IHSG Dibuka Menyusut Saat Bursa Utama Asia Tergelincir
Rabu, 08 Mei 2019 - 09:36 WIB
IHSG Dibuka Menyusut Saat Bursa Utama Asia Tergelincir
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (8/5/2019) dibuka menyusut setelah kemarin sempat mencuatkan sinyal kebangkitan di tengah tekanan global. Pagi ini, IHSG mengawali sesi lebih rendah 42,320 poin atau setara 0,672% menjadi 6.255,89 untuk mengiringi mayoritas bursa utama Asia lainnya juga memerah.
Sebelumnya pada perdagangan, Selasa kemarin IHSG terpantau berakhir nyaman di zona hijau untuk melengkapi raihan positif sepanjang hari kedua pekan ini. Di akhir sesi, IHSG menguat 40.97 poin atau 0.65% hingga menyentuh level 6.297,32.
Sementara pagi ini, penurunan bursa saham Tanah Air antara lain, dipicu oleh kemerosotan harga saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp300 triliun. Saham emiten tersebut adalah Bank Central Asia Tbk (BBCA), Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Bank Mandiri Tbk (BMRI), Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan Astra International Tbk (ASII).
Hingga pukul 09.28 WIB, harga saham BBCA turun 0,80% jadi Rp28.075 per unit. Adapun harga saham UNVR turun 0,34% ke Rp44.350, BMRI turun 1,63% jadi Rp7.525, ASII turun 1,33% ke Rp7.425, dan BBRI turun 0,70% jadi Rp4.220 per unit.
Di sisi lain pasar saham Asia pada perdagangan Rabu, pagi tergelincir karena investor masih mencerna perkembangan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China hingga mengirim bursa saham AS jatuh dalam sesi semalem. Keterpurukan juga menimpa bursa saham daratan China di awal sesi, dengan Komposit Shanghai tergelincir 1,6% diikuti kemerosotan Komposit Shenzhen hingga 1,69%.
Selanjutnya Indeks Hang Seng di Hong Kong juga tercatat lebih rendah mencapai sebesar 1,06%. Pelemahan tidak terkecuali juga terjadi pada Indeks Nikkei Jepang usai menyusut 1,59% pada perdagangan pagi ketika saham-saham kelar berat eperti Fast Retailing, SoftBank Group dan Fanuc semuanya mengalami penurunan. Indeks Topix juga jatuh 1,64%.
Indeks Kospi, Korea Selatan tertekan usai kehilangan 0,63% saat saham Samsung Electronics anjlok sekitar 1%. Selain itu tren negatif juga terlihat pada bursa patokan Australia yakni ASX 200 yang jatuh 0,64% karena sebagian besar sektor diperdagangkan lebih rendah.
Sebelumnya pada perdagangan, Selasa kemarin IHSG terpantau berakhir nyaman di zona hijau untuk melengkapi raihan positif sepanjang hari kedua pekan ini. Di akhir sesi, IHSG menguat 40.97 poin atau 0.65% hingga menyentuh level 6.297,32.
Sementara pagi ini, penurunan bursa saham Tanah Air antara lain, dipicu oleh kemerosotan harga saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp300 triliun. Saham emiten tersebut adalah Bank Central Asia Tbk (BBCA), Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Bank Mandiri Tbk (BMRI), Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan Astra International Tbk (ASII).
Hingga pukul 09.28 WIB, harga saham BBCA turun 0,80% jadi Rp28.075 per unit. Adapun harga saham UNVR turun 0,34% ke Rp44.350, BMRI turun 1,63% jadi Rp7.525, ASII turun 1,33% ke Rp7.425, dan BBRI turun 0,70% jadi Rp4.220 per unit.
Di sisi lain pasar saham Asia pada perdagangan Rabu, pagi tergelincir karena investor masih mencerna perkembangan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China hingga mengirim bursa saham AS jatuh dalam sesi semalem. Keterpurukan juga menimpa bursa saham daratan China di awal sesi, dengan Komposit Shanghai tergelincir 1,6% diikuti kemerosotan Komposit Shenzhen hingga 1,69%.
Selanjutnya Indeks Hang Seng di Hong Kong juga tercatat lebih rendah mencapai sebesar 1,06%. Pelemahan tidak terkecuali juga terjadi pada Indeks Nikkei Jepang usai menyusut 1,59% pada perdagangan pagi ketika saham-saham kelar berat eperti Fast Retailing, SoftBank Group dan Fanuc semuanya mengalami penurunan. Indeks Topix juga jatuh 1,64%.
Indeks Kospi, Korea Selatan tertekan usai kehilangan 0,63% saat saham Samsung Electronics anjlok sekitar 1%. Selain itu tren negatif juga terlihat pada bursa patokan Australia yakni ASX 200 yang jatuh 0,64% karena sebagian besar sektor diperdagangkan lebih rendah.
(akr)
Lihat Juga :