Tol Soedijatmo Jadi Tulang Punggung Pengembangan Kawasan Aerocity

Jum'at, 15 Maret 2019 - 22:34 WIB
Tol Soedijatmo Jadi...
Tol Soedijatmo Jadi Tulang Punggung Pengembangan Kawasan Aerocity
A A A
JAKARTA - Ruas Tol Prof. Dr. Ir. Soedijatmo dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan pelayanan terhitung sejak 2016 lalu, hingga hasilnya dapat dirasakan para pengguna jalan tol yang menghubungkan antara ibukota dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 2019 ini. Tak hanya itu, ruas tol yang dikelola oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk. sejak tahun 1985 itu saat ini tak hanya sebagai akses utama menuju bandara, melainkan juga berperan gerakkan pertumbuhan kawasan disekitarnya.

Hal itu diungkapkan oleh Pengamat Perkotaan dan Dosen Teknik Planologi Universitas Trisakti, Yayat Supriatna. Menurutnya, perkembangan Bandara Soekarno-Hatta sangat bergantung pada kondisi Tol Soedijatmo, dimana kawasan bandara kini telah tumbuh dan berkembang menjadi kawasan Aerocity, pada posisi tersebut Tol Soedijatmo menjadi tulang punggung pertumbuhan kawasan sekitarnya.

"Volume bangkitan perjalanan menuju Bandara saat ini telah melayani lebih dari 66 juta penumpang, diperkirakan pada tahun 2025 seiring dengan pengembangan Terminal IV Bandara Soekarno-Hatta akan melayani 100 juta penumpang. Lonjakan dan pertumbuhan yang sangat meningkat ini membutuhkan perhatian dan dukungan pemeliharaan yang maksimal agar pengguna jalan Tol Soedijatmo tetap memperoleh pelayanan sesuai SPM (Standar Pelayanan Minimal) yang telah ditetapkan," ujar Yayat di Jakarta.

Berbagai upaya pemenuhan SPM Tol Soedijatmo telah dilakukan PT Jasa Marga sejak Oktober 2016 hingga saat ini, untuk layanan konstruksi diantaranya meliputi perjaan pemeliharaan Scraping Filling Overlay dan rekonstruksi; Antisipasi genangan dampak curah hujan tinggi; monitoring kondisi saluran/drainase dan tanggul; normaliasai reservoir Simpang Susun Penjaringan KM 26+000.

Selanjutnya ada juga beautifikasi di ruas jalan tol; penataan lansekap pada area GT Kapuk dan KM 20+000 s.d KM 32+000; pemeliharaan penerangan jalan tol; pemeliharaan kebersihan gerbang tol dan gardu tol; serta pencucian lajur transaksi di gerbang tol.

Untuk layanan transaksi, Jasa Marga telah mengoperasikan 7 Gardu Tol OAB ( Oblique Approach Booth) di Gerbang tol Cengkareng untuk menambah kapasitas transaksi; pengoperasian 18 Mobile Reader untuk meningkatkan kapasitas transaksi; melakukan integrasi tarif tol pada GT Kamal 1 dan 3, semula hanya mentransaksikan Tarif ruas Jalan Tol Prof Dr. Ir. Soedijatmo menjadi mentransaksikan dua tarif yakni Tol Soedijatmo dan JORR integrasi.

Hal itu dilakukan guna mengurangi titik transaksi pada arah menuju JORR W1; pengoperasian 4 titik top up tunai: GT Cengkareng (2 unit), GT Kapuk (1 unit), GT Kamal 1 (1 unit); serta peningkatan kapasitas transaksi pada GT Kamal 1 yang semula 7 Gardu menjadi 9 Gardu Operasi.

Sementara itu, upaya pemenuhan SPM pada layanan lalu lintas juga dilakukan, diantaranya meliputi pengecetan marka jalan tol dan pemenuhan terhadap Permenhub No. 67 Tahun 2018; penyesuaian Rambu Petunjuk Arah Jurusan sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No.13 Tahun 2014; pengadaan dan pemasangan pagar rumija, pengadaan dan pemasangan guard rail serta reflektor.

Ditambah melakukan penertiban kendaraan beban berlebih ( Over Load) secara berkala; pekerjaan beautifikasi di Gerbang Tol (pengecatan kanstin, bullnose, MCB, selasar) dan pengecatan guardrail; serta implementasi Early Warning System Ruas Tol Sedyatmo (prioritas arah bandara).

Terkait upaya pemenuhan SPM, Yayat mengungkapkan, bukan hal yang mudah bagi Jasa Marga untuk melakukan hal itu, mengingat dukungan biaya operasional yang dikeluarkan juga cukup besar seiring dengan peningkatan volume kendaraan yang melintasi Tol Soedijatmo. Disisi lain, pengelola jalan tol harus memprioritaskan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan tol.

"Untuk menjaga kualitas jalan yang prima, dan kondisi uang layak membutuhkan partisipasi masyarakat. Masyarakat butuh kecepatan dan kenyamanan, sementara jalan butuh kondisi yang prima. Sinergi kedua komponen ini menjadi hal penting demi menjaga kualitas jalan Tol Soedijatmo," tandas Yayat.

Terakhir Ia mengingatkan, Tol Sedyatmo saat ini telah menjadi penyangga utama antara fungsi bandara dengan kota-kota besar lain di Indonesia bahkan manca negara, gangguan perjalanan di ruas tol tersebut akan membawa dampak keterlambatan penerbangan ke berbagai wilayah. Untuk itu pihak pengelola dalam hal ini Jasa Marga harus mampu menjaga waktu tempuh dan kecepatan yang aman untuk pengguna Tol Soedijatmo.

"Menjaga agar waktu tempuh dan kecepatan membutuhkan tambahan teknologi dan informasi yang perlu melengkapi sistem pelayanan di Jalan Tol Soedijatmo. Untuk itu saat ini saya yakin PT Jasa Marga akan terus meng-upgrade sistem layanan di Tol Soedijatmo guna mencegah seminimal mungkin terjadinya gangguan dan hambatan perjalanan dari dan menuju bandara Soekarno Hatta," pungkas Yayat.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemeliharaan SFO di...
Pemeliharaan SFO di Ruas Tol Prof. Dr. Ir Soedijatmo, Jasa Marga Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas
Wisuda 2025, Plt Rektor...
Wisuda 2025, Plt Rektor Moestopo Tekankan Lifelong Learning ke Wisudawan
Ramadhan, Momentum Jihad...
Ramadhan, Momentum Jihad Melawan Nafsu dan Ego Diri
Peluncuran Digital Broadcasting...
Peluncuran Digital Broadcasting Universitas Prof. DR. Moestopo
Corona dan Esensi Beragama...
Corona dan Esensi Beragama - Prof DR Oman Fathurahman
Tahukah Kamu? JLNT Antasari...
Tahukah Kamu? JLNT Antasari Punya Nama Resmi Jalan Mayjen TNI Prof Dr Moestopo
Berita Terkini
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
12 menit yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
49 menit yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
1 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
1 jam yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
1 jam yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
Sudaryono, Anak Petani...
Sudaryono, Anak Petani Grobogan yang Dipercaya Jadi Ketua BGN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved