Kementan Imbau Petani Mewaspadai Datangnya El Nino

Kamis, 18 April 2019 - 22:43 WIB
Kementan Imbau Petani...
Kementan Imbau Petani Mewaspadai Datangnya El Nino
A A A
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah mengingatkan jika pada 2019, Indonesia diprediksi akan menghadapi fenomena El Nino. Kementerian Pertanian pun meminta petani untuk waspada dan terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian setempat.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy, mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan Tim Khusus penanganan Kekeringan. Tim khusus ini akan turun ke lokasi-lokasi kekeringan di wilayah sentra produksi padi.

"Tugas dan fungsi dari Tim Khusus ini nanti untuk melakukan koordinasi dengan pihak terkait, antara lain TNI, Kementerian PUPR serta Pemerintah Daerah setempat," ujar Sarwo Edhy, Kamis (18/4/2019).

Tujuannya, untuk memetakan permasalahan, negosiasi penggelontoran air dari Bendung atau Bendungan. Serta terlibat langsung melaksanakan pengawalan gilir giring air sesuai jadwal yang telah disepakati.

"Secara umum permasalahan kekeringan yang terjadi disebabkan oleh curah hujan yang sedikit dan kondisi penggelontoran debit air dari Bendung atau Bendungan mengalami penurunan," kata Sarwo Edhy.

Sementara, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah meminta petani segera melakukan percepatan masa tanam. Hal ini bertujuan untuk menghindari dampak El Nino. Selain itu, petani juga disarankan untuk menanam varietas padi berumur pendek dan tahan kering.

"Karena di Banyumas tidak akan lama lagi memasuki musim kemarau. Oleh karena gunakan bibit tanaman yang tahan terhadap kekeringan," kata Kepala Dinpertan dan Ketahanan Pangan Banyumas, Widarso.

Oleh karena petani yang sudah selesai panen, disarankan segera mengolah sawahnya untuk ditanami kembali. Sebab dengan adanya fenomena El Nino petani harus segera tanam.

"Sebab petani harus bekejaran dengan datangnya musim kemarau," tambah Widarso.

Diakui para petani di sebagian wilayah Banyumas, seperti Lumbir dan Sumpiuh sudah ada yang tanam kembali. Sedangkan wilayah lainnya ada yang baru persiapan tanam dan ada pula yang akan memasuki masa panen.

Ketua Gabungan Kelompok Tani Sri Jaya, Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Banyumas, Sartam mengakui sejak April hujan sudah mulai jarang. Karena setelah panen, petani langsung melakukan persiapan untuk menanam kembali bekejaran dengan datangnya musim kemarau, mengantisipasi terjadinya gagal panen akibat kekeringan.

"Sebagian besar lahan sawah di Tinggarjawa sudah ditraktor sebagian lainnya membuat persemaian. Diperkirakan sebelum bulan puasa masa tanam sudah selesai semua," katanya.

Ia mengatakan, petani di Desa Tinggarjaya menanam berbagai varietas padi usia pendek berkisar 90-94 hari, antara lain Mekongga, Ciherang, dan Inpari 32.

Berdasarkan prediksi BMKG, awal musim kemarau 2019 diprakirakan mulai April ini. Tahun ini, diprediksi Indonesia akan menghadapi fenomena El Nino sebesar 55%-60%. Kemudian pada periode Juli-September 2019, iklim diperkirakan lebih kering. Akibatnya 25,5% wilayah berpotensi mengalami musim kemarau lebih maju. Sedangkan 24% wilayah berpotensi mengalami musim kemarau di atas normal.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kostratani Dirindukan...
Kostratani Dirindukan Petani Cirebon
Jaga Keseimbangan Sistem,...
Jaga Keseimbangan Sistem, Kementan Perkuat Regenerasi Petani
Petani Bireun Diajarkan...
Petani Bireun Diajarkan Cara Kelola Keuangan
Petani Bone Terus Menanam...
Petani Bone Terus Menanam saat Pandemi Covid-19
Pengamat Indef: Kebijakan...
Pengamat Indef: Kebijakan Kementan Fokus Bantu Petani Tepat
Amankan Stok Pangan...
Amankan Stok Pangan Lewat Gerakan Percepatan Olah Tanah dan Tanam
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
16 menit yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
25 menit yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
46 menit yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
2 jam yang lalu
Infografis
El Clasico di Tanah...
El Clasico di Tanah Borneo: Misi Persija Putus Dominasi Persib
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved