IHSG Berpotensi Terkoreksi, Cermati 6 Saham Ini
Senin, 18 Maret 2019 - 07:42 WIB
IHSG Berpotensi Terkoreksi, Cermati 6 Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berpotensi terkoreksi. Potensi reli seiring rilis neraca perdagangan yang diterbitkan BPS pada Jumat akhir pekan lalu, diperkirakan sudah memudar.
Hal ini dikarenakan indikator, MACD sudah berada di area negatif. Bursa saham Indonesia diprediksi bergerak di level 6.424-6.387.
"Indikator MACD sudah berada di area negatif. Sementara itu, Stochastic dan RSI sudah berada di area netral," ujar Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi di Jakarta, Senin (18/3/2019).
Menurut dia, terlihat pola shooting star candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan IHSG. "Sehingga berpeluang menuju ke area support," katanya.
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut:
1. AALI
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger. Dan sebelumnya terlihat pola bullish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada area level Rp12.400-Rp12.500, dengan target harga secara bertahap di level Rp12.600 dan Rp12.800. Support: Rp12.300 dan Rp12.200.
2. ISAT
Saat ini pergerakan harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terdapat pola bullish harami doji candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada area level Rp2.700-Rp2.730, dengan target harga secara bertahap di level Rp2.840 dan Rp3.070. Support: Rp2.600.
3. LSIP
Pergerakan harga telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya rebound terbuka lebar. "Akumulasi beli" pada area level Rp1.200-Rp1.220, dengan target harga secara bertahap di Rp1.280, Rp1.470, dan Rp1.660. Support: Rp1.200 dan Rp1.140.
4. PPRO
Saat ini pergerakan harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish dragonfly doji candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi beli" pada area level Rp155-Rp158, dengan target harga secara bertahap secara bertahap di level Rp166, Rp169, Rp172, dan Rp184. Support: Rp155 dan Rp151.
5. SCMA
Pergerakan harga telah menguji garis MA 120 dan MA 200 sehingga peluang terjadinya rebound terbuka lebar. "Akumulasi beli" pada area level Rp1.720-Rp1.750, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.820, Rp1.910, Rp2.120, dan Rp2.330. Support: Rp1.700.
6. SRIL
Terlihat beberapa pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada area level Rp336-Rp340, dengan target harga secara bertahap di level Rp346, Rp358, Rp372, Rp408, dan Rp442. Support: Rp336 dan Rp328.
Hal ini dikarenakan indikator, MACD sudah berada di area negatif. Bursa saham Indonesia diprediksi bergerak di level 6.424-6.387.
"Indikator MACD sudah berada di area negatif. Sementara itu, Stochastic dan RSI sudah berada di area netral," ujar Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi di Jakarta, Senin (18/3/2019).
Menurut dia, terlihat pola shooting star candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan IHSG. "Sehingga berpeluang menuju ke area support," katanya.
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut:
1. AALI
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger. Dan sebelumnya terlihat pola bullish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada area level Rp12.400-Rp12.500, dengan target harga secara bertahap di level Rp12.600 dan Rp12.800. Support: Rp12.300 dan Rp12.200.
2. ISAT
Saat ini pergerakan harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terdapat pola bullish harami doji candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada area level Rp2.700-Rp2.730, dengan target harga secara bertahap di level Rp2.840 dan Rp3.070. Support: Rp2.600.
3. LSIP
Pergerakan harga telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya rebound terbuka lebar. "Akumulasi beli" pada area level Rp1.200-Rp1.220, dengan target harga secara bertahap di Rp1.280, Rp1.470, dan Rp1.660. Support: Rp1.200 dan Rp1.140.
4. PPRO
Saat ini pergerakan harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish dragonfly doji candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi beli" pada area level Rp155-Rp158, dengan target harga secara bertahap secara bertahap di level Rp166, Rp169, Rp172, dan Rp184. Support: Rp155 dan Rp151.
5. SCMA
Pergerakan harga telah menguji garis MA 120 dan MA 200 sehingga peluang terjadinya rebound terbuka lebar. "Akumulasi beli" pada area level Rp1.720-Rp1.750, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.820, Rp1.910, Rp2.120, dan Rp2.330. Support: Rp1.700.
6. SRIL
Terlihat beberapa pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada area level Rp336-Rp340, dengan target harga secara bertahap di level Rp346, Rp358, Rp372, Rp408, dan Rp442. Support: Rp336 dan Rp328.
(ven)
Lihat Juga :