PT GUN Berikan Santunan Kepada AMT BBM

Kamis, 21 Maret 2019 - 04:07 WIB
PT GUN Berikan Santunan...
PT GUN Berikan Santunan Kepada AMT BBM
A A A
JAKARTA - PT Garda Utama Nasional (GUN) salah satu vendor PT Pertamina Patra Niaga (PPN) memberikan bantuan kepada keluarga eks Awak Mobil Tangki (AMT) yang mengangkut bahan bakar minyak (BBM) milik PPN. Bantuan sosial yang diberikan itu meliputi bantuan usaha, santunan duka dan beasiswa untuk keluarga almarhum Kusnadi yang merupakan eks AMT .

"Kami sudah menyerahkan bantuan untuk ahli waris dan diterima oleh keluarganya," kata Manager HRD PT GUN Hernovian
dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/3/2019). Dia mengungkapkan, santunan itu merupakan salah satu realisasi dari hasil kesepakatan antara perusahaan dengan eks AMT yang dimediasi oleh wakil pemerintah.

"Karena arahan dari pemerintah agar perusahaan memperhatikan aspek kemanusiaan, PT GUN tak hanya memberi tali asih pada ahli waris AMT yang telah meninggal, tetapi juga menawarkan kesempatan pada eks AMT untuk melamar kerja kembali pada 24 Januari lalu," katanya.

Sudah beberapa bulan ini ratusan eks AMT melakukan aksi, termasuk di depan Istana Negara. Mereka menuntut dipekerjakan sebagai karyawan PT Pertamina (Persero). Namun tuntutan itu tidak bisa dipenuhi oleh PT Pertamina Patra Niaga sebagai anak perusahaan Pertamina yang bertugas mendistribusikan BBM. Alasannya, secara hukum antara PT Pertamina Patra Niaga dan eks AMT tidak ada hubungan kerja. Sikap PT Pertamina Patra Niaga itu didukung oleh putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Di pihak lain, PT GUN sebagai vendor PT Pertamina Patra Niaga telah menegaskan para peserta demo adalah mantan pekerjanya. PT GUN sendiri juga telah menegaskan telah melakukan pemutusan hubungan kerja sesuai prosedur.

Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria menilai, yang dilakukan PT GUN sebagai vendor PPN patut diapresiasi. Sebab, meskipun eks AMT bukan lagi berstatus karyawan, namun perusahaan masih memberikan perhatian. "Langkah ini juga perlu ditiru oleh perusahaan lain," tegasnya. Sofyano juga menyayangkan aksi pembajakan dua mobil tangki BBM Pertamina yang hendak memasok kebutuhan BBM di SPBU wilayah Tangerang.

"Tindakan itu bisa mengancam ekonomi rakyat," katanya. Sofyano juga mendesak pihak kepolisian memproses para pelaku sesuai ketentuan hukum dan tak perlu khawatir dengan ada nya upaya politisasi dari pihak manapun terhadap perbuatan pembajakan itu.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertamina Hormati Proses...
Pertamina Hormati Proses Hukum di Kejagung, Jamin Distribusi BBM Aman
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Resmikan Fasilitas Tangki dan Hidrant System di Terminal 2 Bandara Juanda Surabaya
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga RJBT Pastikan Pasokan Energi Aman Selama Nataru
Tingkatkan Efisiensi...
Tingkatkan Efisiensi dan Kehandalan Suplai, Pertamina Patra Niaga Operasikan 3 Terminal LPG Baru
Pertamina Group dan...
Pertamina Group dan Perusahaan Migas se-Sulawesi Teken MoU Emergency Response
Pertamina Jamin Stok...
Pertamina Jamin Stok BBM dan LPG Aman Pasca Gempa Magnitudo 5,8 di Mamuju
Berita Terkini
Prabowo Sentil Pihak...
Prabowo Sentil Pihak yang Tolak B50, Ungkap Mereka Ambil Komisi Impor BBM
3 menit yang lalu
Yamaha Grand Filano...
Yamaha Grand Filano Irit BBM, Hemat Pengeluaran untuk Penggunaan Harian
24 menit yang lalu
Buka Peluang Cuan Baru,...
Buka Peluang Cuan Baru, POJ dan TOP Kolaborasi Tambah Armada Ride-Hailing
26 menit yang lalu
Dulu Diperebutkan hingga...
Dulu Diperebutkan hingga Rp1,6 Juta per Barel, Kini Minyak Dunia Malah Mencari Pembeli
1 jam yang lalu
Menutup Kesenjangan...
Menutup Kesenjangan Komunikasi Talenta Indonesia untuk Genjot Kinerja Bisnis di Era AI
1 jam yang lalu
Nasib 2.374 Pekerja...
Nasib 2.374 Pekerja Freeport Menggantung Sembilan Tahun, Said Iqbal Lapor Menaker
2 jam yang lalu
Infografis
Ukraina Menolak Bayar...
Ukraina Menolak Bayar Utang Rp5.705 Triliun kepada AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved