Muslim 4.0: Hijrah+Digital+ Leisure

Minggu, 12 Mei 2019 - 11:23 WIB
Muslim 4.0: Hijrah+Digital+...
Muslim 4.0: Hijrah+Digital+ Leisure
A A A
SETIAP tahun di bulan Ramadan, saya selalu membuat kajian kecil mengenai perkembangan termutakhir pasar muslim di Indonesia.

Tahun ini kajiannya saya beri Judul: Muslim 4.0: Hijrah+Digital+Leisure.

Intinya, kajian itu berisi perkembangan gaya hidup muslim Indonesia di tengah pusaran ekonomi di era Revolusi Industri 4.0. Kita tahu Revolusi Industri 4.0 ditandai oleh kemunculan teknologi-teknologi disruptif seperti: artificial intelligence, internet of things (IoT), big data, 3D print, augmented reality, hingga blockchain.

Revolusi 4.0 rupanya tak hanya memengaruhi konsumen muslim Indonesia dari sisi bagaimana mereka menggunakan dan memanfaatkan teknologi 4.0, tapi juga aspek-aspek lain.

Saya membaginya menjadi tiga dimensi, yaitu dimensi spiritual (keislaman), dimensi fungsional (teknologi), dan dimensi emosional (leisure).

Kenapa saya menggunakan idiom 4.0? Karena, seperti halnya Revolusi Industri 4.0 yang menghasilkan perubahan disruptif-eksponensial, perubahan Muslim 4.0 pun menghasilkan lompatan perilaku konsumen muslim yang sangat ekstrem dan dramatis.

Muslim 4.0 ditandai dengan fenomena perubahan gaya hidup kaum muslim yang semakin religius (”hijrah ”), connected (”digital ”), dan fun (”leisure ”). Mari kita tinjau satu per satu.

Hijrah
Kemajuan teknologi yang bergerak dengan kecepatan eksponensial (terutama artificial intelligence dan blockchain ) bukannya menjadikan kaum muslim Indonesia semakin luntur keislamannya, tapi justru sebaliknya, semakin religius dan islami.

Euforia hijrah yang marak sejak beberapa tahun terakhir merupakan bukti bahwa kaum muslim Indonesia kian mendalam kadar keislamannya. Menariknya, ”hijrah movement ” ini menjadi sesuatu yang keren (saya sering menyebutnya: ”The New Cool ”) di kalangan kaum muslim milenial kita.

Terakhir kita menyaksikan tahun lalu kaum muslim milenial menyelenggarakan event Hijrah Fest yang begitu heboh dan menjadi identitas baru kaum muslim milenial. Event itu teramplifikasi luar biasa karena diinisiasi oleh para selebritas yang ramai-ramai berhijrah dan menularkan pengaruhnya ke kalangan muslim di seluruh Tanah Air.

Digital
Kemajuan teknologi 4.0 telah membentuk gaya hidup digital (digital lifestyle ) di kalangan kaum muslim kita yang modern, memiliki global mindset, dan techy (saya menyebut mereka #GenM atau Generation Muslim).

Mereka memiliki digital lifestyle dengan memanfaatkan teknologi 4.0. Beberapa fenomenanya mulai terlihat seperti bermunculannya startup-startup digital berbasis syariah; maraknya fintech syariah; gaya hidup cashless dalam pembayaran zakat dan sedekah; hingga menjamurnya konten-konten digital yang muslim-friendy .

Salah satunya adalah penerapan blockchain di dunia keuangan dengan bentuk mata uang digital bernama Noorcoin. Noorcoin adalah token syariah pertama di dunia. Memadukan teknologi kripto dengan platform yang sesuai dengan hukum syariah.

Platform yang dikembangkan oleh anak negeri Sofia Koswara ini dibangun dengan sistem kepercayaan dan reputasi yang terdesentralisasi yang bekerja tanpa cacat di atas gerbang pembayaran real-time sistem blockchain .

Leisure
Memasuki era leisure economy, leisure lifestyle kaum muslim kita juga mulai terimbas khususnya di kalangan muslim milenial. Hal ini ditandai oleh bermunculannya muslim-friendly attraction/event seperti Hijrahfest, Halalfest, Muslim Fashion Week, hingga Hijab Run.

Juga, muncul beragam muslim-friendly destination yang instagramable . Beberapa waktu lalu misalnya, Presiden meresmikan Halal Park yang digadang-gadang bakal menjadi ”The World’s Center of Halal Destination ”.

Fenomena seperti umrah backpacker yang marak beberapa bulan terakhir juga menarik untuk diamati di mana peran apps kian memengaruhi cara muslim milenial berumrah.

Begitu juga menggeliatnya EO untuk syariah wedding di mana pesta-pesta pernikahan kini diselenggarakan dengan mematuhi prinsip-prinsip syariah. Inilah yang memunculkan bisnis baru yang happening seperti fotografi post wedding .

Singkatnya, kaum Muslim 4.0 memiliki tiga ciri: Mereka semakin islami (”hijrah”), terkoneksi (”digital”), dan semakin fun (”leisure ”). Penasaran? Kalau mau tahu, silakan hadir di acara ngabuburit pada Rabu, 15 Mei @ Warunk Upnormal Wahid Hasyim, Jakarta Pusat. Saya akan membahasnya tuntassss ...

YUSWOHADY
Managing Partner Inventure www.yuswohady.com
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terancam Tutup, Perusahaan...
Terancam Tutup, Perusahaan Perparkiran Butuh Sederet Relaksasi Pajak
Pabrik Mulai Berproduksi,...
Pabrik Mulai Berproduksi, VW Ubah Logo seperti Game PacMan
Sosialisasikan COVID-19,...
Sosialisasikan COVID-19, Pengelola Apartemen Manfaatkan Jaringan TV Lokal
Jukir CentrePark Kembalikan...
Jukir CentrePark Kembalikan Dompet Temuan Berisi Jutaan Rupiah ke Pemiliknya
Berkat Kerja Keras Tim,...
Berkat Kerja Keras Tim, CentrePark Raih Penghargaan Wajib Pajak Terbaik
Pura Trans dan Hino...
Pura Trans dan Hino Latih Smart Driving untuk Para Sopir
Berita Terkini
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
26 menit yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
36 menit yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
2 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
3 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
12 jam yang lalu
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved