Antisipasi Dampak El Nino, Kementan Jaga Pasokan Air Bendungan Juanda

Kamis, 02 Mei 2019 - 11:21 WIB
Antisipasi Dampak El...
Antisipasi Dampak El Nino, Kementan Jaga Pasokan Air Bendungan Juanda
A A A
JAKARTA - Bendungan Juanda atau yang dikenal sebagai Bendungan Jatiluhur menjadi andalan irigasi untuk petani di Jawa Barat. Karenanya pasokan air perlu dijaga agar selama musim kemarau bisa terus mengairi sawah petani.

Dalam Focus Group Discussion (FGD) Prakiraan Iklim Musim Kemarau 2019 Antisipasi Dampak El Nino di Wilayah Jawa Barat yang dilakukan oleh Subdit Iklim, Konservasi dan Lingkungan Hidup Direktorat Irigasi Pertanian Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, terungkap fakta menarik tentang kondisi Bendung Jatiluhur di tahun 2019.

"Per 18 Maret 2019, tinggi muka air (TMA) Bendungan pada posisi 97,14 m dpl. Sedangkan dikatakan normal jika tinggi muka air 109 m dpl," ujar Manajer Operasi dan Pengelolaan Data SDA dan SDL PJT II, Dodi Suryanto.

Sedangkan menurut BMKG, musim kemarau di Jawa Barat diperkirakan masuk di bulan April 2019 mendatang. Sehingga dibutuhkan strategi penanganan dan pemenuhan air irigasi tahun 2019 di Jawa Barat.

Strategi tersebut mulai dengan menambah tampungan air waduk dengan melaksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Di tingkat petani dengan koordinasi bersama kelompok tani serta pemerintah daerah untuk tetap menjaga kondisi pasok air sehingga tidak terjadi dampak kekeringan.

"Di bendungan juga dilakukan efisiensi distribusi air dengan pemberian air dibagian hulu lebih diefisiensikan sehingga dapat mencapai areal di bagian hilir," beber Dodi.

Kemudian dilakukan gilir giring, yaitu pemberian air digilir sehingga seluruh areal sawah dapat terairi dan tidak terjadi kekeringan.

Dodi menambahkan pihaknya juga akan melakukan pengamanan pasok air dengan mengawal dan memastikan pasok air dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang sudah direncanakan dengan dibantu oleh TNI AD.

"Sehingga dengan adanya strategi ini diharapkan petani mendapatkan pasokan air yang cukup selama musim kemarau dan tidak mengalami kekeringan," pungkasnya.

Sementara, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan Tim Khusus penanganan Kekeringan. Tim khusus ini akan turun ke lokasi-lokasi kekeringan di wilayah sentra produksi padi.

"Tugas dan fungsi dari Tim Khusus ini nanti untuk melakukan koordinasi dengan pihak terkait, antara lain TNI, Kementerian PUPR serta Pemerintah Daerah setempat," ujar Sarwo Edhy dalam keterangan resmi yang diterima SINDOnews, Kamis (2/5/2019).

Tujuannya, untuk memetakan permasalahan, negosiasi penggelontoran air dari Bendung atau Bendungan. Serta terlibat langsung melaksanakan pengawalan gilir giring air sesuai jadwal yang telah disepakati.

"Secara umum permasalahan kekeringan yang terjadi disebabkan oleh curah hujan yang sedikit dan kondisi penggelontoran debit air dari Bendung atau Bendungan mengalami penurunan," kata Sarwo Edhy.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menteri Basuki Bongkar...
Menteri Basuki Bongkar Alasan Bangun Banyak Bendungan
Ibu-ibu Teriak Histeris...
Ibu-ibu Teriak Histeris di Jalan, Hadang Petugas Pengukuran Lahan Waduk Lambo
Awas! 5 Pintu Air di...
Awas! 5 Pintu Air di Waduk PLTA Koto Panjang Riau Dibuka
5 Fakta Latar Belakang...
5 Fakta Latar Belakang Konflik Sungai Nil Mesir Vs Ethiopia
9 Bendungan Terbesar...
9 Bendungan Terbesar di Dunia, Mayoritas di China dan India
Bendungan Leuwikeris...
Bendungan Leuwikeris Suplai Air Irigasi 11.216 Ha Lahan Pertanian
Berita Terkini
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
26 menit yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
1 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
1 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
1 jam yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
2 jam yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
El Clasico di Tanah...
El Clasico di Tanah Borneo: Misi Persija Putus Dominasi Persib
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved