Beri Apresiasi, Mentan Kumpulkan 12.000 Penyuluh dan Petani di Makassar

Rabu, 10 April 2019 - 14:44 WIB
Beri Apresiasi, Mentan...
Beri Apresiasi, Mentan Kumpulkan 12.000 Penyuluh dan Petani di Makassar
A A A
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama 12.000 perwakilan penyuluh dan petani se-Indonesia berkumpul menghadiri pertemuan Apresiasi, Penguatan Penyuluh dan Petani Andalan dihelat GOR Sudiang, Makassar.

Pertemuan yang mengangkat tema "Penyuluh Maju Petani Sejahtera" ini bertujuan untuk memperkuat peran penyuluh sebagai ujung tombak mewujudkan kedaulatan dan peningkatan kesejahteraan petani.

Amran menegaskan penyuluh pertanian merupakan pahlawan pertanian Indonesia. Para penyuluh telah berperan besar memajukan sektor pertanian yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan.

"Saya hadir bukan hanya sebagai menteri pertanian, tapi sebagai senior penyuluh pertanian. Sebab penyuluh adalah kemajuan pertanian," ujar Mentan Amran dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/4/2019).

Amran menyebutkan, bukti nyata peran dalam memajukan pembangunan sektor pertanian yakni capaian selama 4,5 tahun pemerintahan Jokowi-JK. Inflasi bahan pangan yang pada 2013 terburuk di dunia, setelah 4 tahun berjalan mampu ditekan dari 10,57% di tahun 2014 menjadi 1,26% di tahun 2017.

"Dari capaian ini, ada banyak negara yang dilampaui Indonesia, yaitu Jepang, Belanda, Kanada, Jerman. Total ada 12 negara yang kita lampaui, sebentar lagi Amerika Serikat kita lampaui. Ini berkat kerja keras penyuluh, kami hanya bagian kecil dari keluarga besar pertanian," ucapnya.

Capaian berikutnya, sambung Amran, ekspor komoditas pertanian hingga saat ini melonjak 26% dengan nilai Rp1.700 triliun. Begitu pula PDB sektor pertanian naik 47% di mana total akumulasi nilainya Rp1.375 triliun atau separuh dari APBN.

"Itu baru kenaikan saja, tapi Indonesia juga meraih peringkat ke-5 dunia PDB sektor pertanian. Ini hasil kerja penyuluh penyuluh di seluruh Indonesia," paparnya

Kemudian, melansir data yang dirilis The Economic Inteligence Unit, untuk kategori keberlanjutan pertanian, Indonesia berada pada peringkat 16 dunia di mana Amerika Serikat berada di bawah Indonesia.

"Dan nilai investasi naik 100% karena kita menerapkan Online Single Submission. Dulu minta izin 1-2 tahun, kemudian 3 bulan, tapi sekarang mengurus izin ekspor hanya butuh waktu 3 jam," tutur Amran.

Selanjutanya, kata Amran, capaian sektor pertanian juga mampu meningkatkan daya beli petani dan bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani. Data BPS menunjukkan NTP Pertanian 2018 sebesar 102,46 naik 0,42% dibandingkan tahun 2014 sebesar 102,03. Begitu pun untuk NTUP 2014 hingga 2018 juga meningkat 5,39%.

"Jika ada yang mengatakan harga pangan mahal, itu tidak terukur. Kalau memberikan data harga stabil 2-3 terakhir karena inflasi tertekan dari 10% menjadi 1%. Itu artinya apa? Turun 90% dan itu tidak mudah. Inilah capaian tertinggi sektor pertanian sepanjang sejarah," tegasnya.

Mentan menambahkan, kemiskinan pun turun hanya 1 digit dari sebelumnya 2 digit. "Ini pertama dalam sejarah. Ini adalah kerja keras para penyuluh," tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah yang hadir dalam pertemuan itu menyampaikan para penyuluh pertanian telah membuktikan kerja nyatanya di era pemerintahan Jokowi-JK. Faktanya, kalau dulu Indonesia dikenal sebagai negara pengimpor pangan, tapi saat ini sudah mulai membuktikan diri sebagai negara agraris.

"Kita sudah masuk ke komoditas-komoditas ekspor dan terus meningkat. Tentu ada orang hebat di belakang ekspor komoditas pertanian ini, salah satu putra terbaik Sulawesi Selatan dan menjadi menteri andalan Joko Widodo yaitu Andi Amran Sulaiman," ujar Nurdin.

Menurut Nurdin, Kementan di sudah kepemimpinan Andi Amran Sulaiman telah melakukan terobosan dalam bidang pertanian. Karena itu, menurutnya Mentan Amran harus melanjutkan perjuangan 5 tahun lagi.

Dalam pertemuan apresiasi ini, Mentan Amran bersama gubernur dan rombongan memberikan bantuan untuk petani berupa alat mesin pertanian, benih hortikultura, padi, jagung, benih kopi 250.000 batang dan kakao 200.000 batang.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mentan Amran: Kalau...
Mentan Amran: Kalau Mau Jadi Konglomerat Masuk Pertanian
Riwayat Pendidikan dan...
Riwayat Pendidikan dan Arti Gelar Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian yang Baru
Sulap 10 Juta Hektare...
Sulap 10 Juta Hektare Rawa Jadi Lahan Pertanian, Indonesia Mau Pakai Teknologi Thailand
Amran Sulaiman Dua Kali...
Amran Sulaiman Dua Kali Dilantik Menjadi Mentan
Dialog Bersama Delegasi...
Dialog Bersama Delegasi SSTC, Kementan Bangga Programnya Jadi Inspirasi Negara Lain
Ini Segudang PR Amran...
Ini Segudang PR Amran usai Dilantik Jadi Mentan: Salah Satunya Masalah Food Estate
Berita Terkini
IHSG Menguat 2,67% Sore...
IHSG Menguat 2,67% Sore Ini, Ditutup di Level 5.900
8 menit yang lalu
Maritza Consulting Bidik...
Maritza Consulting Bidik Pertumbuhan Penjualan Properti Lewat Strategi Berbasis Data
14 menit yang lalu
Harga BBM dan LPG Subsidi...
Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik Seperti Pertamax, Bahlil: Itu Perintah Presiden
40 menit yang lalu
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Komisi XII Ingatkan Dampaknya terhadap Daya Beli
1 jam yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Berbagai Jenis ETF Sebelum Berinvestasi
1 jam yang lalu
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
1 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved