Harga Minyak Dunia Balik Menguat Ditopang Pangkas Pasokan

Selasa, 26 Maret 2019 - 10:59 WIB
Harga Minyak Dunia Balik...
Harga Minyak Dunia Balik Menguat Ditopang Pangkas Pasokan
A A A
SINGAPURA - Harga minyak mentah dunia berbalik menguat pada perdagangan, Selasa (26/3/2019) didorong oleh komitmen pemangkasan pasokan yang terus berlangsung, dipimpin oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Dunia (OPEC). Sentimen dukungan juga datang dari sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran dan Venezuela yang juga bisa mengurangi output global.

Tetapi para analis memperingatkan bahwa tanda-tanda perlambatan ekonomi secara curam dapat segera muncul, untuk kemudian menyeret pasar minyak mentah. Seperti dilansir Reuters, tercatat harga minyak mentah Brent yang menjadi patokan Internasional diperdagangkan pada level USD67,46 per barel dengan peningkatan sebesar 25 sen, atau 0,4% dari sesi terakhir.

Sementara harga minyak mentah berjangka AS yakni Futures West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami kenaikan mencapai 49 sen yang setara 0,8% menjadi USD59,31 per barel dari sesi sebelumnya. Harga minyak sepanjang tahun 2019 telah mendapatkan dukungan dari upaya OPEC dan sekutunya yang tidak terafiliasi seperti Rusia, dengan janji menahan produksi hingga 1,2 juta barel per hari (bpd) tahun ini untuk mendukung kenaikan harga.

Selain itu harga minyak dunia juga telah didorong oleh sanksi AS terhadap eksportir minyak dan anggota OPEC yakni Iran dan Venezuela. Namun analis mengatakan harga minyak kemungkinan akan lebih tinggi jika bukan karena melambatnya ekonomi yang diperkirakan akan mulai mengurangi konsumsi bahan bakar. "Harga minyak mentah tidak bisa menghilangkan kekhawatiran pertumbuhan global," kata Edward Moya, analis senior di pialang berjangka OANDA.

Data manufaktur dari Asia, Eropa dan Amerika Utara menunjukkan perlambatan ekonomi yang tajam. "Pertumbuhan output pabrik global melambat ke tingkat 1% pada kuartal terakhir, dan indikator menunjukkan hampir pada kuartal ini. Di luar China, industri Asia sudah berkontraksi saat kami memasuki Tahun Baru," kata JPMorgan Chase Bank.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sidang Dakwaan Kasus...
Sidang Dakwaan Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Merosot Makin Dalam Saat Eropa Kembali Lockdown
Berita Terkini
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
24 menit yang lalu
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
54 menit yang lalu
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
2 jam yang lalu
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
4 jam yang lalu
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
4 jam yang lalu
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved