IHSG Dibuka Memerah Saat Bursa China Anjlok di Tengah Ancaman Trump
Senin, 06 Mei 2019 - 09:39 WIB
IHSG Dibuka Memerah Saat Bursa China Anjlok di Tengah Ancaman Trump
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan, Senin (6/5/2019) dibuka memerah untuk melanjutkan tren negatif dalam satu pekan terakhir. Pada sesi pagi, IHSG turun 94,270 poin atau setara 1,492% menjadi 6.225,19.
Sementara pada perdagangan Jumat kemarin, ditutup merugi 54,96 poin atau 0,86% ke level 6.319,46. Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam sepekan kemarin, IHSG tercatat menurun 1,28% ke level 6.319,46 dibandingkan level 6.401,08 pada penutupan pekan sebelumnya.
Penurunan IHSG pagi ini dipicu antara lain oleh kemerosotan harga saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp300 triliun. Saham emiten tersebut adalah Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Astra International Tbk (ASII), Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), Bank Central Asia Tbk (BBCA), Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
Hingga pukul 09.22 WIB, harga saham UNVR turun 0,95% menjadi Rp44.225 per saham. Adapun harga saham BMRI turun 3,27% ke Rp7.400, BBCA turun 0,88% jadi Rp28.125, BBRI turun 4,11% ke Rp4.200, ASII turun 1,35% ke Rp7.325, dan TLKM turun 1,57% jadi Rp3.760 per saham.
Di sisi lain seperti dilansir CNBC, pasar saham Asia Pasifik jatuh pada perdagangan Senin pagi setelah eskalasi ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China kembali terjadi saat Presiden AS Donald Trump menebar ancaman terbaru. Pada akhir pekan kemarin, Trump melalui Twitter menerangkan bakal menerapkan tarif baru terhadap produk-produk China senilai USD200 miliar.
Kondisi tersebut langsung membuat bursa daratan China anjlok sangat dalam saat mengawali perdagangan hari ini, dimana Komposit Shenzhen dan Shenzhen semuanya masing-masing ambruk lebih dari 5%. Sedangkan indeks Hang Seng di Hong Kong terpantau merosot tajam hingga 3,59% saat bursa patokan Australia yakni ASX 200 turun 1,07% karena hampir semua sektor menurun.
Sementara Indeks MSCI Asia di luar Jepang jatuh 2,04% dengan pasar saham Jepang dan Korea Selatan ditutup pada awal pekan karena liburan. Sedangkan pada pasar mata uang, indeks dolar AS yang melacak greenback terhadap rival-rivalnya berada di level 97.550 setelah mencapai posisi tertinggi di atas 97,8 minggu lalu. Yen Jepang yang dipandang sebagai mata uang safe-haven, menguat ke 110,55 terhadap dolar.
Sementara pada perdagangan Jumat kemarin, ditutup merugi 54,96 poin atau 0,86% ke level 6.319,46. Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam sepekan kemarin, IHSG tercatat menurun 1,28% ke level 6.319,46 dibandingkan level 6.401,08 pada penutupan pekan sebelumnya.
Penurunan IHSG pagi ini dipicu antara lain oleh kemerosotan harga saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp300 triliun. Saham emiten tersebut adalah Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Astra International Tbk (ASII), Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), Bank Central Asia Tbk (BBCA), Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
Hingga pukul 09.22 WIB, harga saham UNVR turun 0,95% menjadi Rp44.225 per saham. Adapun harga saham BMRI turun 3,27% ke Rp7.400, BBCA turun 0,88% jadi Rp28.125, BBRI turun 4,11% ke Rp4.200, ASII turun 1,35% ke Rp7.325, dan TLKM turun 1,57% jadi Rp3.760 per saham.
Di sisi lain seperti dilansir CNBC, pasar saham Asia Pasifik jatuh pada perdagangan Senin pagi setelah eskalasi ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China kembali terjadi saat Presiden AS Donald Trump menebar ancaman terbaru. Pada akhir pekan kemarin, Trump melalui Twitter menerangkan bakal menerapkan tarif baru terhadap produk-produk China senilai USD200 miliar.
Kondisi tersebut langsung membuat bursa daratan China anjlok sangat dalam saat mengawali perdagangan hari ini, dimana Komposit Shenzhen dan Shenzhen semuanya masing-masing ambruk lebih dari 5%. Sedangkan indeks Hang Seng di Hong Kong terpantau merosot tajam hingga 3,59% saat bursa patokan Australia yakni ASX 200 turun 1,07% karena hampir semua sektor menurun.
Sementara Indeks MSCI Asia di luar Jepang jatuh 2,04% dengan pasar saham Jepang dan Korea Selatan ditutup pada awal pekan karena liburan. Sedangkan pada pasar mata uang, indeks dolar AS yang melacak greenback terhadap rival-rivalnya berada di level 97.550 setelah mencapai posisi tertinggi di atas 97,8 minggu lalu. Yen Jepang yang dipandang sebagai mata uang safe-haven, menguat ke 110,55 terhadap dolar.
(akr)
Lihat Juga :