Petani di Cirebon Minta Pataka Tidak Politisasi Petani

Senin, 18 Maret 2019 - 11:31 WIB
Petani di Cirebon Minta...
Petani di Cirebon Minta Pataka Tidak Politisasi Petani
A A A
CIREBON - Tokoh petani hortikultura di Cianjur, Jawa Barat, Suhendar mengecam rembug petani dan peternak Indonesia yang akan digelar Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (Pataka) pada 21 Maret mendatang. Menurut dia, rembug tersebut sangat provokatif dan hanya mempolitisasi petani. Karena itu, petani di Cianjur menolak dan meminta aparat pemerintah membatalkan rembug tersebut.

"Kami sebagai petani meminta jangan ganggu kami, jangan bawa-bawa kami, sebab kami sudah enjoy bertani saat ini. Kami senang berkat bantuan pemerintah melakukan budidaya yang baik dan mendapatkan harga yang layak," ungkap Suhendar di Cirebon, Senin (18/3/2019).

Dari leaflet yang beredar, panitia rembug menyebutkan pencitraan data pangan, telah memunggungi akal sehat dan hati nurani. Siasat terlahir untuk menutupinya namun berujung pada kegaduhan publik. Kedaulatan petani dan peternak pun terancam.

"Ini sintesi yang menyesatkan, sangat provokatif, bawa-bawa kami selaku petani. Ini sebenarnya mau nyelamatkan siapa? Kami petani baik-baik saja," tandas Suhendar.

Pria yang didaulat sebagai salah satu champion cabai dan bawang yang cukup berpengaruh di wilayah Jawa Barat ini sangat mengakui program pertanian di era pemerintahan Jokowi-JK mampu mensejahterakan banyak petani, tidak terkecuali petani di Cianjur.

"Banyak program masuk ke sini mulai dari kawasan cabai, bawang, RIPH, sampai pasca panen. Semua untuk kepentingan petani. Yang saya tau, semua daerah juga kebagian. Proporsional," ujarnya.

Karenanya Suhendar menegaskan rembug ini bersifat provokatif, tendesius, memperalat dan politisasi petani. Acara ini justru meresahkan petani, yang saat ini sudah tenang, menikmati hidup bahagia sebagai petani.

"Kan terbukti harga cabai dan bawang stabil sampai sekarang, dulu-dulu mana pernah saat Lebaran, harga cabai rendah. Tahu-tahu tinggi. Petani banyak terbantu dengan adanya program-program pro pertanian. Jadi, petani mana yang tertindas? Siapa yang mau diselamatkan?," tanya Suhendar.

Hal senada diungkap Ketua Champion Cabai se-Jawa Barat, Juhara. Ia menegaskan agar tidak mengatasnamakan petani jika tidak paham akar masalah. Petani itu sudah capek di ladang sehingga jangan dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu. "Apalagi dipakai untuk mendeskreditkan pemerintahan sekarang. Ini benar-benar nyata gagal paham," tegasnya.

Oleh karena itu, Juhara meminta agar acara rembug tersebut tidak perlu dilanjutkan karena tidak bermanfaat. "Rembug-rembug itu enggak usah saja, tidak ada manfaatnya. Sini lihat kegiatan petani langsung, didengarkan, dibantu. Kalau di Jakarta kan enggak ada sawah, percuma ngobrol di sana," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, Winarno Tohir juga menolak acara rembung ini. Pasalnya karena mengatasnamakan petani.

"Kami petani merasa dijual jual untuk kepentingan kalian. Petani itu bukan banyak diskusi, apalagi memprovokasi dan menyebar kebencian, tapi harusnya bekerja," ujarnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementan Perkuat Kostratani...
Kementan Perkuat Kostratani sebagai Pusat Gerakan Pembangunan Pertanian
Lewat YESS, Kementan...
Lewat YESS, Kementan Pastikan Peran Aktif Disabilitas dalam Pembangunan Pertanian
SMK Pertanian Pembangunan...
SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru Lahirkan Regenerasi Petani Milenial
Kementan Prioritaskan...
Kementan Prioritaskan Bangun Generasi Muda Pertanian
Keterbelakangan Teknologi,...
Keterbelakangan Teknologi, Petani Hadapi Krisis PR
Menjaga Keberlanjutan...
Menjaga Keberlanjutan Pertanian RI Lewat MoU Duta Petani Milenial-PT Tsamarot
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
8 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
9 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
9 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
9 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
10 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved