Hadapi Era Industri 4.0, PJB Terapkan REMDO dengan Analisis Lanjutan

Kamis, 21 Maret 2019 - 14:43 WIB
Hadapi Era Industri...
Hadapi Era Industri 4.0, PJB Terapkan REMDO dengan Analisis Lanjutan
A A A
SURABAYA - Menghadapi era industri 4.0, PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) mengembangkan analisis lanjutan (advance analytic) pada sistem REMDO (remote engineering, monitoring, diagnostic, and optimization) yang diterapkan perusahaan. Sistem analisis lanjutan tersebut selain meningkatkan kehandalan dan efisiensi, juga akan memperpanjang umur mesin-mesin pembangkit yang dikelola perusahaan.

"Sekarang masih pilot project di PLTU Paiton (unit 1 dan 2) serta PLTU Indramayu (3 unit). Bulan depan akan go live. Kalau sukses akan kita roll out ke mesin-mesin pembangkit yang lain," ujar Direktur Operasi I PJB Sugiyanto di Kantor Pusat PJB, Surabaya, Kamis (21/3/2019).

Sistem REMDO memungkinkan para teknisi PJB mengawasi 15 pembangkit yang dikelola perusahaan dari engineering center yang terletak di kantor pusatnya. Dari engineering center tersebut, para teknisi PJB dapat memberikan saran ke teknisi di masing-masing pembangkit untuk mengatasi anomali atau pun masalah yang terjadi di lapangan sehingga kehandalan pembangkit meningkat.

Sebelum menerapkan sistem advance analysis, REMDO menggunakan manual analysis di mana data-data dari pembangkit dimasukkan secara manual. Kini, dengan sistem baru tersebut, tak hanya mampu mendeteksi masalah, para teknisi di engineering center PJB bahkan dapatmemberikan saran penanganan sebelum terjadinya masalah.

Para teknisi juga dapat memberikan saran untuk meningkatkan efisiensi mesin-mesin pembangkit. Selain peningkatan efisiensi tersebut, potential loss pun dapat ditekan sehingga memberikan penghematan dalam operasional pembangkit. "Jadi tak hanya kehandalan yang meningkat, efisiensi pembangkit pun akan semakin tinggi," ujar Sugiyanto.

Sejauh ini, dari paparan para teknisi di engineering center, terjadi efisiensi sebesar 5% pada pembangkit yang menjadi proyek percontohan. Sementara, dari sisi nilai, penghematan yang terjadi bisa mencapai nilai puluhan juta rupiah per hari.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Industri 4.0 Indonesia...
Industri 4.0 Indonesia Mendunia
Revolusi Industri 5.0,...
Revolusi Industri 5.0, Ini Tantangan Generasi Muda
Permintaan Talenta Digital...
Permintaan Talenta Digital di Era Industri 4.0 Membludak, Full Stack Developer Disiapkan
Aelyn Halim Nilai UU...
Aelyn Halim Nilai UU Cipta Kerja Dorong Investasi dan Percepat Industri 4.0
3 Pertimbangan Penting...
3 Pertimbangan Penting dalam Memodernisasi Keamanan Fasilitas Industri
Pentingnya Kawasan Industri...
Pentingnya Kawasan Industri Mengadopsi Industri 4.0
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
2 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
2 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
3 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
3 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
3 jam yang lalu
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved