Gubernur BI Tebar Optimistis Rupiah Stabil, Ini Alasannya

Jum'at, 26 April 2019 - 16:00 WIB
Gubernur BI Tebar Optimistis...
Gubernur BI Tebar Optimistis Rupiah Stabil, Ini Alasannya
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyakini nilai tukar rupiah bakal kembali bergerak stabil, meskipun dalam beberapa pekan terakhir mata uang Garuda terlihat mengalami pelemahan cukup dalam. Optimistis Perry, lantaran menurutnya arus modal asing ke pasar nasional masih deras setelah The Fed menahan suku bunga acuannya.

"Kami meyakini nilai tukar rupiah akan tetep stabil. Ada sejumlah hal yang kami sampaikan. Satu, stabilitas nilai tukar dijaga karena memang inflownya terus naik. Inflow ke dalam surat berharga negara terus naik dan itu akan menambah suplai di pasar valas," ujar Perry di Jakarta, Jumat (25/4/2019).

Ditambah menurutnya The Fed yang akan mempertahankan suku bunga acuan, membuat selisih suku bunga instrumen keuangan (differential interest rate) di negara berkembang, dan obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun kian melebar. Kondisi tersebut bakal menambah ketertarikan investor untuk beralih ke instrumen di negara berkembang termasuk ke Indonesia karena imbal hasil yang ditawarkan lebih tinggi.

"Perbedaan suku bunga antara Indonesia dengan treasury bill itu juga cukup menarik bagi investor asing untuk menanamkan dananya ke Indonesia," ujar dia.

Saat ini, obligasi pemerintah AS (treasury bill) bertenor 10 tahun memiliki imbal hasil 2,63%. Sementara, imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun menawarkan imbal hasil di kisaran 7,7%. Karena itu, Perry optimstis, pergerakkan nilai tukar rupiah akan lebih terkendali.

BI mengaku saat ini merujuk pada kajian bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga acuannya dalam dua tahun ke depan hingga 2020. Hal itu karena pertumbuhan ekonomi AS masih melambat menyusul menurunnya tingkat pendapatan dan terbatasnya stimulus fiskal. Selain itu, inflasi di AS juga tidak terlalu tinggi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Menguat 1,21%,...
Rupiah Menguat 1,21%, Bos BI: Lebih Perkasa dari Peso Filipina dan Baht Thailand Cs
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD,...
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD, Gubernur BI Sebut Lebih Kuat Dibanding Peso, Rupee dan Baht
Rupiah Tembus Rp16.420...
Rupiah Tembus Rp16.420 per USD, Bos BI Ungkap Apa yang Terjadi
Gubernur BI: Rupiah...
Gubernur BI: Rupiah Terus Menguat Kalahkan Malaysia, Filipina dan Thailand
Rupiah Ambles Tembus...
Rupiah Ambles Tembus Rp17 Ribu, Perry Warjiyo Blak-blakan Soal Strategi Intervensi BI
7 Jurus BI Kuatkan Rupiah...
7 Jurus BI Kuatkan Rupiah usai Terkapar di Rp17.425, Pembelian Dolar Diperketat
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
6 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
6 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
7 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
7 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
7 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved