Ini Penjelasan Direktur Mahata Soal Kerja Sama Bisnis dengan Garuda

Rabu, 08 Mei 2019 - 15:23 WIB
Ini Penjelasan Direktur...
Ini Penjelasan Direktur Mahata Soal Kerja Sama Bisnis dengan Garuda
A A A
JAKARTA - Nama Mahata Aero Teknologi belakangan cukup santer dibicarakan. Betapa tidak, perusahaan yang baru didirikan 3 November 2017 dengan modal tidak lebih dari Rp10 miliar ini, begitu percaya diri meneken kerja sama dengan maskapai nasional, Garuda Indonesia.

Tak hanya itu, dengan menandatangani kerja sama dengan Garuda, Mahata mencatatkan utang dalam jumlah cukup fantastis, sebesar USD239 juta (sekitar Rp3,3 triliun) kepada Garuda. Oleh Garuda, utang itu dicatatkan dalam Laporan Keuangan 2018 pada kolom pendapatan yang belakangan juga jadi pembicaraan.

Untuk menghapus keraguan yang timbul, Direktur Mahata Aero Teknologi Thomas Widodo pun angkat bicara. Melalui keterangan tertulisnya, Thomas menegaskan bahwa kepercayaan diri Mahata bukan semata atas hitung-hitungan di atas kertas semata, tapi juga karena di belakang Mahata, ada sejumlah mother vessel yang siap mem-back up.

Salah satunya, kata Thomas, berasal dari Uni Emirat Arab yang siap mengucurkan dana sebesar USD21 juta (sekitar Rp294 miliar) pada tahun pertama. Dana itu akan dialokasikan untuk pengadaan infrastruktur digital di 10 pesawat Citilink.

"Kita harus meyakinkan publik bahwa ini bisnis yang make sense dengan cara kita harus membuktikannya, karena di belakang kami ada beberapa investor besar, tapi kita enggak bisa sebutkan. Seberapa yakin kita bisa make money? Cuma satu cara, prove it! Kita percaya ini bisa, walaupun kendalanya banyak," papar Thomas Widodo.

Thomas menyatakan, Mahata berani mengambil peluang itu dengan konsekuensi utang sebesar USD239 juta kepada Garuda dalam periode 15 tahun ke depan, karena dalam hitung-hitungan konservatif Mahata, model bisnis ini dalam periode itu akan menghasilkan pendapatan tidak kurang dari USD1,5 miliar.

"Dari perhitungan konservatif, kami sebetulnya cukup pede dengan angka yang di Laporan Keuangan Garuda (2018), dengan konsep-konsep yang sudah kita perhitungkan, tentu saja. Secara pembukuan accounting juga sudah diperkenankan," tambahnya.

Di era digital, kata dia, kelancaran komunikasi adalah sebuah kebutuhan, termasuk dalam penerbangan pesawat. "Saat ini komunikasi itu tidak ada, kecuali harus membayar mahal. Selama ini, Garuda mencoba meng-entertain penumpang dengan menyediakan interconectivity, entertainment system dalam penerbangan, tapi Garuda harus keluar uang untuk memasang infrastruktur di pesawat, membayar ke provider koneksi internet, dan membeli konten tayangan," jelasnya.

Melalui kerja sama dengan Mahata, semua biaya investasi yang harusnya dikeluarkan ke Garuda diambilalih Mahata, bahkan menghasilkan pendapatan baru bagi Garuda

"Dari situ kita melihat satu peluang, dan ini sesuatu yang belum digarap. Inilah kenapa ide itu muncul. Ketika ide itu dikemukakan, orang-orang dari kalangan tradisional advertiser, entertainment, movie, kita dibilang gila. Sama seperti Go-Jek pertama kali diluncurkan, itu mengubah tatanan apa yang lazimnya terjadi. Jadi ini soal cara pandang, approach. Bahkan beberapa perusahaan di luar negeri kagum dengan konsep ini, mereka ingin bergabung dengan Mahata," kata Thomas.

Di Eropa, lanjut dia, model bisnis ini sudah diterapkan dalam kerja sama antara IMMFLY dengan beberapa maskapai penerbangan Eropa. Begitu juga di Amerika Serikat, dilakukan oleh Hulu (anak perusahaan Amazon) dengan maskapai Jetblue.

Kini Mahata juga sudah bekerja sama dengan perusahaan penyedia konektivitas internet berbasis satelit, Inmarsat. Sedangkan untuk pemasangan infrastruktur dan pengoperasian integrated digital system di pesawat, Mahata menggandeng Lufthansa Technology dan Lufthansa System.

"Kami telah melakukan pemasangan system di sebuah pesawat Citilink pada Desember 2018, dan sudah diujicobakan pada penerbangan joy flight pada 16 Januari lalu, dan sukses," ungkap Thomas.

Di tahun pertama, Mahata menargetkan pemasangan sistem di 10 pesawat Citilink. Sementara untuk seluruh pesawat Garuda, Citilink, dan Sriwijaya, secara teknis akan rampung pada tahun 2020.

Namun, imbuh dia, hal itu disesuaikan dengan service buletin yang dikeluarkan oleh pabrikan pesawat (Boeing dan Airbus). Langkah itu dilakukan supaya tidak mengganggu jadwal penerbangan tiap pesawat di Garuda Group. Pemasangan infrastruktur koneksi internet dan penunjangnya di pesawat akan dilakukan saat pesawat menjalani maintenance. Dengan demikian, kita akan disiplin dalam waktu pemasangan yang sudah di targetkan.

Mengenai pemasang iklan di inflight digital services dalam penerbangan pesawat-pesawat Garuda Group, Staf Marketing Mahata Group Rosinsko mengatakan bahwa hingga kini sudah ada beberapa perusahaan yang sudah menyatakan minatnya untuk beriklan. Dalam hal ini, Garuda masih memiliki peluang untuk meraih pendapatan tambahan melalui sharing revenue. "Kami optimistis, model bisnis ini akan menguntungkan dan menjadi tren dalam industri penerbangan di masa depan," ujarnya.

Jadi, sambung Thomas, melalui kerja sama antara Mahata dengan Garuda, ada tiga poin yang bisa dicatat. Pertama, Mahata mengambilalih biaya dari Garuda. Kedua, Garuda mendapat pendapatan tambahan dari pembayaran dari Mahata. Ketiga, dari segi konsep penerbangan ber-Wifi yang sudah semakin umum, hal ini akan meningkatkan load factor penerbangan Garuda.

"Dengan melihat kecanggihan teknologi serta prospek bisnis dari kerja sama Mahata dengan Garuda, kita harus sama-sama optimis bahwa bisnis ini akan menjadikan Garuda Indonesia Group memiliki daya tawar yang lebih kuat dibanding maskapai lain," pungkas Thomas.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
7 Anak Perusahaan Garuda...
7 Anak Perusahaan Garuda Indonesia, dari Citilink hingga Aero Wisata
Anak Usaha Garuda Aero...
Anak Usaha Garuda Aero Systems Indonesia Resmi Berstatus PKPU Sementara
GMF Aero Asia Bukukan...
GMF Aero Asia Bukukan Kenaikan Laba Bersih Jadi Rp321 M di 2023
GMF Aero Asia Buka Lowongan...
GMF Aero Asia Buka Lowongan Kerja, Cek Jurusan Kuliah dan Syarat Daftarnya
Aero Pack Premium, Bikin...
Aero Pack Premium, Bikin Kendaraan Kinclong Tanpa Pergi ke Salon Mobil
Aero Sutan Aswar Sumbang...
Aero Sutan Aswar Sumbang Emas Jetski untuk Indonesia
Berita Terkini
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
2 jam yang lalu
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
3 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
4 jam yang lalu
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
4 jam yang lalu
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
4 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rinciannya
5 jam yang lalu
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved