Garuda Indonesia Klaim Kinerja Keuangan Terus Membaik

Rabu, 24 April 2019 - 13:01 WIB
Garuda Indonesia Klaim...
Garuda Indonesia Klaim Kinerja Keuangan Terus Membaik
A A A
JAKARTA - Komisaris Utama PT Garuda Indonesia Tbk Agus Santoso membantah anggapan pihak tertentu yang menilai kinerja keuangan maskapai milik negara itu morat-marit dan terus mengalami kerugian. Menurut dia, faktanya selama era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), kondisi keuangan perusahaan justru terus membaik.

Agus mengungkapkan, kinerja keuangan perusahaan tahun 2014 waktu pergantian pemerintahan memang tidak begitu bagus. Namun demikian, perseroan terus melakukan upaya perbaikan.

"Dalam RUPS tahun 2015 untuk kinerja operasi dan keuangan tahun buku 2014, Garuda mewarisi kinerja keuangan dari era sebelumnya yang mencatat kerugian sebesar USD371,4 juta," ujar Agus di Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Kondisi itu, sambung Agus, tidak membuat para pimpinan perusahaan menjadi patah arang. Buktinya, tegas dia, di bawah pimpinan Dirut Arif Wibowo, mulai terlihat perbaikan kinerja, dimana pada tahun 2015 Garuda mencatatkan untung USD76,48 juta. Kemudian pada 2016 Garuda mencatat untung USD9,4 juta.

Sayangnya, lanjut Agus, pada masa pada 2017 Garuda kembali merugi, yang di antaranya disebabkan penyelesaian masalah masa lalunya yakni dengan membayar tax amnesty dan denda pengadilan Australia sebesar USD145,8 juta.

"Rugi ini terjadi sebagian, karena Garuda menyelesaikan masalah utang pajak masa lalunya dengan mengikuti program tax amnesty," tutur Agus.

Selanjutnya, kata dia, dengan pimpinan perusahaan yang baru dilantik oleh Menteri BUMN Rini Soemarno pada 2018, yakni Dirut Ari Askara dan Komut Agus Santoso, manajemen Garuda mewarisi pekerjaan besar untuk menyelesaikan beban kerugian tiga triwulan ditahun 2018 hingga USD110 juta.

"Namun dalam tiga bulan berjalan kami memimpin Garuda mencatat untung USD115,250 juta sehingga selama 2018 pun masih ada keuntungan USD5,018 juta. Dan dalam tahun 2019 Kuartal I saja sudah untung USD19,738 juta," tuturnya.

Dengan kata lain, tegas dia, di era pemerintahan saat ini kinerja keuangan Garuda menunjukkan tanda membaik. Akibat perubahan iklim bisnis baik karena persaingan yang semakin ketat, naiknya harga bahan bakar dan nilai tukar, lanjut Agus, ada fluktuasi untung dan rugi di perseroan.

"Tapi saya melihat Garuda kedepannya akan lebih untung lagi dengan terus meningkatkan efisiensi serta pengembangan bisnis-bisnis multiplier effect dan peningkatan bisnis non-angkutan penumpang seperti marchandise peralatan-peralatan, service onboard, pengembangan cargo bersama BUMN lainnya. Selain juga pengembangan maintance (GMF), efektivitas penggunaan pesawat, rute-rute, penambahan rute potensial domestik, dan lain-lain," pungkasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pangkas Utang Garuda...
Pangkas Utang Garuda Indonesia Jadi Rp52 Triliun, Tim Erick Thohir Lakukan Ini
Menimbang Peran PKPU...
Menimbang Peran PKPU dalam Restrukturisasi Garuda
Restrukturisasi Utang...
Restrukturisasi Utang Garuda Indonesia Kompleks, Ini Penjelasannya
Beban Menyusut, Kerugian...
Beban Menyusut, Kerugian Garuda Indonesia Berkurang 41,54 Persen
Menunggu Nasib Garuda 
Menunggu Nasib Garuda 
Kinerja Keuangan Garuda...
Kinerja Keuangan Garuda Indonesia Diramal Membaik Tahun Depan
Berita Terkini
IHSG Sempat Anjlok Parah...
IHSG Sempat Anjlok Parah ke Level Terendah, Pekan Ini Berpeluang Cetak Rebound Terbatas
34 menit yang lalu
Harga Minyak Dunia Longsor...
Harga Minyak Dunia Longsor di Bawah USD100, Selat Hormuz Bakal Segera Dibuka?
1 jam yang lalu
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Konsumsi Minyak Terbesar Dunia, di Mana Posisi Indonesia?
12 jam yang lalu
Perusahaan Hadapi Tantangan...
Perusahaan Hadapi Tantangan Kepatuhan Baru di Era AI dan Transformasi Digital
12 jam yang lalu
ASEAN-India Bazaar 2026...
ASEAN-India Bazaar 2026 Dorong Ekonomi Kreatif dan Peluang Bisnis Lintas Kawasan
13 jam yang lalu
China Komitmen Borong...
China Komitmen Borong Produk Pertanian AS Senilai Rp301 Triliun hingga 2028
13 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved