Menjaga Keberlanjutan Pertanian RI Lewat MoU Duta Petani Milenial-PT Tsamarot
Senin, 09 November 2020 - 19:36 WIB
loading...
MoU antara antara PT Tsamarot Indonesia dengan Duta Petani Milenial menjadi kerangka untuk mewujudkan keberlanjutan pertanian Indonesia dengan dukungan dari Kementan. Foto/Dok
A
A
A
DEPOK - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) , Dedi Nursyamsi menyaksikan penandatanganan MoU antaraantara PT Tsamarot Indonesia dengan Duta Petani Milenial (DPM)/Duta Petani Andalan (DPA) Kementerian Pertanian.
Penandatanganan nota kesepahaman perusahaan yang bergerak di bidang food processing dengan DPM/DPA itu dilakukan di Kantor PT Tsamarot Indonesia diJalan Kavling DPR Nomor 8 RT 007/RW 01, Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, Depok, Jawa Barat.
Pada kesempatan itu, Dedi Nursyamsi berharap penandatanganan nota kesepahaman itu tak hanya menguntungkan kedua belah pihak saja, tetapi juga petani secara keseluruhan. "Kita berharap kerja sama ini akan menghasilkan keuntungan luar biasa. Tak hanya kedua belah pihak yang menikmati, tetapi juga petani Indonesia secara keseluruhan," harap Dedi, Senin (9/11/2020).
(Baca Juga: Tumbuh Positif, Sektor Pertanian Jadi Andalan di Masa Pandemi )
Ia memaparkan, dalam sektor pertanian yang terpenting adalah produktivitas, kualitas dan kontinuitas produk. Bagi Dedi, tiga hal tersebut adalah kata kunci pembangunan pertanian Indonesia.
Keberlanjutan pertanian Indonesia akan sulit terealisasi jika ketiga hal tersebut gagal diwujudkan. Ia menilai kerja sama antara PT Tsamarot Indonesia dengan DPM/DPA adalah dalam kerangka mewujudkan ketiga hal tersebut yang berorientasi pada peningkatan kualitas pembangunan pertanian Indonesia.
"Untuk itu, saya mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin ini. Tentu kita berharap ke depan kerja sama ini dapat ditingkatkan terus pada diferensiasi komoditasnya, juga skala dan ruang lingkupnya," harap Dedi.
Penandatanganan nota kesepahaman perusahaan yang bergerak di bidang food processing dengan DPM/DPA itu dilakukan di Kantor PT Tsamarot Indonesia diJalan Kavling DPR Nomor 8 RT 007/RW 01, Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, Depok, Jawa Barat.
Pada kesempatan itu, Dedi Nursyamsi berharap penandatanganan nota kesepahaman itu tak hanya menguntungkan kedua belah pihak saja, tetapi juga petani secara keseluruhan. "Kita berharap kerja sama ini akan menghasilkan keuntungan luar biasa. Tak hanya kedua belah pihak yang menikmati, tetapi juga petani Indonesia secara keseluruhan," harap Dedi, Senin (9/11/2020).
(Baca Juga: Tumbuh Positif, Sektor Pertanian Jadi Andalan di Masa Pandemi )
Ia memaparkan, dalam sektor pertanian yang terpenting adalah produktivitas, kualitas dan kontinuitas produk. Bagi Dedi, tiga hal tersebut adalah kata kunci pembangunan pertanian Indonesia.
Keberlanjutan pertanian Indonesia akan sulit terealisasi jika ketiga hal tersebut gagal diwujudkan. Ia menilai kerja sama antara PT Tsamarot Indonesia dengan DPM/DPA adalah dalam kerangka mewujudkan ketiga hal tersebut yang berorientasi pada peningkatan kualitas pembangunan pertanian Indonesia.
"Untuk itu, saya mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin ini. Tentu kita berharap ke depan kerja sama ini dapat ditingkatkan terus pada diferensiasi komoditasnya, juga skala dan ruang lingkupnya," harap Dedi.
Lihat Juga :