Menahan Suku Bunga Langkah Tepat Pertahankan Stabilitas Ekonomi

Jum'at, 17 Mei 2019 - 06:39 WIB
Menahan Suku Bunga Langkah...
Menahan Suku Bunga Langkah Tepat Pertahankan Stabilitas Ekonomi
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur memutuskan mempertahankan suku bunga acuan alias BI 7-day Reverse Repo sebesar 6%, suku bunga deposit facility di angka 5,25%, dan lending facility di 6,75%.

Dengan mempertahankan BI Rate tetap 6%, diharapkan mampu mempertahankan stabilitas ekonomi, mendorong permintaan domestik, mendorong peningkatan ekspor, menggerakkan aktivitas pariwisata serta merangsang aliran masuk modal asing (capital inflows).

"BI tetap meyakini pemulihan ekonomi global ternyata lebih rendah dari prakiraan semula lantaran meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan," ujar Kepala Ekonom BNI, Ryan Kiryanto di Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat diprakirakan menurun dipicu stimulus fiskal yang terbatas meskipun pada kuartal I 2019 mampu tumbuh secara mengejutkan di level 3,2%. Penurunan karena pendapatan dan keyakinan pelaku dunia usaha yang belum kuat serta terkuaknya permasalahan struktur pasar tenaga kerja.

Sedangkan di kawasan Eropa, pemulihan ekonomi juga lebih lambat karena efek Brexit yang stagnan dan melemahnya ekspor. Secara khusus perekonomian China yang juga tumbuh belum kuat masih menjadi ganjalan.

"Masalah sengketa dagang AS melawan China turut serta mengerek ke bawah pertumbuhan ekonomi kedua negara. Di saat yang sama volume dan harga komoditas di pasar global juga belum kembali pulih," ungkap Ryan.

Pada akhirnya, perlambatan pertumbuhan ekonomi di AS, Uni Eropa dan China serta anjloknya volume dan harga komoditas berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi dunia yang juga melambat.

Ryan mengungkapkan, ditahannya BI Rate di level 6% juga memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan domestik. Karena saat ini sudah merebak keluarnya modal (capital outflows) dari pasar emerging economies, termasuk Indonesia.

Bahkan, kombinasi tekanan eksternal tersebut dengan defisit transaksi perdagangan pada April 2019 sebesar USD2,50 miliar diperkirakan akan menekan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2019 ini.

"Maka tepat jika BI menegaskan ulang bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih rendah dari perkiraan awal karena dipengaruhi ekonomi global yang menurun," tukasnya.

Secara keseluruhan, BI memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 berada di bawah titik tengah kisaran 5,0-5,4% atau 5,2%.

"Untuk itu, patut diapresiasi langkah BI yang terus menempuh bauran kebijakan bersama dengan Pemerintah, dan otoritas terkait guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi," papar Ryan.

Ke depan, lanjut dia, peran pemerintah yang lebih besar untuk menggerakkan roda perekonomian melalui jalur fiskal diharapkan mampu menopang kebijakan moneter yang sudah menunjukkan gregetnya di sepanjang lima bulan pertama tahun 2019 ini.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jaga Nilai Tukar Rupiah...
Jaga Nilai Tukar Rupiah Stabil, BI Repo Rate Bakal Ditahan
Tok! BI Turunkan Suku...
Tok! BI Turunkan Suku Bunga Acuan ke Level 5,75 Persen
Suku Bunga Acuan Kembali...
Suku Bunga Acuan Kembali Ditahan 6%, Begini Penjelasan BI
Sesuai Perkiraan, BI...
Sesuai Perkiraan, BI Tahan Suku Bunga Acuan di 6,25%
Breaking! BI Pangkas...
Breaking! BI Pangkas Suku Bunga Acuan 25 Bps Jadi 5,00%
BI Pangkas Suku Bunga...
BI Pangkas Suku Bunga Acuan 25 Bps ke Level 4,75 Persen
Berita Terkini
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
9 menit yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
32 menit yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
1 jam yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
1 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
11 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved