Pelarangan 737 MAX Bikin Prospek Boeing di Pasar China Tak Jelas

Jum'at, 15 Maret 2019 - 11:06 WIB
Pelarangan 737 MAX Bikin...
Pelarangan 737 MAX Bikin Prospek Boeing di Pasar China Tak Jelas
A A A
SEATTLE - Langkah China mengandangkan 737 MAX pascamusibah di Ethiopia dinilai membuat harapan Boeing untuk mendapatkan pesanan pesawat jet komersial dalam jumlah besar dari China memudar.

Padahal, menurut sumber di industri terkait, seiring kemajuan dalam negosiasi dagang antara Washington-Beijing, muncul harapan akan adanya pesanan lebih dari 100 pesawat jet dengan nilai Lebih dari USD10 miliar, yang terkait dengan kesepakatan untuk memperbaiki hubungan dagang antara kedua negara.

Harapan-harapan itu dipicu oleh tanda-tanda permintaan terpendam yang tidak hanya berasal dari penurunan pembelian publik China setelah kedua negara terlibat perang tarif, tetapi juga karena China tidak melakukan pesanan untuk pesawat Boeing sepanjang 2018.

Sekarang, kata sumber-sumber tersebut, tidak pasti seberapa cepat China akan bersedia untuk mendukung 737 MAX setelah otoritas penerbangan negara itu memerintahkan maskapai penerbangannya berhenti menerbangkan jenis pesawat tersebut.

Terlebih, hari Rabu (13/3), Amerika Serikat sendiri bergabung dengan gelombang negara-negara yang mengandangkan 737 MAX setelah kecelakaan hari Minggu (10/3) di Ethiopia yang menewaskan seluruh penumpang di dalamnya.

Para analis mengatakan kecelakaan itu telah menambah ketidakpastian eksportir pesawat terbesar Amerika itu atas penjualan ke China. "Ini jelas ada dalam daftar kekhawatiran mereka karena China adalah pasar ekspor tunggal terbesar Boeing," kata analis ruang angkasa Teal Group Richard Aboulafia seperti dikutip Reuters, Jumat (15/3/2019).

Bahkan sebelum krisis 737 MAX, ketegangan perdagangan telah dilihat secara luas sebagai sumber risiko bagi Boeing yang bergantung pada China untuk satu dari empat pesawat yang dikirimkannya.

China diperkirakan melampaui Amerika Serikat sebagai pasar penerbangan terbesar di dunia dalam dekade berikut. China akan menjadi pasar utama pesawat-pesawat yang dibuat oleh Boeing dan Airbus sementara negara itu berinvestasi dalam bisnis pesawat terbang domestik. Boeing memproyeksikan permintaan pesawat dari China selama 20 tahun sebanyak 7.700 jet senilai USD1,2 triliun.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ini Spesifikasi Boeing...
Ini Spesifikasi Boeing 787-9 Dreamliner yang Mengalami Turbulensi Parah
Pesawat China Eastern...
Pesawat China Eastern Airlines Jatuh, Boeing Jadi Sorotan
Menyesatkan Investor...
Menyesatkan Investor Soal Kecelakaan 737 MAX, Boeing Bayar Denda Rp2,99 Triliun
NTSB Pastikan Pintu...
NTSB Pastikan Pintu Boeing 737 Max 9 yang Terlepas saat Terbang Buatan Malaysia
Apa Penyebab Jatuhnya...
Apa Penyebab Jatuhnya Pesawat Boeing 737 China Eastern?
Alasan Boeing Bikin...
Alasan Boeing Bikin Pesawat Baru di Metaverse
Berita Terkini
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
12 menit yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
1 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
2 jam yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
3 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved