Kementan Minta Distributor dan Kios Pupuk Bersubsidi Fleksibel Layani Petani

Rabu, 15 Mei 2019 - 23:45 WIB
Kementan Minta Distributor...
Kementan Minta Distributor dan Kios Pupuk Bersubsidi Fleksibel Layani Petani
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian meminta distributor atau kios yang ditunjuk menyalurkan pupuk subsidi lebih fleksibel melayani petani yang akan menebus pupuk dengan menggunakan Kartu Tani. Apalagi, kedepan, Kartu Tani akan menjadi syarat bagi petani untuk mendapatkan pupuk subsidi dan bantuan pemerintah lainnya.

"Kalau Kartu Tani-nya tidak bisa diakses karena lupa PIN atau rusak, sebaiknya petani yang bersangkutan jangan langsung ditolak, tapi diselesaikan dengan musyawarah," kata Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Sarwo Edhy mengatakan, di daerah Jawa Tengah, penolakan Kartu Tani karena petani lupa PIN terjadi, sehingga petani tidak bisa menebus pupuk. Hal semacam ini, menurutnya, mestinya dimaklumi, karena petani baru menggunakan Kartu Tani.

"Jadi, penggunaan Kartu Tani masih ada kendala, meski ringan. Tapi tidak serta merta petani yang mengalami kendala semacam ini lalu tidak dilayani sehingga menghambat proses bertani mereka," tegasnya.

Sarwo Edhy menambahkan, jika Kartu Tani tidak bisa diakses atau digunakan karena berbagai alasan, mestinya distributor atau kios tetap memperbolehkan petani tersebut untuk menebus pupuk.

"Yang penting nama petani itu ada dalam rencana defenitif kebutuhan kelompok (RDKK). Petani bisa membeli pupuk dengan cara elektronik maupun secara manual," jelas Sarwo Edhy.

Untuk saat ini, memang Kartu Tani hanya bisa digunakan untuk menebus pupuk. Sementara untuk keperluan lain belum bisa dimanfaatkan. Kartu Tani dirancang memiliki sejumlah manfaat, yaitu sarana akses layanan perbankan terintegrasi, yang berfungsi sebagai simpanan, transaksi, penyaluran pinjaman hingga kartu subsidi (e-wallet).

Selain itu, Kartu Tani juga memiliki keunggulan lainnya, yaitu sebagai single entry data, proses validasi berjenjang secara online, transparan, dan multifungsi. Kementan sendiri akan menjadikan Kartu Tani sebagai kelengkapan data sebagai dasar penyusunan kebijakan.

Ditjen PSP mengakui memang masih ada sejumlah kendala yang ditemui di lapangan untuk dicarikan solusi setelah sistem ini diuji coba di lapangan. Permasalahan implementasi Kartu Tani di tingat Kementerian di antaranya pendataan petani memerlukan biaya yang besar, kurangnya jumlah SDM Penyuluhan, kualitas SDM penyuluhan yang masih rendah, dan belum semua BPP memiliki prasarana dan sarana komputer beserta jaringan internetnya.

Di tingkat petani, permasalahan implementasi Kartu Tani adalah belum semua petani terdaftar dalam kelompok dan data elektronik ini. Selain itu, adanya beban psikologis pada petani terhadap perubahan sistem penebusan dari manual ke penggunaan Kartu Tani, lupa PIN, dan masih bolehnya penebusan pupuk secara manual.

Di tingkat kios, permasalahan yang ditemui adalah yang mengerti menggunakan EDC dalam satu kios hanya satu orang, penebusan dilakukan satu per satu per jenis pupuk, sehingga prosesnya lama, dan masih dibolehkannya penebusan secara manual.

Direktur Pupuk dan Pestisida Ditjen PSP, Muhrizal Sarwani mengakui, Kartu Tani telah diluncurkan penggunaannya untuk menebus pupuk bersubsidi di Jawa Tengah (Jpada Januari 2018. Diharapkan, kartu ini bisa menjadi "kartu sakti" bagi mereka. Kartu Tani bisa disebut sebagai kartu sakti dengan multifungsi.

Petani yang telah memiliki Kartu Tani tentunya sangat beruntung. Kartu Tani tak sekadar sebagai kartu identitas petani, namun memiliki banyak manfaat lain bagi petani, sehingga memudahkan petani dalam melakukan transaksi. Maklum, Kartu Tani ini sendiri merupakan alat transaksi yang berbentuk kartu debit.

"Selain berfungsi sebagai pendataan penerimaan jatah pupuk bersubsidi, Kartu Tani bisa digunakan untuk transaksi lainnya," ujar Muhrizal.

Petani yang telah menerima Kartu Tani bisa memanfaatkannya untuk menebus pupuk bersubsidi di kios pupuk. Dengan adanya Kartu Tani ini, menebus pupuk bersubsidi jadi lebih praktis dan mudah.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Salurkan Pupuk Bersubsidi,...
Salurkan Pupuk Bersubsidi, Aceh Tamiang Bagikan 12.566 Kartu Tani
Pupuk Subsidi Masih...
Pupuk Subsidi Masih Bisa Ditebus Meski Belum Punya Kartu Tani di Masa Transisi
Jokowi Luncurkan Kartu...
Jokowi Luncurkan Kartu Tani Digital untuk Pupuk Bersubsidi
2021, Kartu Tani Ditargetkan...
2021, Kartu Tani Ditargetkan Berlangsung Efektif
Urgent! Petani Takalar...
Urgent! Petani Takalar Kehabisan Stok Pupuk Urea Bersubsidi
Manfaat Kartu Tani Diperkenalkan...
Manfaat Kartu Tani Diperkenalkan ke Petani Tanah Laut
Berita Terkini
Investasi Tepat Sasaran,...
Investasi Tepat Sasaran, Pertamina NRE Raup Dividen dari CREC Filipina
54 menit yang lalu
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
1 jam yang lalu
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
2 jam yang lalu
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
4 jam yang lalu
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
4 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
5 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved