Kredit Bermasalah di Pangandaran dan Sukabumi Melonjak, NPL Jabar Naik

Senin, 25 Maret 2019 - 22:01 WIB
Kredit Bermasalah di...
Kredit Bermasalah di Pangandaran dan Sukabumi Melonjak, NPL Jabar Naik
A A A
BANDUNG - Maraknya isu tsunami terkait potensi gempa berpengaruh terhadap sektor wisata dan perbankan di Jawa Barat (Jabar). Bank Indonesia (BI) Jabar mencatat, kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) di Jabar pada Februari mencapai 2,97%.

Tingginya NPL di Jabar dikontribusikan oleh Kabupaten Pangandaran dan Sukabumi. Di mana, NPL Pangandaran mencapai 11% dan Sukabumi 6,5%. Kondisi tersebut terjadi sejak Januari 2019 hingga saat ini.

"Ini akan menghambat pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. Walaupun, dari sisi nilai, sangat kecil, tidak sampai 1% dari total penyaluran kredit di Jabar," kata Kepala BI Jabar Doni P Joewono di Kantor BI Bandung, Kota Bandung, Senin (25/3/2019).

Soal Pangandaran, menurut dia, tingginya NPL akibat isu tsunami menyebabkan rendahnya kunjungan wisatawan. Namun, pihaknya masih mencari tahu penyebab tingginya NPL di Sukabumi, apakah disebabkan gangguan di sektor pariwisata, kondisi perikanan, atau persoalan lainnya.

Namun demikian, pihaknya berharap tingginya NPL di Jabar bisa segera teratasi. Dia meyakini, kondisi tersebut tidak akan berlangsung lama. BI Jabar juga berharap segera ada solusi, dalam hal ini kebijakan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait kredit macet.

"Solusinya bisanya memberi kompensasi seperti pascabencana di Yogyakarta, atau solusi lainnya. Itu OJK yang punya kewenangan. Tapi, langkah yang bisa kami lakukan adalah mengajak ratusan bankir ke Pangandaran agar mereka tahu potensi sebetulnya di sana," ujar Doni.

Sementara, perkembangan intermediasi perbankan di jabar pada Februari 2019 tercatat membaik dibandingkan bulan sebelumnya. Hal itu tercermin dari meningkatnya pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang diikuti dengan meningkatnya penyaluran kredit.

Penghimpunan DPK di Jawa Barat pada Februari 2019 tumbuh 43% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan Januari 2019 yang tumbuh 3,3% (yoy). Meningkatnya DPK terutama pada produk deposito dan merupakan perkembangan positif karena mencerminkan peningkatan preferensi masyarakat pada simpanan dengan jangka yang lebih panjang.

Sementara, kredit yang disalurkan di Jawa Barat pada Februari 2019 tercatat tumbuh 11,5%, lebih tinggi dibandingkan Januari 2019 yang tumbuh 11,3%. Peningkatan ini khususnya terjadi pada kredit investasi dan kredit konsumsi.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kendati Resesi, BI Jabar...
Kendati Resesi, BI Jabar Sebut Ekonomi Makin Membaik
Uji Kelayakan jadi Deputi...
Uji Kelayakan jadi Deputi Gubernur BI, Ini Jurus Juda Agung Selamatkan Ekonomi RI
Ekonomi Jabar Anjlok,...
Ekonomi Jabar Anjlok, Ini Kata Kepala BI Jabar
Bos BI Ungkap 7 Jurus...
Bos BI Ungkap 7 Jurus Jaga Laju Ekonomi RI, QRIS Jadi Andalan
Deflasi Selama 4 Bulan,...
Deflasi Selama 4 Bulan, Ekonom Prediksi BI Rate Turun ke 6%
Stok Uang Kemerdekaan...
Stok Uang Kemerdekaan Masih Rp500 Miliar, 1 KTP Boleh Tukar 100 Lembar
Berita Terkini
MSIG Life Kolaborasi...
MSIG Life Kolaborasi dengan Bank Sinarmas Meluncurkan Smile Critical Prime
22 menit yang lalu
Takeda Investasi Rp542...
Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia
1 jam yang lalu
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
1 jam yang lalu
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
2 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
12 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
13 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved