounds Membaik
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Rabu (13/3/2019) ditutup masih loyo, meskipun sedikit membaik dari penutupan hari sebelumnya. Laju mendatar kurs rupiah pada sesi perdagangan tengah pekan mengiringi Pounds yang menanjak di tengah gejolak pasar.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah hingga sesi akhir perdagangan stagnan pada posisi Rp14.260/USD atau masih sama dari penutupan Selasa, kemarin. Rupiah sepanjang sesi perdagangan bergerak pada level Rp14.245 hingga Rp14.282/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona merah dengan berada pada level Rp14.269/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah masih lesu untuk kembali jatuh dari posisi perdagangan sebelumnya Rp14.251/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg terlihat terlihat mencoba melawan untuk merayap tipis menjadi Rp14.265/USD dibandingkan kemarin Rp14.266/USD. Rupiah di perdagangan Rabu terlihat bergerak di kisaran Rp14.245-Rp14.282/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, menunjukkan pergerakan rupiah sedikit lebih baik saat menghadapi mata uang Negeri Paman Sam. Rupiah pada penutupan perdagangan naik dengan berada di level Rp14.264/USD setelah bertengger sebelumnya Rp14.265/USD.
Sementara itu seperti dilansir Reuters, Poundsterling menguat lebih dari setengah persen pada perdagangan hari Rabu di tengah meningkatnya harapan bahwa anggota parlemen akan memilih meninggalkan Uni Eropa dalam waktu 16 hari tanpa kesepakatan. Mata uang Inggris telah berayun liar di antara kisaran level 1,30 dan 1,33 per USD dalam gejolak perdagangan yang terjadi selama 48 jam terakhir.
Pounds naik ke level tertinggi hari ini pada posisi 1,3155 terhadap dolar AS dalam sesi pembukaan London, untuk menempatkan mata uang Inggris itu berada di kisaran setengah antara terendah minggu ini 1,2945 dan posisi tertinggi 1,3290 versus USD. Terpantau Pounds juga lebih kuat saat berhadapan dengan euro mencapai posisi 86,020 akan tetapi masih lebih lemah dibandingkan sesi perdagangan Senin.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah hingga sesi akhir perdagangan stagnan pada posisi Rp14.260/USD atau masih sama dari penutupan Selasa, kemarin. Rupiah sepanjang sesi perdagangan bergerak pada level Rp14.245 hingga Rp14.282/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona merah dengan berada pada level Rp14.269/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah masih lesu untuk kembali jatuh dari posisi perdagangan sebelumnya Rp14.251/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg terlihat terlihat mencoba melawan untuk merayap tipis menjadi Rp14.265/USD dibandingkan kemarin Rp14.266/USD. Rupiah di perdagangan Rabu terlihat bergerak di kisaran Rp14.245-Rp14.282/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, menunjukkan pergerakan rupiah sedikit lebih baik saat menghadapi mata uang Negeri Paman Sam. Rupiah pada penutupan perdagangan naik dengan berada di level Rp14.264/USD setelah bertengger sebelumnya Rp14.265/USD.
Sementara itu seperti dilansir Reuters, Poundsterling menguat lebih dari setengah persen pada perdagangan hari Rabu di tengah meningkatnya harapan bahwa anggota parlemen akan memilih meninggalkan Uni Eropa dalam waktu 16 hari tanpa kesepakatan. Mata uang Inggris telah berayun liar di antara kisaran level 1,30 dan 1,33 per USD dalam gejolak perdagangan yang terjadi selama 48 jam terakhir.
Pounds naik ke level tertinggi hari ini pada posisi 1,3155 terhadap dolar AS dalam sesi pembukaan London, untuk menempatkan mata uang Inggris itu berada di kisaran setengah antara terendah minggu ini 1,2945 dan posisi tertinggi 1,3290 versus USD. Terpantau Pounds juga lebih kuat saat berhadapan dengan euro mencapai posisi 86,020 akan tetapi masih lebih lemah dibandingkan sesi perdagangan Senin.
(akr)