IHSG Dibuka Menyusut 20,050 Poin, Bursa Asia Lebih Rendah

Kamis, 09 Mei 2019 - 09:39 WIB
IHSG Dibuka Menyusut...
IHSG Dibuka Menyusut 20,050 Poin, Bursa Asia Lebih Rendah
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan, Kamis (9/5/2019) dibuka menyusut untuk melanjutkan tren negatif sejak penutupan kemarin. Pada sesi pagi, IHSG mengalami penurunan sebesar 20,050 poin atau 0,320% menjadi 6.250,15 untuk mengiringi bursa utama Asia lainnya juga lebih rendah.

Pada sesi penutupan, Rabu kemarin tercatat bursa saham Tanah Air berakhir jatuh mencapai 27,12 poin atau minus 0,43% ke level 6.270,20 untuk mengiringi kejatuhan bursa utama Asia lainnya.

Penurunan IHSG pagi ini dipicu antara lain oleh kemerosotan harga saham Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Bank Central Asia Tbk (BBCA), Astra International Tbk (ASII), Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Hingga pukul 09.27 WIB, harga saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp300 triliun, yaitu UNVR turun 1,34% jadi Rp44.200 per unit. Adapun harga saham BBCA turun 0,44% ke Rp28.375, ASII turun 2,03% jadi Rp7.250, BBRI turun 1,90% ke Rp4.140, dan TLKM turun 1,54% jadi Rp3.840 per unit.

Di sisi lain seperti dilansir CNBC, pasar saham wilayah Asia lebih rendah pada perdagangan Kamis pagi karena investor tetap hati-hati setelah Presiden AS Donald Trump menuding China 'melanggar kesepakatan' dalam negosiasi perdagangan yang sedang berlangsung antara Beijing dan Washington. Berbicara pada rapat umum di Florida, Trump mengaitkan ancamannya baru-baru ini atas kenaikan tarif dengan posisi negosiasi Beijing.

"Ngomong-ngomong, Anda tahu kami akan menerapkan tarif? itu karena mereka (China) melanggar kesepakatan. Mereka melanggar kesepakatan jadi harus membayarnya. Mereka (Wakil Perdana Menteri China) akan terbang, tetapi mereka telah merusak kesepakatan. Mereka tidak bisa melakukannya," kata Trump.

Pasar saham di wilayah Asia secara luas terpantau lebih rendah. Pada daratan China dipimpin kejatuhan Komposit Shanghai mencapai 0,4% diikuti penyusutan Komposit Shenzhen yang lebih rendah 0,357%. Pelemahan juga terlihat di Hong Kong saat indeks Hang Seng kehilangan 0,56%.

Selanjutnya indeks Nikkei Jepang juga tertekan untuk terpuruk mencapai 0,88% dan indeks Topix turun 1,19%. Indeks Kospi, Korea Selatan juga merosot hingga 0,69% karena saham pembuat chip SK Hynix turun lebih dari 2%. Sementara bursa patokan Australia yakni ASX 200 melawan balik tren penurunan dengan berbalik menguat 0,48% ditopang kinerja positif hampir sebagian besar sektor.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Masuk Zona Merah Lagi,...
Masuk Zona Merah Lagi, IHSG Ditutup Turun ke Level 5.970
IHSG Menguji Support...
IHSG Menguji Support Kuat 5.780, Saatnya Masuk ke Saham Bluechips
Ditutup di Zona Merah,...
Ditutup di Zona Merah, IHSG Anjlok 1,76% ke Level 5.833
Bergerak 2 Arah, IHSG...
Bergerak 2 Arah, IHSG Ditutup Naik Tipis ke Level 5.834
Makin Anjlok, IHSG Ditutup...
Makin Anjlok, IHSG Ditutup Turun 1,27% ke Level 5.700
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Naik 22 Poin ke level 5.785
Berita Terkini
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Bagikan Kode OTP, Lindungi Keamanan Akun Investasi Anda!
16 menit yang lalu
OJK Respons Penilaian...
OJK Respons Penilaian MSCI ke Pasar Modal Indonesia: Tahan Status Emerging Market dengan Catatan
27 menit yang lalu
Lewat Green Zakat, BSI...
Lewat Green Zakat, BSI Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Investasi Emas
39 menit yang lalu
Wakil Kepala BPS Canangkan...
Wakil Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah: Ada Jutaan Harapan di Balik Data Statistik
1 jam yang lalu
BRI KKB Tawarkan Bunga...
BRI KKB Tawarkan Bunga Spesial Mulai 3% Flat untuk Pembiayaan Mobil Listrik
1 jam yang lalu
Lengkapi Fasilitas Penghuni,...
Lengkapi Fasilitas Penghuni, Club House Dibangun di Citaville Cibubur
1 jam yang lalu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved