Dukung Tol Laut di Indonesia Timur, Kemenhub Serahkan Kapal KM. Sabuk Nusantara 71 ke PT. Pelni

Sabtu, 16 Maret 2019 - 15:34 WIB
Dukung Tol Laut di Indonesia...
Dukung Tol Laut di Indonesia Timur, Kemenhub Serahkan Kapal KM. Sabuk Nusantara 71 ke PT. Pelni
A A A
AMBON - Kementerian Perhubungan Ditjen Perhubungan Laut melalui Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut, hari ini, Sabtu (16/3) ini menyerahkan kapal tol laut yaitu KM. Sabuk Nusantara 71 kepada PT. Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) untuk pengoperasiannya.

"Hari ini kita telah sama-sama menyaksikan penyerahan kapal KM. Sabuk Nusantara 71 ke PT. Pelni untuk mendukung trayek tol laut," ujar Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Wisnu Handoko yang mewakili Dirjen Perhubungan Laut pada acara penyerahan kapal tersebut.

Menurut Capt. Wisnu, nantinya kapal KM. Sabuk Nusantara 71 akan melayani rute Ambon-Bebar-Wulur-Romang-Kisar-Leti-Moa-Lakor-Luang-Sermatang/Mahleta-Tepa-Dai-Dawelar-Kroing-Marsela-Saumlaki-Tual-Ambon.

"Propinsi Maluku jika dilihat dari jumlah trayek khususnya untuk kapal perintis saat ini berjumlah 30 trayek yang dilayani dengan 30 kapal perintis, ini menjadi salah satu provinsi yang memilik banyak trayek dan kapal yang di operasikan untuk melayani Tol Laut," ujar Capt. Wisnu.

Lebih lanjut, Capt. Wisnu mengatakan Di tahun 2019 Ditjen Perhubungan Laut telah mengalokasikan anggaran untuk menggantikan kapal yang usianya sudah tua.

"Tujuannya adalah untuk memaksimalkan pelayanan agar lebih bagus dan memiliki kapasitas lebih besar mengingat pertimbangan faktor keselamatan bahwa perairannya cukup luas dan resikonya pelayaran lebih tinggi tentunya butuh kapal yang ukurannya lebih besar," kata Capt. Wisnu.
Dukung Tol Laut di Indonesia Timur, Kemenhub Serahkan Kapal KM. Sabuk Nusantara 71 ke PT. Pelni

Ke depan, dengan adanya penyerahan kapal baru ke PT. Pelni dan kapal Ex- Pelni ke perusahan swasta agar dapqt menerapkan pelayanan sistem pengoperasian kapal yang lebih baik dari waktu ke waktu dan melakukan efisiensi pengoperasian sehingga mendapatkan biaya operasi yang optimal.

"Dengan keberlangsungan kegiatan kapal perintis perlu ada dukungan dari berbagai lembaga antara lain dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Perhubungan dan BPSDM Perhubungan dengan dukungan data-data yang kongkrit dan sumber daya manusia yang memahami maritim logistik," kata Capt. Wisnu.

Capt. Wisnu menegaskan bahwa Program tol laut bukan hanya konsentrasi pada penanganan kapal dan trayeknya, tetapi memastikan pasokan logistik yang rutin sehingga bisa memenuhi kebutuhan daerah-daerah yang dilewati kapal perintis.

Oleh sebab itu, pada saat yang bersamaan dengan penyerahan kapal KM. Sabuk Nusantara 71 tersebut juga dilakukan acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Pusat Penelitian Pengembangan Transportasi Laut, Sungai, Danau dan Penyeberangan Kementerian Perhubungan dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pattimura Ambon di gedung Pelindo IV di wilayah Pelabuhan Yosudarso Ambon, Maluku.

Adapun yang menandatangani perjanjian kerjasama dari Balitbang Kemenhub adalah Capt. Sahattua Simatupang dan dari Universitas Pattimura adalah Prof.Sapteno.

"Tujuan penandatanganan tersebut adalah untuk membangun Kesepahaman dalam mendukung kapal perintis dan program tol laut serta membangun sudut pandang yang sama untuk penelitian dan pengembangan kapal perintis dalam mendukung program tol laut," tutup Capt. Wisnu.

Sebelumnya, di bulan Oktober 2018 lalu, Kementerian Perhubungan dan Universitas Pattimura menyepakati komitmen bersama bahwa pengelolaan tol laut harus semakin baik dari segi kuantitas dikarenakan makin bertambahnya jumlah kapal perintis guna mendukung konektifitas antara pulau-pulau.

Sebagai informasi, dalam kurun waktu empat tahun sejak 2015, Kemenhub telah membangun 100 unit kapal pendukung tol laut, yang terdiri dari 60 unit kapal perintis, 15 unit kapal kontainer, 20 unit kapal Rede dan 5 kapal ternak, termasuk juga kapal-kapal pelayaran rakyat.
(akn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Angkutan Laut Dibuka...
Angkutan Laut Dibuka 7 Juni, Kemenhub Minta Antisipasi New Normal
Jalankan Prinsip Pola...
Jalankan Prinsip Pola Kemitraan, Kemenhub Raih Penghargaan dari KPPU
Revitalisasi Terminal,...
Revitalisasi Terminal, Kemenhub Ingin Angkutan Massal Terintegrasi
Hapus Monopoli Jasa...
Hapus Monopoli Jasa Kepelabuhanan, Ditjen Hubla Teken Perjanjian Konsesi dengan PT LIS
Persiapkan SDM Unggul,...
Persiapkan SDM Unggul, Kemenhub Kini Punya Program Studi Magister Terapan
Insiden Trigana Air...
Insiden Trigana Air di Bandara Sentani, Kemenhub Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
3 jam yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
3 jam yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
4 jam yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
4 jam yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
4 jam yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
4 jam yang lalu
Infografis
Kapal Induk Kedua Tiba...
Kapal Induk Kedua Tiba di Timur Tengah, AS Serius Ancam Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved