JK Sebut Perang Dagang AS-China Membawa Berkah

Selasa, 09 April 2019 - 23:07 WIB
JK Sebut Perang Dagang...
JK Sebut Perang Dagang AS-China Membawa Berkah
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengatakan, perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China membawa berkah bagi negara lain. Ketika dua raksasa ekonomi itu berbalas mengenakan tarif impor, maka yang terjadi adalah mereka akan mencari barang yang dibutuhkan dari negara lain, termasuk Indonesia.

Menurutnya Indonesia akan mendapat berkah, yakni meningkatnya permintaan barang jadi seperti tekstil, kayu, kertas, dan hasil laut dari AS. "Kita optimis, kalau perang dagang China-Amerika berlanjut, itu akan berimbas pada Indonesia. Tekstil akan maju," ujar Jusuf Kalla dalam acara Anugerah Indonesia Maju 2018-2019 di Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Sebaliknya, kalau AS dan China sepakat berdamai mengakhiri perang, dampak baik bagi Indonesia adalah meningkatnya ekspor bahan tambang ke China, seperti batu bara. Ketika produksi China meningkat, permintaan akan batu bara juga meningkat.

"Kalau damai, China ekonominya naik, beli (bahan baku) dari Indonesia juga. Kalau perang terus, (ekonomi) China turun, Amerika beli (barang jadi) dari Indonesia," imbuhnya.

Meski begitu para pelaku ekonomi nasional harus lebih proaktif mempersiapkan diri dalam menghadapi perang dagang AS-China. Kuncinya adalah meningkatkan kualitas produksi agar dapat bersaing dengan negara lain seperti Thailand dan Vietnam merupakan kompetitor utama Indonesia di Asia Tenggara.

Sementara Direktur Utama dan Founder Rakyat Merdeka Margiono mengungkapkan sangat dibutuhkan dorongan yang kuat untuk memajukan Indonesia. Tindakan tanpa keragu-raguan dari stakeholder Indonesia menjadi hal yang sangat dibutuhkan dalam kondisi tersebut. Kebulatan tekad yang diwujudkan dalam aksi nyata untuk maju harus menjadi mindset stakeholder.

“Kami berikan penghargaan untuk yang memiliki komitmen, semangat, dan langkah-langkah kongkrit untuk Indonesia Maju. Tokoh-tokoh itu tidak menginginkan Indonesia zigzag berspekulasi, mandek, apalagi mundur,” ujar Margiono dalam kesempatan sama.

Adanya Anugerah Indonesia Maju kali ini diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada seluruh elemen bangsa ini untuk bertindak dan beraksi dalam kerangka yang sama. Bertindak dan beraksi untuk satu tujuan, Indonesia Maju.

Presiden Komisaris Warta Ekonomi, Fadel Muhammad mengingatkan untuk naik kelas menjadi negara maju, Indonesia harus melalui beberapa syarat. Syarat utamanya adalah pembangunan infrastruktur. Infrastruktur merupakan kunci dari pertumbuhan ekonomi berkualitas. Banyak negara maju yang infrastrukturnya sudah terintegrasi, seperti transportasi yang terhubung mulai dari pusat perkotaan, pusat industri, pusat produksi, bandara serta pelabuhan.

Syarat kedua, peningkatan kualitas sumber daya manusia agar memiliki daya saing, terutama dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dan ekonomi digital. Sumber daya manusia merupakan pondasi dari ekonomi suatu negara. Tanpa sumber daya manusia yang berkualitas, suatu negara tidak akan maju. “Kita semua harus memiliki tekad yang sama untuk menyelesaikan masalah-masalah bangsa. Kepentingan bangsa adalah nomor satu,” kata Fadel menambahkan.

Menurut Fadel, prasyarat kemajuan Indonesia tidak lepas dari kemajuan perekonomian di daerah-daerah. Oleh karena itu, perekonomian daerah harus turut mendapatkan dorongan yang kuat untuk maju bersama.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sinergi Antar Pemangku...
Sinergi Antar Pemangku Kepentingan Perdagangan Berjangka Komoditi
Presiden Jokowi Minta...
Presiden Jokowi Minta Perdagangan Antar Daerah dan Pulau Diperkuat
Pacu Perdagangan Antar...
Pacu Perdagangan Antar Provinsi, Gubernur Khofifah Gandeng Paguyuban Warga
Wamendag: Pandemi Tidak...
Wamendag: Pandemi Tidak Bisa Hapus Ketergantungan Antar Negara
Negara-negara dengan...
Negara-negara dengan Perdagangan Manusia Terbanyak di Dunia
Menangkap Peluang dalam...
Menangkap Peluang dalam Skema Baru Perdagangan Inggris Pasca-Brexit
Berita Terkini
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
33 menit yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
57 menit yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
1 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
1 jam yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
1 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved